Dimotori AS, Jepang Dan Kanada Ikut Naikkan Target Untuk Kurangi Emisi

Presiden Joe Biden/Net

Presiden Joe Biden mengawali pidatonya pada KTT iklim AS, Kamis (22/4) waktu setempat, dengan janji untuk memangkas setengah emisi gas rumah kaca AS pada tahun 2030. Sebuah target yang diharapkan bisa memacu negara-negara besar lainnya untuk meningkatkan ambisi mereka untuk memerangi pemanasan global.

Sebagai penghasil emisi terbesar kedua di dunia setelah China, Amerika tengah berusaha untuk merebut kembali kepemimpinan global dalam perang melawan pemanasan global setelah mantan Presiden Donald Trump menarik negara itu dari Perjanjian Paris pada 2020.

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh para pemimpin dari 40 negara termasuk Cina, Rusia, dan Indonesia itu, Biden mengumumkan tujuan untuk mengurangi emisi sebesar 50 - 52 persen dari tingkat tahun 2005, seraya mengatakan bahwa itu adalah sebuah kewajiban yang mutlak dilakukan.

“Ini adalah dekade di mana kita harus membuat keputusan yang akan menghindari konsekuensi terburuk dari krisis iklim,” kata Biden, di Gedung Putih, seraya menambahkan bahwa tindakan iklim adalah “keharusan moral dan ekonomi,” seperti dikutip dari AFP, Kamis (22/4).

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyebut tujuan baru AS itu ‘mengubah permainan' ketika dua negara lain - Jepang dan Kanada – ikut membuat janji baru.

Perdana Menteri Yoshihide Suga menaikkan target Jepang untuk mengurangi emisi menjadi 46 persen pada tahun 2030, naik dari target sebelumnya sebesar 26 persen. Para pemerhati lingkungan sebenarnya menginginkan janji setidaknya 50 persen sementara lobi bisnis Jepang yang kuat telah mendorong kebijakan nasional yang mendukung batu bara.

Sementara, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menaikkan target negaranya menjadi 40-45 persen pada tahun 2030, naik dari target sebelumnya sebesar 30 persen.

Sasaran iklim AS juga menandai tonggak penting dalam rencana Biden yang lebih luas untuk mendekarbonisasi ekonomi AS seluruhnya pada tahun 2050 - sebuah agenda yang menurutnya dapat menciptakan jutaan pekerjaan dengan gaji yang baik, yang bagi banyak anggota Partai Republik itu dikhawatirkan akan merusak ekonomi.

Pemotongan emisi AS diperkirakan berasal dari pembangkit listrik, mobil, dan sektor lain di seluruh ekonomi, tetapi Gedung Putih tidak menetapkan target individu untuk industri tersebut. Target tersebut hampir dua kali lipat dari janji mantan Presiden Barack Obama untuk pengurangan emisi sebesar 26-28 persen di bawah tingkat tahun 2005 pada tahun 2025. Sasaran khusus sektor akan ditetapkan akhir tahun ini.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Kok Jadi Kontroversial, Padahal Begini Test Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK

Selasa, 11 Mei 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Pemerintah Harusnya Jaga Perasaan Rakyat

Selasa, 11 Mei 2021

Artikel Lainnya

Buat Aksi Solidaritas Palestina Di Kawasan, Jokowi Sampaikan Pernyataan Bersama Sultan Bolkiah Dan PM Muhyiddin
Dunia

Buat Aksi Solidaritas Palest..

17 Mei 2021 23:56
Militer Israel Akui Sudah Serang Kapal Selam Hamas Di Dekat Pantai Gaza
Dunia

Militer Israel Akui Sudah Se..

17 Mei 2021 20:24
Jalur Gaza Dibombardir, AS Sepakati Paket Penjualan Senjata Ratusan Juta Dolar Ke Israel
Dunia

Jalur Gaza Dibombardir, AS S..

17 Mei 2021 19:59
Erdogan Telepon Paus Fransiskus, Desak Bantu Akhiri Agresi Militer Israel
Dunia

Erdogan Telepon Paus Fransis..

17 Mei 2021 19:01
India Bersiap Hadapi Bencana Angin Topan Besar Di Tengah Derita Tsunami Covid-19
Dunia

India Bersiap Hadapi Bencana..

17 Mei 2021 17:12
Save the Children: Tiga Anak Di Gaza Terluka Setiap Satu Jam
Dunia

Save the Children: Tiga Anak..

17 Mei 2021 16:56
Konflik Israel-Hamas Merembet Ke Belanda, Monumen Pembantaian Warga Yahudi Jadi Korban Vandalisme
Dunia

Konflik Israel-Hamas Merembe..

17 Mei 2021 16:55
Kasus Covid-19 Menurun Turki Buka Pembatasan Bertahap, Pesta Pernikahan Tetap Dilarang
Dunia

Kasus Covid-19 Menurun Turki..

17 Mei 2021 16:37