Percaya Vaksin Sinovac, Menkes Thailand: Informasi Menyesatkan Bisa Gagalkan Upaya Vaksinasi

Menteri Kesehatan Masyarakat Thailand, Anutin Charnvirakul/Net

Menteri Kesehatan Masyarakat Thailand, Anutin Charnvirakul, tetap mengakui kualitas vaksin Covid-19 Sinovac, meskipun ada laporan yang mengatakan bahwa vaksin buatan China tersebut memiliki tingkat perlindungan yang rendah.

Menteri mengatakan di Facebook bahwa masalah seputar vaksin Covid-19 dari China telah menyebabkan banyak kebingungan dalam beberapa hari terakhir dan beberapa politisi mengeksploitasinya.

“Politisi (Thailand) yang tidak memiliki pengetahuan tentang vaksin telah membesar-besarkan berita asing dan mengklaim vaksin AstraZeneca dan Sinovac yang telah dibeli oleh pemerintah tidak efektif,” ujarnya, seperti dikutip dari Bangkok Post, Rabu (14/4).

“Kedua vaksin tersebut telah disetujui oleh Organisasi Kesehatan Dunia untuk digunakan dan banyak negara telah menggunakannya,” lanjutnya.

Kekhawatiran muncul atas kemanjuran vaksin Covid-19 China setelah seorang pejabat senior kesehatan China mengakui tingkat perlindungan yang mereka berikan tidak tinggi, sebelum menarik kembali komentar tersebut.

George Fu Gao, kepala Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit China, mengatakan pada sebuah forum bahwa ada sesuatu yang perlu dilakukan untuk mengatasi rendahnya tingkat perlindungan vaksin China, menurut outlet berita lokal The Paper .

Gao sejak itu mengatakan kepada surat kabar China Global Times bahwa pernyataannya disalahartikan dan hanya dimaksudkan untuk menyarankan cara untuk meningkatkan kemanjuran vaksin.

Anutin mengatakan pada hari Selasa bahwa informasi yang menyesatkan tentang vaksin Sinovac mungkin menggagalkan upaya vaksinasi negara itu, yang diharapkan akan selesai pada akhir tahun ini.

“Orang bebas memilih untuk percaya pada ahli atau politisi yang tidak tahu apa-apa,” katanya.

Kementerian pada hari Selasa bahkan menyatakan vaksin Sinovac 100 persen efektif dalam mencegah kasus Covid-19 yang parah.

Direktur National Vaccine Institute, Nakorn Premsri mengatakan para ilmuwan sedang memantau kemanjuran semua vaksin.

Dalam kasus Sinovac, tingkat kemanjuran 50,7 persen adalah hasil dari uji coba Fase III dengan petugas medis di Brasil di mana pandemi sedang meningkat.

“Itu memenuhi standar WHO. Kemanjurannya mencapai 83,7 persen di antara pasien Covid-19 dengan gejala sedang hingga parah dan 100% di antara mereka dengan gejala ringan,”kata Dr Nakorn.

Sementara, Kepala Pusat Keunggulan dalam Virologi Klinis di Universitas Chulalongkorn, Yong Poovorawan, mengatakan vaksin Covid-19 telah disetujui untuk penggunaan darurat karena manfaatnya lebih besar daripada risikonya.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

RMOL WORLD VIEW • Palestina Tidak Pernah Sendiri

Rabu, 02 Juni 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Membaca Anggaran Alutsista Rp 1,7 Kuadriliun

Kamis, 03 Juni 2021
Video

Tak Berizin dan Undang Ratusan Orang, Hajatan Khitan di Semarang Dibubarkan

Senin, 07 Juni 2021

Artikel Lainnya

Presiden Tsai Ing-wen: Vaksinasi Covid-19 Untuk Masyarakat Umum Taiwan Dimulai Juli 2021
Dunia

Presiden Tsai Ing-wen: Vaksi..

12 Juni 2021 16:47
Tidak Masalah Disebut Pembunuh, Vladimir Putin: Joe Biden Lebih Mudah Diprediksi Dibanding Donald Trump Yang Penuh Warna
Dunia

Tidak Masalah Disebut Pembun..

12 Juni 2021 16:24
Wabah Baru Covid-19 Guangdong China Kebanyakan Menyerang Lansia Dan Anak, 80 Persen Alami Demam
Dunia

Wabah Baru Covid-19 Guangdon..

12 Juni 2021 15:36
Mali Umumkan Pemerintahan Baru, Peran Kunci Masih Dipegang Tokoh Militer
Dunia

Mali Umumkan Pemerintahan Ba..

12 Juni 2021 15:22
China Dan Langkahnya Yang Salah Di Eropa Tengah Dan Timur
Dunia

China Dan Langkahnya Yang Sa..

12 Juni 2021 15:09
Untuk Yang Ketiga Kali Keluarga Pilot Rusia Mengirimkan Surat Permohonan Ampunan Kepada Gedung Putih
Dunia

Untuk Yang Ketiga Kali Kelua..

12 Juni 2021 13:39
Diprotes China Karena Sebut Taiwan Sebagai Negara, Tokyo Pastikan Hubungan Jepang-Taiwan Bersifat Tidak Resmi
Dunia

Diprotes China Karena Sebut ..

12 Juni 2021 12:55
Mantan Pendeta Katolik AS Richard Daschbach Diadili Di Timor Leste, Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara
Dunia

Mantan Pendeta Katolik AS Ri..

12 Juni 2021 12:14