Liga RMOL
Liga RMOL Mobile
Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Tepis Berita Navalny Bisa Mati Di Penjara, Dubes Rusia: Dia Mendramatisir, Cari Perhatian Wartawan!

LAPORAN: RENI ERINA
  • Senin, 19 April 2021, 14:22 WIB
Tepis Berita Navalny Bisa Mati Di Penjara, Dubes Rusia: Dia Mendramatisir, Cari Perhatian Wartawan!
Kritikus Rusia Alexei Navalny/Net
Duta Besar Rusia untuk Inggris membantah kabar bahwa Navalny sengaja dbiarkan menderita di dalam penjara dan bisa mati dalam waktu dekat. Ia menegaskan bahwa Navalny baik-baik saja.

Kabar beredar, kondisi kesehatan Alexei Navalny semakin memburuk. Dokter yang menanganinya bahkan mengatakan bahwa kritikus Kremlin itu bisa saja meninggal dalam beberapa hari ke depan jika nyeri punggung akut dan mati rasa pada kakinya tidak segera diobati.

AS yang mengetahui Navalny tidak mendapat perawatan yang baik selama di penjara sangat murka.  

Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan mengatakan pada Minggu (18/2) bahwa Rusia akan menerima konsekswensinya jika sampai Navalny mati di penjara.

“Kami telah mengkomunikasikan kepada pemerintah Rusia bahwa apa yang terjadi pada Tuan Navalny dalam tahanan mereka adalah tanggung jawab mereka dan mereka akan dimintai pertanggungjawaban oleh komunitas internasional,” kata Sullivan pada program “State of the Union” CNN.

Sullivan tidak merinci apa yang dimaksud dengan konsekwensi dan bagaimana pembalasan atas kematian Navlany bisa dilakukan.

Peringatan dari Sullivan muncul saat para pendukung Navalny memberikan informasi soal keadaan Navalny. Persatuan dokter pro-Navalny pada Sabtu memperingatkan bahwa dia berisiko mengalami gagal ginjal. Seorang juru bicara Navalny memperingatkan bahwa dia berisiko segera meninggal.

Duta Besar Rusia untuk Inggris, Andrei Kelin, justru mengatakan bahwa mereka tidak akan membiarka Navalny mati di penjara.

"Dia tidak akan mati di penjara," katanya, meyakinkan bahwa perawatan medis telah diberikan. Namun, Navalny yang dipenjara sejak Februari lalu, nekat melakukan aksi mogok makan.  

Navalny memulai mogok makan pada 31 Maret sebagai protes karena tidak dapat menemui tim medisnya sendiri. Navalny baru-baru ini mengklaim dalam sebuah pernyataan yang dibagikan di Instagram bahwa penjaga penjara mengancam akan mencekok paksa dia jika dia melanjutkan aksi mogok makannya.

Dalam wawancara dengan BBC pada Minggu, Kelin mengatakan Navalny mendramatisir kondisinya untuk menarik perhatian.

“Dia berperilaku seperti hooligan, tentu saja,” kata Kelin. “Tujuannya semua itu untuk menarik perhatiannya, juga dengan mengatakan bahwa hari ini tangan kirinya sakit dan besok kakinya sakit dan semua itu agar wartawan memperhatikan.”

Navalny dirawat di rumah sakit yang letaknya tidak jauh dari tempatnya menjalani hukuman dan sejauh ini kondisinya baik-baik saja, kata Kelin.
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA