Bangsawan Yunani Berduka Cita Atas Wafatnya Pangeran Philip, Sepupu Dan Paman Kesayangan Yang Luar Biasa

Ilustrasi/Net

Kepergian Duke of Edinburgh, Pangeran Philip, bukan saja menyisakan duka mendalam bagi Keluarga Kerajaan Inggris, tetapi juga bagi bangsa Yunani, terutama mantan raja Yunani, Raja Constantine II, yang merupakan saudara sepupu dari Pangeran Philip.

Constantine II merilis pernyataan belasungkawa, dengan mengatakan bahwa sepupunya itu adalah pria luar biasa dan ia amat kehilangan.  

“Pangeran Philip adalah pria luar biasa yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk tugas dan pelayanan bagi negaranya dan Persemakmuran. Kesedihan saya bahkan lebih dalam karena ikatan keluarga dekat kami. Dia akan sangat dirindukan oleh kita semua," ujar Constantine II, seperti dikutip dari AP, Minggu (11/4).

"Dia adalah pria dengan karakter hebat yang akan dikenang karena pemikirannya yang maju, kecerdasannya yang tajam, dan dukungannya yang terus menerus untuk Ratu Elizabeth II," lanjutnya.

Philip lahir di Pulau Corfu Yunani. Setelah keluarganya diasingkan, dia dibesarkan di Prancis dan kemudian di Inggris.

Raja Yunani yang diasingkan dan istrinya, Ratu Anne-Marie, tinggal di London selama beberapa dekade hingga pindah kembali ke Yunani pada 2015.

Pangeran Philip, Duke of Edinburgh, meninggal pada 9 April 2021 pada usia 99 tahun, setelah sempat dirawat di rumah sakit karena masalah jantung.

Anggota Keluarga Kerajaan Yunani juga telah menulis penghormatan yang menyentuh untuk Pangeran Philip, yang terlahir sebagai keturunan Yunani dan Denmark,  di saluran media sosial mereka.

Putra Mahkota Pavlos menulis pesan panjang tentang 'Paman Philip' yang menurutnya adalah anggota keluarga besar Yunani yang sangat dicintai.

“Dengan standar apa pun yang dapat dibayangkan, dia adalah hamba yang paling luar biasa bagi Penguasa dan Kerajaan Inggris, negara angkatnya, dan Persemakmuran. Dia dipersenjatai dengan tekad, kasih sayang, visi dan kesetiaan yang teguh yang merupakan inti dari kemampuannya untuk mendukung Ratu dalam kestabilan mereka di tengah arus pasang surut di abad yang lalu dan seterusnya." 
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Indonesia Bangkit Pembangunan Ekonomi

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Tragedi Nanggala, Lalu Apa?

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Farah Zoomtalk Spesial Ramadhan • Bincang Buku Rahasia Kesehatan Rasulullah

Minggu, 09 Mei 2021

Artikel Lainnya

Kecam Bentrokan Di Masjid Al Aqsa, Erdogan: Israel Negara Teroris Yang Kejam
Dunia

Kecam Bentrokan Di Masjid Al..

09 Mei 2021 06:12
Bantu Kamboja Perangi Covid-19, Jepang Sumbang 35 Unit Ambulans
Dunia

Bantu Kamboja Perangi Covid-..

09 Mei 2021 00:28
Indonesia: Pengusiran Paksa Warga Palestina Dan Kekerasan Di Masjid Al Aqsa Melukai Perasaan Umat Muslim
Dunia

Indonesia: Pengusiran Paksa ..

09 Mei 2021 00:21
Jelang Mothers Day, Lembaga Advokasi AST Suarakan Aspirasi Kaum Perempuan Turki
Dunia

Jelang Mothers Day, Lembaga ..

08 Mei 2021 19:09
Khamenei: Israel Bukan Negara, Tapi Basis Teroris!
Dunia

Khamenei: Israel Bukan Negar..

08 Mei 2021 17:12
Penuh Percaya Diri, Xi Jinping Yakin China Berhasil Selenggarakan Olimpiade Beijing 2022 Sesuai Jadwal
Dunia

Penuh Percaya Diri, Xi Jinpi..

08 Mei 2021 16:58
Tambang Kapur Meledak Di India, Sedikitnya 10 Pekerja Tewas Dan Puluhan Lainnya Dinyatakan Hilang
Dunia

Tambang Kapur Meledak Di Ind..

08 Mei 2021 15:54
Bentrokan Sheikh Jarrah:  Politisi AS Kecam Israel Yang Gusur Paksa Warga Palestina
Dunia

Bentrokan Sheikh Jarrah: Po..

08 Mei 2021 15:20