Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Jika Halangi Kesepakatan Damai Afghanistan, Taliban Bisa Diisolasi Oleh AS Dkk

LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Rabu, 28 April 2021, 08:49 WIB
Jika Halangi Kesepakatan Damai Afghanistan, Taliban Bisa Diisolasi Oleh AS Dkk
Perwakiilan khusus Amerika Serikat (AS), Zalmay Khalilzad/Net
Taliban akan mendapatkan getahnya sendiri jika menghalangi upaya untuk mendapatkan kesepakatan damai di Afghanistan.

Perwakiilan khusus Amerika Serikat (AS), Zalmay Khalilzad mengatakan, Washington dan para sekutunya dapat  mengambil tindakan tegas seperti pemberlakuan sanksi dan isolasi pada Taliban.

"Tetapi jika mereka menghalangi penyelesaian yang dinegosiasikan dan sebaliknya mengejar pengambilalihan militer, mereka akan ditentang tidak hanya oleh AS tetapi juga sekutu kami, mitra, dan kawasan," ujar Khalilzad dalam sidang Komite Hubungan Luar Negeri Senat tentang Afghanistan pada Selasa (27/4).

"Mereka akan menghadapi isolasi, oposisi regional, sanksi, dan penghinaan internasional," lanjutnya, seperti dikutip Sputnik.

Menurut Khalilzad, perjanjian perdamaian Afghanistan yang dicapai oleh AS dan gerakan Taliban adalah kesepakatan terbaik dalam keadaan tertentu.

Ia juga mencatat, AS akan terjebak dalam perang dengan Taliban jika para pemimpin AS memutuskan untuk tetap di Afghanistan selama lebih dari satu tahun.

Selain itu, negara-negara di kawasan juga memiliki kepentingan bersama dalam memastikan Afghanistan yang stabil.

Misalnya, para pemimpin Pakistan memahami negara mereka akan menghadapi konsekuensi serius jika konflik Afghanistan meletus menjadi perang saudara antara Taliban dan pemerintah Afghanistan.

Untuk itu, Pakistan harus berbuat lebih banyak untuk mencegah Taliban mengejar pengambilalihan militer Afghanistan.

"Para pemimpin Pakistan telah menekankan secara terbuka dan kepada para pejabat AS bahwa mereka tidak mendukung pengambilalihan militer oleh Taliban. Saya yakin mereka memahami bahwa tidak hanya Afghanistan, tetapi negara mereka juga akan menghadapi konsekuensi serius jika kembali ke perang saudara yang lebih luas," ujar Khalilzad.
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA