Tempat Penampungan Penuh, AS Sewa Hotel Untuk Para Migran

Migran di Amerika Serikat /Net

Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyewa ribuan kamar hotel untuk menempatkan para migran karena fasilitas penampungan yang sudah penuh.

Senator Demokrat, Kyrsten Sinema pada Jumat (9/4) menyebut keluarga migran yang melintasi perbatasan Meksiko ditempatkan di beberapa hotel di wilayah Chandler dan Phoenix, sementara pemerintah tengah menyiapkan ruang untuk mereka.

Sinema mengatakan, ia telah berbicara dengan Sekretaris Keamanan Dalam Negeri Alejandro Mayorkas dan memintanya untuk memastikan semua migran diperlakukan dengan adil dan manusiawi.

Pihak Imigrasi dan dan Bea Cukai AS (ICE) sendiri enggan mengidentifikasi hotel dan lokasi tertentu. Namun mereka menyebut pemerintah telah mengontrak 1.200 tempat tidur hotel di Texas dan Arizona.

Kontrak tersebut dilakukan dengan Endeavours Inc. pada bulan lalu senilai 86,9 juta dolar AS atau setara dengan Rp 14,6 miliar (Rp 14.600/dolar AS).

Dalam laporannya, Associated Press menuturkan, setiap keluarga migran umumnya akan tinggal selama kurang dari 72 jam di hotel untuk proses imigrasi.

Bulan lalu, Patroli Perbatasan melaporkan adanya 52.904 keluarga di sepanjang perbatasan Meksiko, naik dari 19.286 pada Februari dan 3.455 pada Maret 2020.

Hanya sekitar satu dari tiga keluarga yang ditemui bulan lalu dapat dengan cepat diusir dari AS di bawah aturan terkait pandemi federal yang menghalangi orang untuk mencari suaka.

AS juga menerbangkan beberapa keluarga ke kota perbatasan lain, seperti San Diego dan El Paso, untuk diusir ke Meksiko dari sana.


Sementara itu, Patroli Perbatasan juga menangkap hampir 19.000 anak yang bepergian sendirian bulan lalu, total bulanan tertinggi yang pernah tercatat.

Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan membuat pusat penampungan baru di pusat kovensi, pangkalan militer, hingga tempat luas lainnya.

Gubernur Texas Greg Abbott, yang seorang Republik, mendesak pemerintah untuk menutup fasilitas penampungan bagi anak-anak tanpa pendamping di Freeman Coliseum di San Antonio. Lantaran ia menyebut mereka tidak mendapatkan cukup makanan dan anak laki-laki tidak diawasi saat mandi.

Sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan pihak berwenang akan menyelidiki klaim Abbott, tetapi pada saat ini tidak ada alasan yang dapat menutup tempat penampungan tersebut.

Kolom Komentar


Video

Kok Jadi Kontroversial, Padahal Begini Test Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK

Selasa, 11 Mei 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Pemerintah Harusnya Jaga Perasaan Rakyat

Selasa, 11 Mei 2021

Artikel Lainnya

Buat Aksi Solidaritas Palestina Di Kawasan, Jokowi Sampaikan Pernyataan Bersama Sultan Bolkiah Dan PM Muhyiddin
Dunia

Buat Aksi Solidaritas Palest..

17 Mei 2021 23:56
Militer Israel Akui Sudah Serang Kapal Selam Hamas Di Dekat Pantai Gaza
Dunia

Militer Israel Akui Sudah Se..

17 Mei 2021 20:24
Jalur Gaza Dibombardir, AS Sepakati Paket Penjualan Senjata Ratusan Juta Dolar Ke Israel
Dunia

Jalur Gaza Dibombardir, AS S..

17 Mei 2021 19:59
Erdogan Telepon Paus Fransiskus, Desak Bantu Akhiri Agresi Militer Israel
Dunia

Erdogan Telepon Paus Fransis..

17 Mei 2021 19:01
India Bersiap Hadapi Bencana Angin Topan Besar Di Tengah Derita Tsunami Covid-19
Dunia

India Bersiap Hadapi Bencana..

17 Mei 2021 17:12
Save the Children: Tiga Anak Di Gaza Terluka Setiap Satu Jam
Dunia

Save the Children: Tiga Anak..

17 Mei 2021 16:56
Konflik Israel-Hamas Merembet Ke Belanda, Monumen Pembantaian Warga Yahudi Jadi Korban Vandalisme
Dunia

Konflik Israel-Hamas Merembe..

17 Mei 2021 16:55
Kasus Covid-19 Menurun Turki Buka Pembatasan Bertahap, Pesta Pernikahan Tetap Dilarang
Dunia

Kasus Covid-19 Menurun Turki..

17 Mei 2021 16:37