Pengamat Soroti Tindakan 'Diam' Kanada Terhadap Aksi Vandalisme Yang Serang Kedutaan Besar China

Kedutaan Besar China di Kanada/Net

Para pengamat menyoroti pengabaian negara Kanada terhadap aksi vandalisme yang kerap menyerang kantor Kedutaan Besar China di negara itu.

Insiden-insiden itu telah sangat merusak martabat dan citra Tiongkok, dengan China telah berulang kali melaporkan hal tersebut tetapi belum ada reaksi khusus, pengamat menilai, pemerintah Kanada 'berkomplot' dengan vandalisme.

Kanada tidak mengambil tindakan efektif untuk mencegah insiden semacam itu dan bahkan menyetujui perilaku pasukan anti-China tersebut.

Para ahli mengatakan, di bawah prinsip diplomatik, Kanada tidak boleh mengandalkan China untuk secara sepihak menjaga keamanan dan martabat kedutaan China. Jika Kanada gagal melakukan upaya pengamanan, berarti mengabaikan hukum dan ketentuan internasional.

Profesor di Institut Hubungan Internasional Universitas Urusan Luar Negeri China, Li Haidong, mengatakan kepada Global Times bahwa menurut konvensi internasional, seperti Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik, dan Konvensi Wina tentang Hubungan Konsuler, negara penerima berada di bawah aturan khusus untuk mengambil semua langkah yang tepat dalam melindungi tempat konsuler dari gangguan atau kerusakan, dan untuk mencegah gangguan kedamaian konsuler atau penurunan martabatnya.

Li mendesak pihak Kanada untuk menjalankan tugas mereka dan mengambil tindakan efektif untuk melindungi keselamatan dan martabat personel diplomatik China, serta lembaga China di negara tersebut.

Dinding luar kantor Konsulat Jenderal China di Calgary, Kanada, sering dirusak dengan pesan kebencian yang mengatakan 'virus China'.

Seorang juru bicara dari Konsulat Jenderal mengatakan kepada media Kanada bahwa pesan grafiti adalah 'tindakan kebencian' dan mendesak pihak berwenang Kanada untuk menyelidiki masalah tersebut.

Menyemprotkan kata-kata yang mengancam di dinding, jika sangat mengganggu kehidupan orang lain, sudah merupakan pelanggaran pidana, namun kemurahan hati pihak berwenang Kanada terhadap para pelanggar hukum juga mengirimkan sinyal yang salah kepada publiknya, menurut Li.

Yang Xiyu, peneliti senior di China Institute of International Studies, mengatakan, rasa dendam bisa saja dimiliki oleh setiap orang tetapi tidak semua orang bisa melakukan kekacauan seperti itu.

"Terus terang, publik China juga menyimpan dendam terhadap Kanada atas apa yang telah mereka lakukan, tetapi tidak pernah membuat insiden apa pun yang mengganggu Kedutaan Besar Kanada di China, kata Yang Xiyu.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Indonesia Bangkit Pembangunan Ekonomi

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Tragedi Nanggala, Lalu Apa?

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Farah Zoomtalk Spesial Ramadhan • Bincang Buku Rahasia Kesehatan Rasulullah

Minggu, 09 Mei 2021

Artikel Lainnya

Kecam Bentrokan Di Masjid Al Aqsa, Erdogan: Israel Negara Teroris Yang Kejam
Dunia

Kecam Bentrokan Di Masjid Al..

09 Mei 2021 06:12
Bantu Kamboja Perangi Covid-19, Jepang Sumbang 35 Unit Ambulans
Dunia

Bantu Kamboja Perangi Covid-..

09 Mei 2021 00:28
Indonesia: Pengusiran Paksa Warga Palestina Dan Kekerasan Di Masjid Al Aqsa Melukai Perasaan Umat Muslim
Dunia

Indonesia: Pengusiran Paksa ..

09 Mei 2021 00:21
Jelang Mothers Day, Lembaga Advokasi AST Suarakan Aspirasi Kaum Perempuan Turki
Dunia

Jelang Mothers Day, Lembaga ..

08 Mei 2021 19:09
Khamenei: Israel Bukan Negara, Tapi Basis Teroris!
Dunia

Khamenei: Israel Bukan Negar..

08 Mei 2021 17:12
Penuh Percaya Diri, Xi Jinping Yakin China Berhasil Selenggarakan Olimpiade Beijing 2022 Sesuai Jadwal
Dunia

Penuh Percaya Diri, Xi Jinpi..

08 Mei 2021 16:58
Tambang Kapur Meledak Di India, Sedikitnya 10 Pekerja Tewas Dan Puluhan Lainnya Dinyatakan Hilang
Dunia

Tambang Kapur Meledak Di Ind..

08 Mei 2021 15:54
Bentrokan Sheikh Jarrah:  Politisi AS Kecam Israel Yang Gusur Paksa Warga Palestina
Dunia

Bentrokan Sheikh Jarrah: Po..

08 Mei 2021 15:20