Derek Chauvin Divonis Bersalah, Biden-Harris: Hari Keadilan Di Amerika

Presiden AS Joe Biden dan wakilnya, Kamala Harris/Net

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden ikut bersuara setelah pengadilan menyatakan bahwa Derek Chauvin bersalah atas pembunuhan George Floyd tahun lalu.

Chauvin divonis bersalah atas tiga dakwaan, yaitu pembunuhan tingkat dua, pembunuhan tingkat tiga, dan pembunuhan dalam penangkapan mematikan.

Putusan itu diberikan oleh juri yang beranggotakan 12 orang pada Selasa (20/4).

Setelah persidangan, Biden dan wakilnya, Kamala Harris dilaporkan melakukan panggilan telepon dengan keluarga Floyd.

"Tidaka da yang akan membuat  semuanya lebih baik, tapi setidaknya Tuhan sekarang menunjukkan keadilan," ujar Biden, seperti dikutip AFP.

"Semua semua sangat lega, bukan hanya satu vonis tapi ketiganya, bersalah atas ketiga dakwaan,"  lanjut dia.

Sementara itu, Harris yang merupakan wakil presiden kulit hitam pertama AS juga menyambut putusan tersebut.

"Ini adalah hari keadilan di Amerika. Sejarah akan melihat kembali saat ini," ujar Harris.

Kemudian dalam pidato yang disiarkan televisi setelah juri memvonis Chauvin, Biden meminta semua orang Amerika untuk bersatu dan memohon pengunjuk rasa untuk menghindari kekerasan.

"Ini saatnya negara ini bersatu, bersatu sebagai orang Amerika," tegas Biden.

"Ada orang yang akan berusaha untuk mengeksploitasi emosi mentah saat ini, para agitator dan ekstremis yang tidak tertarik pada keadilan sosial. Kita tidak bisa membiarkan mereka berhasil," imbau dia.

Pada 25 Mei 2020, Chauvin, polisi berkulit putih berusia 45 tahun, menekan lulutnya ke leher Floyd, seorang pria kulit hitam berusia 46 tahun. Ketika itu Floyd dalam kondisi diborgol dan lehernya  ditekan selama lebih dari 9 menit

Sebelumnya Floyd ditangkap karena dituduh menggunakan uang palsu 20 dolar AS  untuk membeli rokok di sebuah toko di Minneapolis.

Kematian Floyd memicu protes terhadap rasisme dan kebrutalan polisi di banyak kota di AS dan di seluruh dunia dengan gerakan "Black Lives Matter".

Chauvin sendiri mengaku tidak bersalah atas tuduhan pembunuhan tingkat dua, dan menyebut insiden tersebut tidak sengaja.

Kolom Komentar


Video

Indonesia Bangkit Pembangunan Ekonomi

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Tragedi Nanggala, Lalu Apa?

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Farah Zoomtalk Spesial Ramadhan • Bincang Buku Rahasia Kesehatan Rasulullah

Minggu, 09 Mei 2021

Artikel Lainnya

Kecam Bentrokan Di Masjid Al Aqsa, Erdogan: Israel Negara Teroris Yang Kejam
Dunia

Kecam Bentrokan Di Masjid Al..

09 Mei 2021 06:12
Bantu Kamboja Perangi Covid-19, Jepang Sumbang 35 Unit Ambulans
Dunia

Bantu Kamboja Perangi Covid-..

09 Mei 2021 00:28
Indonesia: Pengusiran Paksa Warga Palestina Dan Kekerasan Di Masjid Al Aqsa Melukai Perasaan Umat Muslim
Dunia

Indonesia: Pengusiran Paksa ..

09 Mei 2021 00:21
Jelang Mothers Day, Lembaga Advokasi AST Suarakan Aspirasi Kaum Perempuan Turki
Dunia

Jelang Mothers Day, Lembaga ..

08 Mei 2021 19:09
Khamenei: Israel Bukan Negara, Tapi Basis Teroris!
Dunia

Khamenei: Israel Bukan Negar..

08 Mei 2021 17:12
Penuh Percaya Diri, Xi Jinping Yakin China Berhasil Selenggarakan Olimpiade Beijing 2022 Sesuai Jadwal
Dunia

Penuh Percaya Diri, Xi Jinpi..

08 Mei 2021 16:58
Tambang Kapur Meledak Di India, Sedikitnya 10 Pekerja Tewas Dan Puluhan Lainnya Dinyatakan Hilang
Dunia

Tambang Kapur Meledak Di Ind..

08 Mei 2021 15:54
Bentrokan Sheikh Jarrah:  Politisi AS Kecam Israel Yang Gusur Paksa Warga Palestina
Dunia

Bentrokan Sheikh Jarrah: Po..

08 Mei 2021 15:20