Pakistan Resmi Larang Partai Islam Garis Keras TLP Lewat Undang-undang Anti Terorisme

Menteri Dalam Negeri Sheikh Rashid Ahmed/Net

Pemerintah Pakistan resmi melarang partai Islam yang dianggap radikal di bawah Undang-Undang Terorisme, setelah para pendukungnya terlibat bentrok dengan aparat keamanan negara selama tiga hari berturut-turut. Bentrokan itu menyebabkan tujuh orang tewas dan lebih dari 300 polisi terluka.

Keputusan pelarangan partai Tehreek-i-Labaik Pakistan (TLP) disampaikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Sheikh Rashid Ahmed pada Rabu (14/4) waktu setempat. Kepada media, mendagri mengatakan hal itu sesuai dengan Aturan 11-B Undang-Undang Anti-Terorisme tahun 1997.

"Saya telah menyetujui proposal yang dikirim oleh pemerintah Punjab untuk melarang TLP," katanya, seperti dikutip dari Wion, Rabu (14/4).

"Kami juga telah memperingatkan mereka yang mendanai TLP," lanjutnya.

Ahmed mengatakan bahwa sedikitnya dua pejabat polisi tewas dan 340 lainnya cedera dalam bentrokan dengan para pengunjuk rasa selama dua hari terakhir.

Ada laporan media bahwa setidaknya dua pengunjuk rasa juga tewas.

Pengumuman itu datang beberapa jam setelah Pakistani Rangers membersihkan jalan raya utama negara itu menyusul bentrokan sporadis dengan pendukung TLP di beberapa kota.

TLP telah melancarkan protes di seluruh negeri pada hari Senin setelah penangkapan ketuanya Saad Hussain Rizvi menjelang batas waktu 20 April yang telah diberikan kelompok Islamis kepada pemerintah Imran Khan untuk mengusir duta besar Prancis. Permintaan itu terkait dengan penerbitan kartun Nabi Muhammad di Prancis.

TLP, yang mengantongi 2,5 juta suara dalam pemilihan umum 2018, memblokir jalan di seluruh negeri menyusul penangkapan Saad Rizvi, putra Khadim Hussain Rizvi, yang meninggal beberapa bulan lalu.

Lembaga penegak hukum mengklaim telah menangkap lebih dari 2.000 pekerja TLP di seluruh negeri, kebanyakan mereka berasal dari Punjab.

Ahmed mengatakan bahwa "pemerintah akan berurusan dengan tangan besi dengan mereka yang mengambil hukum ke tangan mereka sendiri".

Dia mengatakan Rangers akan tetap dikerahkan di semua kota besar negara itu selama bulan Ramadhan untuk menjaga hukum dan ketertiban.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Indonesia Bangkit Pembangunan Ekonomi

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Tragedi Nanggala, Lalu Apa?

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Farah Zoomtalk Spesial Ramadhan • Bincang Buku Rahasia Kesehatan Rasulullah

Minggu, 09 Mei 2021

Artikel Lainnya

Kecam Bentrokan Di Masjid Al Aqsa, Erdogan: Israel Negara Teroris Yang Kejam
Dunia

Kecam Bentrokan Di Masjid Al..

09 Mei 2021 06:12
Bantu Kamboja Perangi Covid-19, Jepang Sumbang 35 Unit Ambulans
Dunia

Bantu Kamboja Perangi Covid-..

09 Mei 2021 00:28
Indonesia: Pengusiran Paksa Warga Palestina Dan Kekerasan Di Masjid Al Aqsa Melukai Perasaan Umat Muslim
Dunia

Indonesia: Pengusiran Paksa ..

09 Mei 2021 00:21
Jelang Mothers Day, Lembaga Advokasi AST Suarakan Aspirasi Kaum Perempuan Turki
Dunia

Jelang Mothers Day, Lembaga ..

08 Mei 2021 19:09
Khamenei: Israel Bukan Negara, Tapi Basis Teroris!
Dunia

Khamenei: Israel Bukan Negar..

08 Mei 2021 17:12
Penuh Percaya Diri, Xi Jinping Yakin China Berhasil Selenggarakan Olimpiade Beijing 2022 Sesuai Jadwal
Dunia

Penuh Percaya Diri, Xi Jinpi..

08 Mei 2021 16:58
Tambang Kapur Meledak Di India, Sedikitnya 10 Pekerja Tewas Dan Puluhan Lainnya Dinyatakan Hilang
Dunia

Tambang Kapur Meledak Di Ind..

08 Mei 2021 15:54
Bentrokan Sheikh Jarrah:  Politisi AS Kecam Israel Yang Gusur Paksa Warga Palestina
Dunia

Bentrokan Sheikh Jarrah: Po..

08 Mei 2021 15:20