Terkait Masalah Uighur, Raja Saus Jepang Hentikan Impor Tomat Dari Xinjiang

Ilustrasi/Net

Produsen saus Jepang terkemuka, Kagome, memutuskan untuk menghentikan impor tomat asal Xinjiang, China.

Langkah itu ditempuh menyusul produsen makanan dari negara-negara Barat yang telah berhenti menggunakan tomat atau bahan baku lain dari wilayah Xinjiang atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia terhadap Muslim Uighur di wilayah itu.

Kagome, perusahaan pembuat saus pasta dan jus tomat, telah menghentikan impor tomat yang ditanam di Xinjiang tahun lalu. Tomat yang sudah terlanjur diimpor tidak akan digunakan lagi dalam produk olahan mereka tahun ini.

"Selain biaya dan kualitas, masalah hak asasi manusia telah menjadi faktor dalam pengambilan keputusan,” kata seorang perwakilan Kagome, seperti dikutip dari Nikkei, Rabu (14/4).

Kagome diyakini sebagai perusahaan besar Jepang pertama yang berhenti berbisnis dengan wilayah tersebut karena masalah Uighur. Sejumlah merek Barat yang populer, termasuk H&M dan Nike, telah berhenti membeli bahan yang dibuat di wilayah tersebut, yang pada gilirannya memicu reaksi balik dari konsumen China.

Namun, penghentian impor pada operasi Kagome tampaknya tidak akan terlalu berpengaruh banyak. Pengadaan tomat Xinjiang pada perusahaan itu, yang dikirim dalam bentuk pasta, telah menurun selama beberapa tahun terakhir. Tomat Xinjiang saat ini mewakili kurang dari 1 persen dari total tomat yang digunakan oleh perusahaan tersebut. Hasil panen akan digantikan oleh tomat dari negara lain, dan tidak akan berdampak pada produksi.

Kagome selalu mengungkapkan di situs webnya bahwa mereka memproduksi bahan mentah di Xinjiang.

"Perusahaan melakukan kunjungan rutin ke pabrik dan ladang dan telah memastikan bahwa tomat yang digunakan di masa lalu tidak diproduksi di lingkungan yang melanggar hak asasi manusia," kata seorang perwakilan Kagome.

China adalah produsen tomat teratas dunia pada tahun 2019, menyediakan 62,76 juta ton, atau sekitar 35 persen dari produksi global, menurut data dari Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Wilayah Xinjiang khususnya sangat ideal untuk menanam tomat dengan banyak sinar matahari di musim panas dan perbedaan suhu antara siang dan malam.

Investor dan kelompok hak asasi manusia telah memberikan tekanan pada perusahaan atas pelanggaran terhadap Uighur. Interfaith Center on Corporate Responsibility, sebuah kelompok advokasi pemegang saham AS, bulan lalu mendesak 47 perusahaan yang diduga menggunakan pemasok yang terlibat dalam kerja paksa di Xinjiang untuk mengungkapkan rincian tentang mereka.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Kok Jadi Kontroversial, Padahal Begini Test Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK

Selasa, 11 Mei 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Pemerintah Harusnya Jaga Perasaan Rakyat

Selasa, 11 Mei 2021

Artikel Lainnya

Buat Aksi Solidaritas Palestina Di Kawasan, Jokowi Sampaikan Pernyataan Bersama Sultan Bolkiah Dan PM Muhyiddin
Dunia

Buat Aksi Solidaritas Palest..

17 Mei 2021 23:56
Militer Israel Akui Sudah Serang Kapal Selam Hamas Di Dekat Pantai Gaza
Dunia

Militer Israel Akui Sudah Se..

17 Mei 2021 20:24
Jalur Gaza Dibombardir, AS Sepakati Paket Penjualan Senjata Ratusan Juta Dolar Ke Israel
Dunia

Jalur Gaza Dibombardir, AS S..

17 Mei 2021 19:59
Erdogan Telepon Paus Fransiskus, Desak Bantu Akhiri Agresi Militer Israel
Dunia

Erdogan Telepon Paus Fransis..

17 Mei 2021 19:01
India Bersiap Hadapi Bencana Angin Topan Besar Di Tengah Derita Tsunami Covid-19
Dunia

India Bersiap Hadapi Bencana..

17 Mei 2021 17:12
Save the Children: Tiga Anak Di Gaza Terluka Setiap Satu Jam
Dunia

Save the Children: Tiga Anak..

17 Mei 2021 16:56
Konflik Israel-Hamas Merembet Ke Belanda, Monumen Pembantaian Warga Yahudi Jadi Korban Vandalisme
Dunia

Konflik Israel-Hamas Merembe..

17 Mei 2021 16:55
Kasus Covid-19 Menurun Turki Buka Pembatasan Bertahap, Pesta Pernikahan Tetap Dilarang
Dunia

Kasus Covid-19 Menurun Turki..

17 Mei 2021 16:37