Menkes Thailand Sarankan Pelarangan Penjualan Minuman Beralkohol Daripada Lockdown

Menteri Kesehatan Masyarakat Thailand Anutin Chanvirakul/Net

Menteri Kesehatan Masyarakat Thailand Anutin Chanvirakul, dalam pernyataan terbarunya mengatakan bahwa saat ini pemerintah yakin masih dapat mengatasi krisis Covid-19 tanpa perlu memberlakukan lockdown.

Pernyataan tersebut disampaikan menteri usai melakukan pertemuan komite nasional untuk penyakit menular pada Kamis (15/4) waktu setempat.

"Kami tidak melihat ada gunanya memberlakukan lockdown untuk saat ini," ujarnya, seperti dikutip dari Bangkok Post, Jumat (16/4).

“Siklus penyakit (saat ini) baru dua minggu dan kami telah memiliki kerjasama yang baik dari semua pemangku kepentingan. Yang perlu kami lihat sekarang adalah mobilitas yang lebih sedikit. Jika kami bisa melakukannya, kami pasti akan melihat penurunan jumlah infeksi baru dengan bulan depan," lanjutnya.

Alih-alih melakukan lockdown, panitia memutuskan untuk menyarankan kepada pemerintah agar melarang minuman beralkohol di restoran secara nasional dan melarang pertemuan massal, termasuk meminta sekolah dan universitas di seluruh negeri untuk melakukan semua kursus mereka secara online.

Disimpulkan bahwa 18 provinsi harus diklasifikasikan sebagai wilayah kendali akhir (zona merah): Bangkok, Chiang Mai, Chon Buri, Samut Prakan, Prachuap Khiri Khan, Samut Sakhon, Pathum Thani, Nakhon Pathom, Phuket, Nakhon Ratchasima, Nonthaburi, Songkhla, Tak, Udon Thani, Suphan Buri, Sa Kaeo, Rayong dan Khon Kaen.

Anutin mengatakan komite secara luas menyetujui serangkaian tindakan untuk mengendalikan penyakit, termasuk memerintahkan agar restoran tutup pada jam 9 malam di provinsi zona merah dan jam 11 malam di tempat lain. Penjualan alkohol di restoran harus dilarang di seluruh negeri, kata anggota.

Proposal lain termasuk larangan pesta dan pertemuan lebih dari 50 orang, melarang semua kelas tatap muka dan menutup taman hiburan, bahkan termasuk area rekreasi di dalam department store.

Proposal tersebut akan dibahas pada pertemuan Pusat Administrasi Situasi Covid-19 hari Jumat (16/4), yang akan dipimpin oleh Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha. Jika diterapkan, langkah tersebut akan efektif hingga akhir bulan ini.

Sejak 1 April, Covid-19 telah dilaporkan di 75 provinsi, hanya menyisakan dua provinsi selatan Ranong dan Satun yang tidak tersentuh.

Bangkok bulan ini mencatat jumlah kasus Covid baru tertinggi setiap hari.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Indonesia Bangkit Pembangunan Ekonomi

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Tragedi Nanggala, Lalu Apa?

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Farah Zoomtalk Spesial Ramadhan • Bincang Buku Rahasia Kesehatan Rasulullah

Minggu, 09 Mei 2021

Artikel Lainnya

Kecam Bentrokan Di Masjid Al Aqsa, Erdogan: Israel Negara Teroris Yang Kejam
Dunia

Kecam Bentrokan Di Masjid Al..

09 Mei 2021 06:12
Bantu Kamboja Perangi Covid-19, Jepang Sumbang 35 Unit Ambulans
Dunia

Bantu Kamboja Perangi Covid-..

09 Mei 2021 00:28
Indonesia: Pengusiran Paksa Warga Palestina Dan Kekerasan Di Masjid Al Aqsa Melukai Perasaan Umat Muslim
Dunia

Indonesia: Pengusiran Paksa ..

09 Mei 2021 00:21
Jelang Mothers Day, Lembaga Advokasi AST Suarakan Aspirasi Kaum Perempuan Turki
Dunia

Jelang Mothers Day, Lembaga ..

08 Mei 2021 19:09
Khamenei: Israel Bukan Negara, Tapi Basis Teroris!
Dunia

Khamenei: Israel Bukan Negar..

08 Mei 2021 17:12
Penuh Percaya Diri, Xi Jinping Yakin China Berhasil Selenggarakan Olimpiade Beijing 2022 Sesuai Jadwal
Dunia

Penuh Percaya Diri, Xi Jinpi..

08 Mei 2021 16:58
Tambang Kapur Meledak Di India, Sedikitnya 10 Pekerja Tewas Dan Puluhan Lainnya Dinyatakan Hilang
Dunia

Tambang Kapur Meledak Di Ind..

08 Mei 2021 15:54
Bentrokan Sheikh Jarrah:  Politisi AS Kecam Israel Yang Gusur Paksa Warga Palestina
Dunia

Bentrokan Sheikh Jarrah: Po..

08 Mei 2021 15:20