Penembakan Bocah 13 Tahun Di Chicago Picu Kemarahan Warga Terhadap Polisi

Adam Toledo mengangkat tangan sebelum ditembak oleh polisi/Net

Aksi polisi menembak seorang anak laki-laki yang tak bersenjata di Chicago, Amerika Serikat, memicu reaksi luas di masyarakat.

Insiden tersebut terjadi pada 29 Maret pukyl 2.30 dini hari di sebuah sang di Little Village yang berlokasi di kota  West Side.

Pada Kamis (15/4), pejabat Chicago merilis video berdurasi 9 menit yang direkam dari bodycam petugas polisi.

Dalam video itu terlihat seorang petugas polisi tak dikenal keluar dari mobil patroli dan mengejar Adam Toledo, seorang anak laki-laki berusia 13 tahun.

Terdengar polisi meneriakan "berhenti" pada Toledo sebelum berhasil menyusulnya dan memerintahkannya mengangkat tangan.

Toledo tampak mengangkat tangannya tepat sebelum petugas tersebut melepaskan satu tembakan dan kemudian langsung berlari ke arah bocah tersebut saat ia terjatuh ke tanah.

"Ada tembakan, tembakan. Panggil ambulans ke sini sekarang," kata polisi itu dalam video.

"Tetaplah bersamaku, tetaplah bersamaku," tambahnya.

"Seseorang bawa perlengkapan medis sekarang!" teriaknya lagi.

Sekitar 5 menit dan 30 detik dalam video tersebut, petugas tersebut menyorotkan senter, berusaha memberi Toledo CPR untuk menyelamatkan nyawanya.

Sebelumnya, Departemen Kepolisian Chicago berdalih, penembakan dilakukan karena Toledo memiliki pistol di tangannya. Namun di dalam video tidak jelas apakah dia membawanya pada saat penembakan.

Departemen menyebut, pengejaran terhadap Toledo dan seorang pria lainnya dilakukan setelah polisi mendapatkan laporan mengenai tembakan.

Kantor Akuntabilitas Polisi Sipil kota juga merilis sekitar 33 file data, termasuk video kamera tubuh polisi lainnya, rekaman dari kamera keamanan terdekat dan dokumen terkait dengan insiden tersebut.

Insiden penembakan Toledo semakin memancing kemarahan warga yang sudah gerah dengan kekerasan oleh polisi.

Terlebih pada  Minggu (11/4), polisi juga melakukan penembakan fatal pada pria kulit hitam Daunte Wright di Minneapolis. Saat ini, persidangan atas kematian George Floyd pada tahun lalu juga sedang berlangsung.

"Chicago, serta terlalu banyak bagian negara kita, memiliki warisan panjang kekerasan polisi dan pelanggaran polisi yang telah menyebabkan terlalu banyak penduduk, terutama mereka yang berkulit hitam dan coklat, dalam keadaan ketakutan dan kesakitan yang terus-menerus," ujar Walikota Chicago, Lori Lightfoot.

Pejabat kota mendesak warga untuk tetap tenang. Namun mereka juga bersiap jika akan munculnya kerusuhan sipil seperti pasca insiden yang terjadi pada Floyd tahun lalu.

Kolom Komentar


Video

Indonesia Bangkit Pembangunan Ekonomi

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Tragedi Nanggala, Lalu Apa?

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Farah Zoomtalk Spesial Ramadhan • Bincang Buku Rahasia Kesehatan Rasulullah

Minggu, 09 Mei 2021

Artikel Lainnya

Kecam Bentrokan Di Masjid Al Aqsa, Erdogan: Israel Negara Teroris Yang Kejam
Dunia

Kecam Bentrokan Di Masjid Al..

09 Mei 2021 06:12
Bantu Kamboja Perangi Covid-19, Jepang Sumbang 35 Unit Ambulans
Dunia

Bantu Kamboja Perangi Covid-..

09 Mei 2021 00:28
Indonesia: Pengusiran Paksa Warga Palestina Dan Kekerasan Di Masjid Al Aqsa Melukai Perasaan Umat Muslim
Dunia

Indonesia: Pengusiran Paksa ..

09 Mei 2021 00:21
Jelang Mothers Day, Lembaga Advokasi AST Suarakan Aspirasi Kaum Perempuan Turki
Dunia

Jelang Mothers Day, Lembaga ..

08 Mei 2021 19:09
Khamenei: Israel Bukan Negara, Tapi Basis Teroris!
Dunia

Khamenei: Israel Bukan Negar..

08 Mei 2021 17:12
Penuh Percaya Diri, Xi Jinping Yakin China Berhasil Selenggarakan Olimpiade Beijing 2022 Sesuai Jadwal
Dunia

Penuh Percaya Diri, Xi Jinpi..

08 Mei 2021 16:58
Tambang Kapur Meledak Di India, Sedikitnya 10 Pekerja Tewas Dan Puluhan Lainnya Dinyatakan Hilang
Dunia

Tambang Kapur Meledak Di Ind..

08 Mei 2021 15:54
Bentrokan Sheikh Jarrah:  Politisi AS Kecam Israel Yang Gusur Paksa Warga Palestina
Dunia

Bentrokan Sheikh Jarrah: Po..

08 Mei 2021 15:20