Tekan Angka Kasus Covid-19, Thailand Imbau Perusahaan Terapkan Skema Bekerja Dari Rumah

Ilustrasi/Net

Pemerintah Thaiand telah mengimbau semua sektor untuk mematuhi pembatasan Covid-19 baru dengan mendukung skema kerja dari rumah jika memungkinkan. Hal itu dilakukan menyusul lonjakan jumlah infeksi yang mencapai rekor baru dengan 1.767 kasus baru pada hari Minggu (18/4) waktu setempat.

Imbauan tersebut disampaikan langsung oleh Juru bicara Pusat Administrasi Situasi Covid-19 (CCSA), Taweesilp Visanuyothin, mengutip penelitian oleh Departemen Pengendalian Penyakit yang menunjukkan peningkatan jumlah kelompok infeksi dalam gelombang terbaru wabah Covid-19.

Baru-baru ini, sebuah cluster ditemukan di sebuah sekolah swasta di Samut Prakan, di mana 32 orang dinyatakan positif Covid-19 setelah dua guru asingnya kembali dari perjalanan ke Phuket antara 2-4 April, di mana mereka mengunjungi sejumlah tempat hiburan malam.

Mereka kembali bekerja, mengawasi ujian di sekolah dari 5 hingga 8 April sebelum menghadiri pesta pada malam 8 April. Pasangan itu dinyatakan positif Covid-19 keesokan harinya. Tes selanjutnya yang di lakukan di sekolah menemukan 23 kasus di antara siswa dan empat anggota keluarga mereka.

Pada hari Sabtu, Thailand juga menemukan klaster baru di kantor beberapa perusahaan, termasuk 23 kasus di perusahaan swasta yang berbasis Chon Buri dan delapan kasus di kantor otoritas kelistrikan yang berbasis di Udon Thani.

“Inilah alasan CCSA meminta kerja sama Anda untuk meningkatkan tindakan kerja dari rumah. Perusahaan yang telah melaporkan infeksi cluster, jika Anda dapat mengizinkan karyawan Anda untuk bekerja dari rumah, silakan lakukan,” kata Dr Taweesilp, seperti dikutip dari Bangkok Post, Senin (19/4).

Pengumuman tersebut datang di saat negara itu mencatat jumlah rekor harian Covid-19 kasus lainnya dengan angka mencapai 1.767, sehingga jumlah kasus yang dikonfirmasi sejak pandemi mulai menjadi 42.352. Dua kematian baru juga dilaporkan, menambah jumlah korban menjadi 101.

Direktur jenderal DDC, Opas Karnkawinpong, menekankan pentingnya skema kerja dari rumah untuk mengekang penyebaran virus setelah liburan Songkran.

“Dengan kerja sama publik penuh, jumlah infeksi akan berkurang dalam dua minggu ke depan,” kata Dr Opas.

Infeksi baru kebanyakan ditemukan di Bangkok dan provinsi sekitarnya, termasuk Chiang Mai, Nakhon Sawan, Nakhon Ratchasima dan Chon Buri.

"Kami prihatin dengan penyebaran komunitas di sekolah dan tempat kerja. Kebijakan bekerja dari rumah penting karena kami mengharapkan orang kembali bekerja pada hari Senin. Harap hindari pertemuan, berbagi barang dan makan bersama," katanya.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Indonesia Bangkit Pembangunan Ekonomi

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Tragedi Nanggala, Lalu Apa?

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Farah Zoomtalk Spesial Ramadhan • Bincang Buku Rahasia Kesehatan Rasulullah

Minggu, 09 Mei 2021

Artikel Lainnya

Kecam Bentrokan Di Masjid Al Aqsa, Erdogan: Israel Negara Teroris Yang Kejam
Dunia

Kecam Bentrokan Di Masjid Al..

09 Mei 2021 06:12
Bantu Kamboja Perangi Covid-19, Jepang Sumbang 35 Unit Ambulans
Dunia

Bantu Kamboja Perangi Covid-..

09 Mei 2021 00:28
Indonesia: Pengusiran Paksa Warga Palestina Dan Kekerasan Di Masjid Al Aqsa Melukai Perasaan Umat Muslim
Dunia

Indonesia: Pengusiran Paksa ..

09 Mei 2021 00:21
Jelang Mothers Day, Lembaga Advokasi AST Suarakan Aspirasi Kaum Perempuan Turki
Dunia

Jelang Mothers Day, Lembaga ..

08 Mei 2021 19:09
Khamenei: Israel Bukan Negara, Tapi Basis Teroris!
Dunia

Khamenei: Israel Bukan Negar..

08 Mei 2021 17:12
Penuh Percaya Diri, Xi Jinping Yakin China Berhasil Selenggarakan Olimpiade Beijing 2022 Sesuai Jadwal
Dunia

Penuh Percaya Diri, Xi Jinpi..

08 Mei 2021 16:58
Tambang Kapur Meledak Di India, Sedikitnya 10 Pekerja Tewas Dan Puluhan Lainnya Dinyatakan Hilang
Dunia

Tambang Kapur Meledak Di Ind..

08 Mei 2021 15:54
Bentrokan Sheikh Jarrah:  Politisi AS Kecam Israel Yang Gusur Paksa Warga Palestina
Dunia

Bentrokan Sheikh Jarrah: Po..

08 Mei 2021 15:20