Ikut Langkah AS, Belanda Tangguhkan Penggunaan Vaksin Johnson And Johnson

Ilustrasi/Net

Kabinet sementara Belanda telah mengumumkan bahwa pihaknya akan menunda penggunaan vaksin Covid-19 buatan Johnson and Johnson (Janssen), menyusul kekhawatiran adanya efek pembekuan darah usai menerima suntikan vaksin tersebut.

Saat ini vaksin buatan AS itu sedang diselidiki pihak terkait, untuk menentukan apakah itu dapat menyebabkan efek samping langka yang menggabungkan jenis bekuan darah tertentu dengan jumlah trombosit yang rendah. Enam orang saat ini sedang diamati dari lebih 6,8 juta yang menerima vaksinasi.

Vaksin ini pertama kali diberikan kepada karyawan dan pasien di fasilitas perawatan kesehatan mental, dan karyawan rumah sakit di bawah 60 tahun yang bekerja langsung dengan pasien.

"Begitu lebih banyak yang diketahui tentang bagaimana Belanda akan menangani vaksin Janssen, orang-orang ini juga akan mendapatkan kejelasan lebih lanjut tentang vaksinasi mereka," kata Kementerian Kesehatan, pada Rabu, seperti dikutip dari NL Times, Kamis (5/4).

Sebelumnya, European Medicines Agency (EMA) mengatakan bahwa perusahaan farmasi Amerika Johnson & Johnson akan menghubungi semua pemerintah negara Uni Eropa untuk meminta mereka agar tidak menggunakan vaksin Janssen Covid-19 untuk sementara waktu.

Penyelidikan di Amerika Serikat terhadap kasus trombosis sinus vena serebral dengan tingkat trombosit darah yang rendah juga akan ditinjau oleh komite keamanan PRAC EMA.

"Perusahaan melakukan kontak dengan otoritas nasional, merekomendasikan untuk menyimpan dosis yang sudah diterima sampai PRAC mengeluarkan rekomendasi yang dipercepat," kata EMA.

Menteri Kesehatan Belanda Hugo de Jonge akan menunggu untuk memutuskan bagaimana vaksin Janssen akan digunakan sampai EMA merilis hasil penyelidikannya. Studi tersebut kemungkinan akan dirilis minggu depan.

Sementara itu, Perdana Menteri Mark Rutte mengakui bahwa penundaan strategi vaksinasi akan memperlambat proses pembebasan Belanda dari lockdown.

EMA merekomendasikan persetujuan vaksin Janssen pada 11 Maret. Sebulan kemudian, vaksin itu tiba dalam jumlah terbatas dan tidak digunakan secara luas.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Kok Jadi Kontroversial, Padahal Begini Test Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK

Selasa, 11 Mei 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Pemerintah Harusnya Jaga Perasaan Rakyat

Selasa, 11 Mei 2021

Artikel Lainnya

Buat Aksi Solidaritas Palestina Di Kawasan, Jokowi Sampaikan Pernyataan Bersama Sultan Bolkiah Dan PM Muhyiddin
Dunia

Buat Aksi Solidaritas Palest..

17 Mei 2021 23:56
Militer Israel Akui Sudah Serang Kapal Selam Hamas Di Dekat Pantai Gaza
Dunia

Militer Israel Akui Sudah Se..

17 Mei 2021 20:24
Jalur Gaza Dibombardir, AS Sepakati Paket Penjualan Senjata Ratusan Juta Dolar Ke Israel
Dunia

Jalur Gaza Dibombardir, AS S..

17 Mei 2021 19:59
Erdogan Telepon Paus Fransiskus, Desak Bantu Akhiri Agresi Militer Israel
Dunia

Erdogan Telepon Paus Fransis..

17 Mei 2021 19:01
India Bersiap Hadapi Bencana Angin Topan Besar Di Tengah Derita Tsunami Covid-19
Dunia

India Bersiap Hadapi Bencana..

17 Mei 2021 17:12
Save the Children: Tiga Anak Di Gaza Terluka Setiap Satu Jam
Dunia

Save the Children: Tiga Anak..

17 Mei 2021 16:56
Konflik Israel-Hamas Merembet Ke Belanda, Monumen Pembantaian Warga Yahudi Jadi Korban Vandalisme
Dunia

Konflik Israel-Hamas Merembe..

17 Mei 2021 16:55
Kasus Covid-19 Menurun Turki Buka Pembatasan Bertahap, Pesta Pernikahan Tetap Dilarang
Dunia

Kasus Covid-19 Menurun Turki..

17 Mei 2021 16:37