Setelah Sinovac, Mesir Bersiap Untuk Produksi 40 Juta Dosis Vaksin Sputnik V Rusia

Ilustrasi/Net

Perusahaan medis asal Mesir, Minapharm, mengumumkan bahwa pihaknya akan memproduksi sebanyak 40 juta dosis vaksin Sputnik V Rusia sebagai upaya untuk memerangi pandemi Covid-19.

Hal itu terungkap saat pihak perusahaan melakukan pernyataan bersama dengan Dana Investasi Langsung Rusia (RDF) yang mendukung pembiayaan vaksin pada Kamis (24/4) waktu setempat.

“Itu adalah kemitraan pertama untuk produksi Sputnik V di Timur Tengah dan Afrika Utara,” kata Minapharm dalam pernyataan bersama dengan RDF, seperti dikutip dari AFP, Kamis (22/4).

“Peluncuran vaksin yang dimaksudkan untuk ‘distribusi global’ diharapkan akhir tahun ini,” kata pernyataan itu.

Seperti vaksin virus corona AstraZeneca dan Johnson & Johnson, yang telah dikaitkan dengan pembekuan darah yang jarang terjadi, suntikan Sputnik menggunakan jenis adenovirus yang diadaptasi yang menyebabkan flu biasa.

Tetapi lembaga penelitian Gamaleya yang dikelola pemerintah Rusia, yang mengembangkan vaksin Sputnik V, mengatakan bulan ini bahwa tidak ada risiko gumpalan bercak dari suntikannya.

“Vaksin Rusia sangat efisien dan dipercaya oleh regulator di seluruh dunia dan memberikan kontribusi besar dalam perang melawan virus corona,” kata kepala RDIF Kirill Dmitriev seperti dikutip dalam pernyataan itu.

Pendaftaran Sputnik Rusia pada Agustus tahun lalu memicu kritik baik di dalam maupun luar negeri atas prosedur jalur cepat tersebut, tetapi sebuah jurnal medis terkemuka mengatakan tahun ini bahwa vaksin Rusia itu aman dan sangat efektif.

Sputnik V sendiri telah terdaftar untuk digunakan di banyak negara.

Selain Sputnik V, Mesir, negara terpadat di dunia Arab ini juga mengatakan bulan ini bahwa mereka sedang bersiap untuk memproduksi 80 juta dosis vaksin Sinovac China melalui perusahaan negara Vacsera.

Saat ini, Kairo juga dalam tahap akhir menyetujui untuk membeli 20 juta dosis vaksin Sinopharm China, menurut kementerian kesehatan, dengan pengiriman 500.000 suntikan diharapkan bulan ini.

Mesir, yang memiliki populasi lebih dari 100 juta, telah mencatat hampir 219.000 kasus positif termasuk lebih dari 12.000 kematian.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Indonesia Bangkit Pembangunan Ekonomi

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Tragedi Nanggala, Lalu Apa?

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Farah Zoomtalk Spesial Ramadhan • Bincang Buku Rahasia Kesehatan Rasulullah

Minggu, 09 Mei 2021

Artikel Lainnya

Kecam Bentrokan Di Masjid Al Aqsa, Erdogan: Israel Negara Teroris Yang Kejam
Dunia

Kecam Bentrokan Di Masjid Al..

09 Mei 2021 06:12
Bantu Kamboja Perangi Covid-19, Jepang Sumbang 35 Unit Ambulans
Dunia

Bantu Kamboja Perangi Covid-..

09 Mei 2021 00:28
Indonesia: Pengusiran Paksa Warga Palestina Dan Kekerasan Di Masjid Al Aqsa Melukai Perasaan Umat Muslim
Dunia

Indonesia: Pengusiran Paksa ..

09 Mei 2021 00:21
Jelang Mothers Day, Lembaga Advokasi AST Suarakan Aspirasi Kaum Perempuan Turki
Dunia

Jelang Mothers Day, Lembaga ..

08 Mei 2021 19:09
Khamenei: Israel Bukan Negara, Tapi Basis Teroris!
Dunia

Khamenei: Israel Bukan Negar..

08 Mei 2021 17:12
Penuh Percaya Diri, Xi Jinping Yakin China Berhasil Selenggarakan Olimpiade Beijing 2022 Sesuai Jadwal
Dunia

Penuh Percaya Diri, Xi Jinpi..

08 Mei 2021 16:58
Tambang Kapur Meledak Di India, Sedikitnya 10 Pekerja Tewas Dan Puluhan Lainnya Dinyatakan Hilang
Dunia

Tambang Kapur Meledak Di Ind..

08 Mei 2021 15:54
Bentrokan Sheikh Jarrah:  Politisi AS Kecam Israel Yang Gusur Paksa Warga Palestina
Dunia

Bentrokan Sheikh Jarrah: Po..

08 Mei 2021 15:20