Asean Korea Coopertion Onwards
ASEAN-KOREA Cooperation Upgrade
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Menlu AS: Pernyataan Biden Soal Genosida Armenia Tidak Bermaksud Menyalahkan Turki

LAPORAN: RENI ERINA
  • Kamis, 29 April 2021, 07:37 WIB
Menlu AS: Pernyataan Biden Soal Genosida Armenia Tidak Bermaksud Menyalahkan Turki
Presiden Joe BIden/Net
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken angkat bicara mengenai polemik pernyataan kontroversial Presiden Joe Biden yang menyebut peristiwa 1915 sebagai genosida, sebuah langkah yang mengundang kemarahan pemerintah Turki.

Menurutnya, pernyataan Biden sama sekali bukan mau menyalahkan Ankara, melainkan untuk menghormati para korban dalam tragedi tersebut.

Berbicara di acara virtual dengan media asing pada Rabu (27/4), Blinken mengatakan pengakuan Biden seharusnya tidak mengejutkan karena Presiden AS "menyatakan pandangan yang dia pegang selama bertahun-tahun, dan dia sangat jelas tentang itu."

"Seperti yang dicatat Presiden, peringatan Hari Peringatan adalah untuk menghormati para korban, bukan untuk menyalahkan. Dan tentu saja, fokus yang kami berikan pada peristiwa-peristiwa yang terlibat ini di masa-masa memudarnya Kekaisaran Ottoman," kata Blinken, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Kamis (29/4).

Blinken mengatakan penting untuk dicatat bahwa Biden memiliki percakapan yang baik dengan Erdogan dan ada banyak masalah dan bidang di mana kedua negara bekerja sama.

"Turki adalah sekutu penting bagi Amerika Serikat dan NATO. Kami telah bermitra dalam banyak kepentingan regional bersama, kepentingan global," kata Blinken, menambahkan bahwa AS-Turki sejauh ini memiliki hubungan bilateral yang kuat dan memiliki banyak kesepakatan.

Sabtu pekan lalu Joe Biden menyebut peristiwa 1915 sebagai genosida, melanggar tradisi yang telah lama dipegang oleh Presiden Amerika untuk tidak menggunakan istilah tersebut.

Turki dengan cepat menolak istilah tersebut dan menyatakannya batal demi hukum.

Presiden Recep Tayyip Erdogan bahkan menyebut pernyataan Biden tidak berdasar, tidak adil dan bertentangan dengan fakta tentang peristiwa menyakitkan yang terjadi lebih dari seabad lalu.
EDITOR: RENI ERINA

ARTIKEL LAINNYA