Annalena Baerbock, Kandidat Kuat Pengganti Angela Merkel Di Kursi Kanselir Jerman

Partai Hijau Jerman mengumumkan bahwa Annalena Baerbock akan menjadi kandidat untuk menggantikan Angela Merkel sebagai Kanselir Jerman/Net

Partai Hijau Jerman mengumumkan bahwa Annalena Baerbock akan menjadi kandidat untuk menggantikan Angela Merkel sebagai Kanselir Jerman.

Pengumuman ini disampaikan jelang pemilihan umum di Jerman pada bulan September mendatang.

"Sekarang mulailah babak baru untuk partai kami, dan jika kami melakukannya dengan baik, untuk negara kami," kata Baerbock awal pekan ini (Senin, 19/4).

Mengutip kabar yang dimuat The Guardian, Baerbock yang berusia 40 tahun diperkirakan akan menjadi satu-satunya wanita dalam pemilu mendatang.

Baerbock menyerukan pembaruan politik yang digadang-gadang akan memenuhi tantangan yang ditimbulkan oleh planet yang tengah berjuang melawan pemanasan global.

“Perlindungan iklim adalah tugas zaman kita. Tugas generasi kita,” imbuhnya.

Baerbock sebenarnya bukan nama baru di kancah perpolitikan Jerman. Dia memulai berkarir di Partai Hijau sejak usia muda ketika dia bergabung dengan orang tuanya dalam memprotes pembuangan limbah nuklir di negara bagian asalnya, Lower Saxony.

Dia memiliki latar belakang pendidikan hukum sebelum bekerja di kantor Parlemen Eropa di Brussel dan kemudian pindah ke negara bagian batu bara Jerman timur, Brandenburg.

Di sana, karirnya dengan cepat melesat dan membangun reputasi sebagai orang yang berpikiran tajam tentang kebijakan iklim dan pelaku media yang percaya diri.

Dia menjadi ketua negara pada usia 28 tahun dan anggota parlemen pada usia 33 tahun.

Kemudian pada tahun 2018, dia terpilih sebagai wakil ketua partai bersama Robert Habeck yang merupakan mantan wakil perdana menteri Schleswig-Holstein, salah satu negara bagian terkecil di Jerman, dan penulis beberapa buku anak-anak.

Namun di sisi lain, mengutip Al Jazeera, para penentang mengkritik kurangnya pengalaman Baerbock dan mempertanyakan soal apakah seseorang tanpa pengalaman pemerintahan bisa cocok untuk jabatan teratas Jerman.

Namun dia menanggapi kritik tersebut dengan santai.

"Tiga tahun sebagai pemimpin partai, anggota parlemen dan (menjadi) ibu dari anak-anak kecil menguatkan Anda dengan cukup baik," ujarnya.

Kolom Komentar


Video

Indonesia Bangkit Pembangunan Ekonomi

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Tragedi Nanggala, Lalu Apa?

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Farah Zoomtalk Spesial Ramadhan • Bincang Buku Rahasia Kesehatan Rasulullah

Minggu, 09 Mei 2021

Artikel Lainnya

Kecam Bentrokan Di Masjid Al Aqsa, Erdogan: Israel Negara Teroris Yang Kejam
Dunia

Kecam Bentrokan Di Masjid Al..

09 Mei 2021 06:12
Bantu Kamboja Perangi Covid-19, Jepang Sumbang 35 Unit Ambulans
Dunia

Bantu Kamboja Perangi Covid-..

09 Mei 2021 00:28
Indonesia: Pengusiran Paksa Warga Palestina Dan Kekerasan Di Masjid Al Aqsa Melukai Perasaan Umat Muslim
Dunia

Indonesia: Pengusiran Paksa ..

09 Mei 2021 00:21
Jelang Mothers Day, Lembaga Advokasi AST Suarakan Aspirasi Kaum Perempuan Turki
Dunia

Jelang Mothers Day, Lembaga ..

08 Mei 2021 19:09
Khamenei: Israel Bukan Negara, Tapi Basis Teroris!
Dunia

Khamenei: Israel Bukan Negar..

08 Mei 2021 17:12
Penuh Percaya Diri, Xi Jinping Yakin China Berhasil Selenggarakan Olimpiade Beijing 2022 Sesuai Jadwal
Dunia

Penuh Percaya Diri, Xi Jinpi..

08 Mei 2021 16:58
Tambang Kapur Meledak Di India, Sedikitnya 10 Pekerja Tewas Dan Puluhan Lainnya Dinyatakan Hilang
Dunia

Tambang Kapur Meledak Di Ind..

08 Mei 2021 15:54
Bentrokan Sheikh Jarrah:  Politisi AS Kecam Israel Yang Gusur Paksa Warga Palestina
Dunia

Bentrokan Sheikh Jarrah: Po..

08 Mei 2021 15:20