Alami Pembekuan Darah Setelah Disuntik Vaksin AstraZeneca, Seorang Wanita Australia Meninggal Dunia

Ilustrasi/Net

Pembekuan darah fatal yang diderita seorang wanita asal New South Wales (NSW), kemungkinan besar terkait dengan vaksin AstraZeneca yang diterimanya. Pernyataan itu disampaikan Therapeutic Goods Administration (TGA) pada Jumat (16/40 malam.

Wanita tersebut melakukan vaksinasi pada pagi hari tanggal 8 April. Kemudian dia mengalami pembekuan darah 'ekstensif' selama empat hari, samai kemudian dia meninggal di rumah sakit.

Grup Investigasi Keamanan Vaksin (VSIG) dan TGA kemudian bertemu dan menyimpulkan bahwa kasus trombosis (pembekuan darah di arteri dan vena) yang dilaporkan baru-baru ini dengan trombositopenia (jumlah trombosit rendah) kemungkinan besar terkait dengan vaksinasi.

"VSIG meninjau laporan tentang seorang wanita berusia 48 tahun yang divaksinasi di New South Wales dan dirawat di rumah sakit dengan kejadian tromboemboli dan trombositopenia (TTS) yang ekstensif empat hari setelah menerima Vaksin Covid-19 AstraZeneca," katanya, dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Jumat malam, seperti dikutip dari 9News, Sabtu (17/4).

"Sayangnya, orang ini meninggal di rumah sakit dan kami menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarganya," kata pernyataan itu.

Kasus tersebut merupakan kematian pertama di Australia yang kemungkinan terkait dengan vaksin dan kasus ketiga pembekuan darah serius setelah menerima vaksin, dengan dua kasus pertama masih di rumah sakit.

"Peninjauan kasus ini dipersulit oleh kondisi medis yang mendasari pasien, termasuk diabetes, beberapa kondisi medis lain serta beberapa fitur atipikal," ujar regulator, menjelaskan proses yang dilakukan oleh VSIG.

Regulator Australia mengubah saran mereka tentang pemberian vaksin AstraZeneca kepada orang-orang yang berusia di bawah 50 pada Kamis (8/4), tetapi wanita itu divaksinasi sebelum pengumuman itu diberlakukan.

Regulator mengatakan biasanya ada efek samping yang umum, seperti demam, nyeri otot, kelelahan dan sakit kepala, yang biasanya dimulai dalam 24 jam setelah menerima suntikan dan berlangsung satu atau dua hari.

Jika efek itu parah dan berlanjut terus-menerus, berarti ada yang tidak beres.

"Konsumen harus segera mencari pertolongan medis, jika beberapa hari setelah vaksinasi, mereka mengalami gejala seperti sakit kepala parah atau terus-menerus atau penglihatan kabur, sesak napas, nyeri dada, pembengkakan kaki atau nyeri perut yang terus-menerus memar kulit yang tidak biasa dan  atau berbentuk bintik-bintik bulat di luar tempat suntikan," kata TGA.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Tragedi Nanggala, Lalu Apa?

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Farah Zoomtalk Spesial Ramadhan • Bincang Buku Rahasia Kesehatan Rasulullah

Minggu, 09 Mei 2021
Video

RMOL WORLD VIEW • Mengenal Tradisi Ramadhan Di Uzbekistan

Senin, 10 Mei 2021

Artikel Lainnya

Pantau Terus Perkembangan Situasi Yerusalem,  Rusia Lakukan Kontak Dengan Palestina Setiap Hari
Dunia

Pantau Terus Perkembangan Si..

11 Mei 2021 05:58
Tertahan Di Tepi Amu Darya, Ini Cerita Teguh Santosa
Dunia

Tertahan Di Tepi Amu Darya, ..

11 Mei 2021 01:02
Thailand Catat Kasus Pertama Varian B1617, Menginfeksi Seorang Wanita Hamil
Dunia

Thailand Catat Kasus Pertama..

10 Mei 2021 21:57
Aung San Suu Kyi Akan Hadiri Persidangan Secara Langsung Untuk Pertama Kalinya
Dunia

Aung San Suu Kyi Akan Hadiri..

10 Mei 2021 21:03
Malaysia Kembali Berlakukan Perintah Kontrol Gerakan Jelang Lebaran
Dunia

Malaysia Kembali Berlakukan ..

10 Mei 2021 20:46
Bentrokan Di Hari Yerusalem, Ratusan Warga Palestina Terluka
Dunia

Bentrokan Di Hari Yerusalem,..

10 Mei 2021 17:20
Iran Benarkan Adanya Komunikasi Dengan Arab Saudi Demi Perbaiki Hubungan
Dunia

Iran Benarkan Adanya Komunik..

10 Mei 2021 16:43
Terkendala Pembatasan, Kunjungan  Ketua Komite Olimpiade Internasional Thomas Bach Ke Jepang Ditunda
Dunia

Terkendala Pembatasan, Kunju..

10 Mei 2021 16:40