Rusia Peringatkan Amerika: Demi Kebaikan, Menjauhlah Dari Laut Hitam

Kapal perusak Amerika di Laut Hitam/Net

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov memperingatkan agar Washington menjauh dari wilayah Laut Hitam dan menghentikan provokasi mereka di sana.

Berbicara pada konferensi pers di Moskow pada hari Selasa (13/4), Ryabkov mengatakan bahwa AS dengan sengaja mengirim kapal perang mereka ke Laut Hitam untuk melakukan provokasi.

"Kapal perang Amerika sama sekali tidak ada hubungannya di dekat pantai kami. Ini murni tindakan provokatif yang mereka lakukan, provokatif dalam arti yang sebenarnya. Mereka menguji kekuatan kami, mempermainkan saraf kami. Mereka tidak akan berhasil," katanya, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Selasa (13/4).

Ryabkov juga menuduh AS merasa seperti penguasa lautan, mewarisi Inggris Raya dari era lain. Washington harus memahami bahwa 'risiko insiden sangat tinggi'.

"Kami memperingatkan AS bahwa lebih baik menjauh dari Krimea, dari pantai Laut Hitam kami. Itu demi kebaikan mereka sendiri," kata diplomat itu.

Ryabkov kemudian mengecam AS dan NATO karena telah 'mengubah Ukraina menjadi tong mesiu', mengatakan AS dan negara-negara NATO lainnya telah melakukan kegiatan militer di wilayah Ukraina selama bertahun-tahun, yang menimbulkan ancaman serius bagi keamanan Rusia.

Menanggapi peringatan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken yang mengatakan bahwa jika Rusia bertindak 'agresif atau sembrono' terhadap Ukraina, itu akan dibayar dengan harga dan konsekuensi, Ryabkov mengatakan Rusia akan terus melindungi penduduk berbahasa Rusia di Donbas, timur Ukraina.

"Pertama, kami telah bekerja dengan baik pada apa yang telah mereka lakukan sejauh ini. Kedua, kami beradaptasi dengan sangat baik. Kami hanya membela kepentingan kami, kami sedang memikirkan kepentingan populasi berbahasa Rusia," katanya.

Ancaman apa pun hanya memperkuat keyakinan Rusia bahwa ia berada di jalur yang benar.

Konflik di tenggara Ukraina telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Kyiv dan separatis saling menuduh melanggar gencatan senjata.  

Ukraina juga menuduh Rusia menarik pasukan ke perbatasan, sementara Moskow mengatakan itu adalah tanggapan atas tindakan provokatif Kyiv.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

RMOL WORLD VIEW • Palestina Tidak Pernah Sendiri

Rabu, 02 Juni 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Membaca Anggaran Alutsista Rp 1,7 Kuadriliun

Kamis, 03 Juni 2021
Video

Tak Berizin dan Undang Ratusan Orang, Hajatan Khitan di Semarang Dibubarkan

Senin, 07 Juni 2021

Artikel Lainnya

Jelang KTT NATO, Menhan Turki, Inggris Dan Italia Bertemu Di Kapal HMS Queen Elizabeth
Dunia

Jelang KTT NATO, Menhan Turk..

12 Juni 2021 18:57
Resmi: Haji Tahun Ini Hanya Untuk Umat Muslim Yang Berada Di Arab Saudi Dan Jumlahnya Tidak Lebih Dari 60.000 Jemaah
Dunia

Resmi: Haji Tahun Ini Hanya ..

12 Juni 2021 18:35
Presiden Tsai Ing-wen: Vaksinasi Covid-19 Untuk Masyarakat Umum Taiwan Dimulai Juli 2021
Dunia

Presiden Tsai Ing-wen: Vaksi..

12 Juni 2021 16:47
Tidak Masalah Disebut Pembunuh, Vladimir Putin: Joe Biden Lebih Mudah Diprediksi Dibanding Donald Trump Yang Penuh Warna
Dunia

Tidak Masalah Disebut Pembun..

12 Juni 2021 16:24
Wabah Baru Covid-19 Guangdong China Kebanyakan Menyerang Lansia Dan Anak, 80 Persen Alami Demam
Dunia

Wabah Baru Covid-19 Guangdon..

12 Juni 2021 15:36
Mali Umumkan Pemerintahan Baru, Peran Kunci Masih Dipegang Tokoh Militer
Dunia

Mali Umumkan Pemerintahan Ba..

12 Juni 2021 15:22
China Dan Langkahnya Yang Salah Di Eropa Tengah Dan Timur
Dunia

China Dan Langkahnya Yang Sa..

12 Juni 2021 15:09
Untuk Yang Ketiga Kali Keluarga Pilot Rusia Mengirimkan Surat Permohonan Ampunan Kepada Gedung Putih
Dunia

Untuk Yang Ketiga Kali Kelua..

12 Juni 2021 13:39