AS Gelontorkan Rp 874 Miliar Sepekan Untuk Tangani Anak-anak Migran

Anak-anak migran/Net

Setelah mencabut kebijakan pembatasan migran yang diberlakukan era Donald Trump, pemerintahan Presiden Joe Biden cukup kewalahan, khususnya untuk menangani anak-anak migran tanpa pendamping.

The Washington Post pada Kamis (8/4) melaporkan, pemerintah harus menghabiskan 60 juta dolar AS atau setara dengan Rp 874 milliar (Rp 14.500/dolar AS) setiap pekannya untuk mempertahankan hak asuh anak-anak migran.

Sejauh ini, Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS) menangani setidaknya 16 ribu anak migran yang bellum diserahkan kepada anggota  keluarga atau sponsornya di AS.

Jumlah tersebut merupakan rekor anak-anak migran yang melintasi perbatasan AS. Bahkan tempat penampungan permanen kekurangan tempat tidur karena hanya memiliki 7.700 unit.

Alhasil, pemerintahan Biden membuat 10 fasilitas tempat penampungan untuk 16 ribu tempat tidur tambahan di pusat konvensi dan militer.

Sampai saat ini, tempat penampungan baru menampung sekitar 8.500 anak, dengan 4.000 anak menunggu untuk dipindahkan dari fasilitas permanen.

Biaya untuk menyediakan makanan bagi seorang anak dan barang-barang lain yang diperlukan di tempat penampungan permanen dilaporkan mencapai 290 dolar AS setiap hari.

Jurubicara Administrasi HHS untuk Anak dan Keluarga, Kenneth Wolfe, mengatakan biaya merawat anak di tempat darurat baru hampir 2,5 kali lebih tinggi karena kebutuhan untuk mengembangkan fasilitas dengan cepat dan mempekerjakan staf dalam waktu singkat.

Biaya untuk satu anak di bawah umur selama satu bulan juga mencapai 24 ribu dolar AS.

Biaya untuk menghidupi anak-anak migran di tempat penampungan sendiri diperkirakan akan meningkat secara signifikan dalam beberapa bulan mendatang.

Diperkirakan AS akan memiliki sekitar 22 ribu hingga 26 ribu anak migran setiap  bulannya.

Kolom Komentar


Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Tragedi Nanggala, Lalu Apa?

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Farah Zoomtalk Spesial Ramadhan • Bincang Buku Rahasia Kesehatan Rasulullah

Minggu, 09 Mei 2021
Video

RMOL WORLD VIEW • Mengenal Tradisi Ramadhan Di Uzbekistan

Senin, 10 Mei 2021

Artikel Lainnya

Pantau Terus Perkembangan Situasi Yerusalem,  Rusia Lakukan Kontak Dengan Palestina Setiap Hari
Dunia

Pantau Terus Perkembangan Si..

11 Mei 2021 05:58
Tertahan Di Tepi Amu Darya, Ini Cerita Teguh Santosa
Dunia

Tertahan Di Tepi Amu Darya, ..

11 Mei 2021 01:02
Thailand Catat Kasus Pertama Varian B1617, Menginfeksi Seorang Wanita Hamil
Dunia

Thailand Catat Kasus Pertama..

10 Mei 2021 21:57
Aung San Suu Kyi Akan Hadiri Persidangan Secara Langsung Untuk Pertama Kalinya
Dunia

Aung San Suu Kyi Akan Hadiri..

10 Mei 2021 21:03
Malaysia Kembali Berlakukan Perintah Kontrol Gerakan Jelang Lebaran
Dunia

Malaysia Kembali Berlakukan ..

10 Mei 2021 20:46
Bentrokan Di Hari Yerusalem, Ratusan Warga Palestina Terluka
Dunia

Bentrokan Di Hari Yerusalem,..

10 Mei 2021 17:20
Iran Benarkan Adanya Komunikasi Dengan Arab Saudi Demi Perbaiki Hubungan
Dunia

Iran Benarkan Adanya Komunik..

10 Mei 2021 16:43
Terkendala Pembatasan, Kunjungan  Ketua Komite Olimpiade Internasional Thomas Bach Ke Jepang Ditunda
Dunia

Terkendala Pembatasan, Kunju..

10 Mei 2021 16:40