Dubes AS Untuk PBB Ragukan Komitmen Houthi Untuk Solusi Damai Di Yaman

Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield /Net

Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield menyatakan keraguannya atas komitmen Houthi Yaman yang didukung untuk menyelesaikan konflik.

Menurutnya, kelompok tersebut tidak berkomitmen untuk mencapai solusi untuk perang di Yaman, dan serangan mereka terhadap Marib harus dihentikan.

"Tindakan Houthi sampai saat ini tidak membuat kami percaya bahwa mereka berkomitmen untuk menyelesaikan konflik secara damai," katanya dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB di Yaman pada hari Kamis, seperti dikutip dari Al-Arabiya, Jumat (16/4).

Meskipun AS telah meningkatkan diplomasinya di Yaman dan Presiden Joe Biden menunjuk utusan khusus untuk konflik tersebut, Houthi hingga kini terus meningkatkan serangan mereka terhadap Marib dan serangan terhadap Arab Saudi dan warga sipil di dalam Kerajaan.

"Kami mengutuk Houthi atas kekerasan mereka terhadap situs IDP di pinggiran Marib, serta serangan pesawat tak berawak dan rudal balistik hampir setiap hari di Arab Saudi," kata diplomat AS itu.

"Serangan Houthi di Marib terus merenggut nyawa Yaman, termasuk orang-orang yang terlantar," kata Thomas-Greenfield

Marib adalah salah satu benteng terakhir pemerintah Yaman di utara.

Arab Saudi, ibu kota utama Eropa, dan Amerika Serikat menyambut baik proposal gencatan senjata; Namun, Houthi sejauh ini menolak untuk menghentikan pertempuran.

Thomas-Greenfield menyambut baik Arab Saudi dan komitmen pemerintah Yaman untuk mencapai gencatan senjata dan terlibat dalam pembicaraan politik untuk mengakhiri konflik selama bertahun-tahun.

Dia mendesak kelompok yang didukung Iran untuk menanggapi dan terlibat secara produktif dengan upaya perdamaian tersebut.

"Cukup kekerasannya. Dan cukup pelanggarannya. Sudah waktunya bagi Houthi untuk menanggapi proposal gencatan senjata nasional. Dan inilah saatnya mereka menghormati kewajiban mereka di bawah hukum humaniter internasional, termasuk kewajiban mengenai perlindungan warga sipil," ujarnya.

Para pengamat mengatakan bahwa keputusan Presiden Joe Biden untuk menghapus Houthi dari daftar teror AS dan mencopot para pemimpinnya dari daftar Teroris Global yang Ditunjuk Khusus (SDGT) telah menguatkan kelompok tersebut.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Kok Jadi Kontroversial, Padahal Begini Test Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK

Selasa, 11 Mei 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Pemerintah Harusnya Jaga Perasaan Rakyat

Selasa, 11 Mei 2021

Artikel Lainnya

Buat Aksi Solidaritas Palestina Di Kawasan, Jokowi Sampaikan Pernyataan Bersama Sultan Bolkiah Dan PM Muhyiddin
Dunia

Buat Aksi Solidaritas Palest..

17 Mei 2021 23:56
Militer Israel Akui Sudah Serang Kapal Selam Hamas Di Dekat Pantai Gaza
Dunia

Militer Israel Akui Sudah Se..

17 Mei 2021 20:24
Jalur Gaza Dibombardir, AS Sepakati Paket Penjualan Senjata Ratusan Juta Dolar Ke Israel
Dunia

Jalur Gaza Dibombardir, AS S..

17 Mei 2021 19:59
Erdogan Telepon Paus Fransiskus, Desak Bantu Akhiri Agresi Militer Israel
Dunia

Erdogan Telepon Paus Fransis..

17 Mei 2021 19:01
India Bersiap Hadapi Bencana Angin Topan Besar Di Tengah Derita Tsunami Covid-19
Dunia

India Bersiap Hadapi Bencana..

17 Mei 2021 17:12
Save the Children: Tiga Anak Di Gaza Terluka Setiap Satu Jam
Dunia

Save the Children: Tiga Anak..

17 Mei 2021 16:56
Konflik Israel-Hamas Merembet Ke Belanda, Monumen Pembantaian Warga Yahudi Jadi Korban Vandalisme
Dunia

Konflik Israel-Hamas Merembe..

17 Mei 2021 16:55
Kasus Covid-19 Menurun Turki Buka Pembatasan Bertahap, Pesta Pernikahan Tetap Dilarang
Dunia

Kasus Covid-19 Menurun Turki..

17 Mei 2021 16:37