Rwanda: Prancis Terlibat Dalam Genosida 1994

Dalam file foto yang diambil pada tanggal 07 April 2021 gambar korban ditampilkan di Kigali Genocide Memorial di Kigali, Rwanda/Net

Pemerintah Rwanda menegaskan bahwa Prancis harus bertanggung jawab atas terjadinya genosida 1994 yang menewaskan sekitar 800.000 orang.

Pernyataan itu dikeluarkan dalam bentuk laporan pada Senin (19/4). Sekitar 1 juta orang, sebagian besar dari komunitas Tutsi dan Hutu moderat, dibunuh dalam genosida oleh ekstremis Hutu selama pembantaian itu, dalam rentang waktu 100 hari.

"Pemerintah Prancis memikul tanggung jawab penuh karena memberi peluang terjadinya genosida yang dapat diperkirakan sebelumnya," tulis pemerintah Rwanda dalam laporannya yang dipublikasikan di situs utamanya. Laporan tersebut dirancang oleh Robert F. Muse dan firma hukum Levy Firestone Muse LLP di Washington, DC, yang disewa oleh Rwanda untuk menyelidiki peran Prancis dalam kaitannya dengan genosida.

Dikatakan bahwa selama bertahun-tahun, pemerintah Prancis mendukung rezim yang korup dan membunuh Juvenal Habyarimana, yang menjabat sebagai presiden Rwanda dari tahun 1973 hingga 1994.

Laporan tersebut disusun pada tahun 2017, didasarkan pada wawancara dengan lebih dari 250 saksi dari seluruh dunia, dan juga diambil dari berbagai sumber dokumenter primer dan sekunder.

Laporan tersebut muncul di tengah upaya Rwanda untuk mendokumentasikan peran otoritas Prancis sebelum, selama, dan setelah genosida, agar menjadi bagian dari langkah-langkah yang diambil oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk meningkatkan hubungan dengan negara Afrika tengah itu.

Prancis tidak berupaya melakukan apa pun untuk menghentikan pembantaian yang terjadi pada April dan Mei 1994 tersebut. Bahkan setelah peristiwa itu, Prancis juga tidak melakukan apa pun, bahkan malah menawarkan perlindungan kepada beberapa pelaku. Menunjukkan bahwa itu berarri Prancis menyetujui dan terlibat dalam genosida, kata laporan itu.

Laporan Rwanda muncul setelah laporan serupa oleh komisi Prancis yang dirilis pada Maret yang mengatakan Prancis telah dibutakan oleh sikap kolonialnya terhadap Afrika terhadap peristiwa-peristiwa yang mengarah pada genosida dan akibatnya menanggung tanggung jawab yang "serius dan luar biasa".

Prancis mengatakan akan membuka arsip Rwanda tentang mantan Presiden Prancis Francois Mitterrand yang diduga menjadi bagian dari upaya genosida, untuk lebih memahami peran bangsa itu di negara Afrika selama genosida.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Indonesia Bangkit Pembangunan Ekonomi

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Tragedi Nanggala, Lalu Apa?

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Farah Zoomtalk Spesial Ramadhan • Bincang Buku Rahasia Kesehatan Rasulullah

Minggu, 09 Mei 2021

Artikel Lainnya

Kecam Bentrokan Di Masjid Al Aqsa, Erdogan: Israel Negara Teroris Yang Kejam
Dunia

Kecam Bentrokan Di Masjid Al..

09 Mei 2021 06:12
Bantu Kamboja Perangi Covid-19, Jepang Sumbang 35 Unit Ambulans
Dunia

Bantu Kamboja Perangi Covid-..

09 Mei 2021 00:28
Indonesia: Pengusiran Paksa Warga Palestina Dan Kekerasan Di Masjid Al Aqsa Melukai Perasaan Umat Muslim
Dunia

Indonesia: Pengusiran Paksa ..

09 Mei 2021 00:21
Jelang Mothers Day, Lembaga Advokasi AST Suarakan Aspirasi Kaum Perempuan Turki
Dunia

Jelang Mothers Day, Lembaga ..

08 Mei 2021 19:09
Khamenei: Israel Bukan Negara, Tapi Basis Teroris!
Dunia

Khamenei: Israel Bukan Negar..

08 Mei 2021 17:12
Penuh Percaya Diri, Xi Jinping Yakin China Berhasil Selenggarakan Olimpiade Beijing 2022 Sesuai Jadwal
Dunia

Penuh Percaya Diri, Xi Jinpi..

08 Mei 2021 16:58
Tambang Kapur Meledak Di India, Sedikitnya 10 Pekerja Tewas Dan Puluhan Lainnya Dinyatakan Hilang
Dunia

Tambang Kapur Meledak Di Ind..

08 Mei 2021 15:54
Bentrokan Sheikh Jarrah:  Politisi AS Kecam Israel Yang Gusur Paksa Warga Palestina
Dunia

Bentrokan Sheikh Jarrah: Po..

08 Mei 2021 15:20