Lewat Surat, Mark Zuckerberg Diminta Hentikan Rencana Pembuatan Instagram Versi Anak

Instagram/Net

Sebanyak hampir 100 kelompok dan individu dari Amerika Utara, Eropa, Afrika dan Australia mengajukan permohonan kepada pendiri Facebook, Mark Zuckerberg.

Permohonan itu disampaikan lewat sudat  yang dikirim pada Kamis (15/4), di mana mereka meminta Zuckerbeg membatalkan rencana untuk merilis Instagram untuk pra-remaja.

Salah satu pihak yang ikut dalam surat itu adalah Kampanye untuk Masa Kecil Bebas Komersial dan Pusat Informasi Privasi Elektronik.

Dalam isi surat itu, mereka mengatakan Instagram mengeksploitas ketakutan anak muda akan ketinggalan dan keinginan untuk mendapatkan persetujuan dari teman sebaya.

"Fokus platform yang tanpa henti pada penampilan, presentasi diri, dan pencitraan merek menghadirkan tantangan bagi privasi dan kesejahteraan remaja," tulis surat itu, seperti dikutip AFP.

Disebutkan, mereka khawatir jika Instagram dapat membentuk predator, penindas, dan konten yang tidak pantas.

Instagram merupakan platform media sosial milik Facebook. Seperti halnya Facebook, Instagram hanya dapat digunakan untuk mereka yang sudah berusia di atas 13 tahun.

Memiliki lebih dari satu miliar pengguna, baru-baru ini Instagram meluncurkan teknologi yang bertujuan untuk mencegah anak-anak di bawah umur membuat akun.

Namun Facebook juga diketahui sedang menjajaki peluncuran Instagram versi anak-anak di bawah 13 tahun, dengan kontrol orangtua.

"Kenyataannya adalah bahwa anak-anak sedang online," kata jurubicara Facebook Stephanie Otway.

"Mereka ingin terhubung dengan keluarga dan teman mereka, bersenang-senang dan belajar, dan kami ingin membantu mereka melakukannya dengan cara yang aman dan sesuai usia," tambahnya.

Otway mengatakan, Facebook bekerja dengan ahli perkembangan anak dan kesehatan mental untuk memprioritaskan keselamatan dan privasi mereka.

Namun sejumlah kelompok advokasi meragukan Instagram versi anak yang diusulkan tersebut.

"Rekam jejak Facebook yang panjang dalam mengeksploitasi anak muda dan menempatkan mereka pada risiko membuat perusahaan tidak cocok sebagai penjaga situs berbagi foto dan pesan sosial untuk anak-anak," kata surat mereka.

"Singkatnya, situs Instagram untuk anak-anak akan membuat anak kecil menghadapi sejumlah risiko serius dan akan menawarkan sedikit manfaat bagi keluarga," tegas mereka.

Kolom Komentar


Video

Indonesia Bangkit Pembangunan Ekonomi

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Tragedi Nanggala, Lalu Apa?

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Farah Zoomtalk Spesial Ramadhan • Bincang Buku Rahasia Kesehatan Rasulullah

Minggu, 09 Mei 2021

Artikel Lainnya

Kecam Bentrokan Di Masjid Al Aqsa, Erdogan: Israel Negara Teroris Yang Kejam
Dunia

Kecam Bentrokan Di Masjid Al..

09 Mei 2021 06:12
Bantu Kamboja Perangi Covid-19, Jepang Sumbang 35 Unit Ambulans
Dunia

Bantu Kamboja Perangi Covid-..

09 Mei 2021 00:28
Indonesia: Pengusiran Paksa Warga Palestina Dan Kekerasan Di Masjid Al Aqsa Melukai Perasaan Umat Muslim
Dunia

Indonesia: Pengusiran Paksa ..

09 Mei 2021 00:21
Jelang Mothers Day, Lembaga Advokasi AST Suarakan Aspirasi Kaum Perempuan Turki
Dunia

Jelang Mothers Day, Lembaga ..

08 Mei 2021 19:09
Khamenei: Israel Bukan Negara, Tapi Basis Teroris!
Dunia

Khamenei: Israel Bukan Negar..

08 Mei 2021 17:12
Penuh Percaya Diri, Xi Jinping Yakin China Berhasil Selenggarakan Olimpiade Beijing 2022 Sesuai Jadwal
Dunia

Penuh Percaya Diri, Xi Jinpi..

08 Mei 2021 16:58
Tambang Kapur Meledak Di India, Sedikitnya 10 Pekerja Tewas Dan Puluhan Lainnya Dinyatakan Hilang
Dunia

Tambang Kapur Meledak Di Ind..

08 Mei 2021 15:54
Bentrokan Sheikh Jarrah:  Politisi AS Kecam Israel Yang Gusur Paksa Warga Palestina
Dunia

Bentrokan Sheikh Jarrah: Po..

08 Mei 2021 15:20