Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Penunjukkan Houthi Sebagai Teroris Dibatalkan Biden, Pompeo: Mereka Ingin Menenangkan Ayatollah, Itu Bahaya

LAPORAN: RENI ERINA
  • Jumat, 30 April 2021, 08:14 WIB
Penunjukkan Houthi Sebagai Teroris Dibatalkan Biden, Pompeo: Mereka Ingin Menenangkan Ayatollah, Itu Bahaya
Mantan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo/Net
Keputusan Pemerintah Joe Biden yang membatalkan penunjukkan Houthi sebagai kelompok teroris, mendapat kritik dari mantan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.

Dalam sebuah wawancara bersama Al-Arabiya, Pompeo bahkan mengatakan keputusan Biden adalah sebuah 'kesalahan besar'. Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya akan menempatkan negara sekutu dalam bahaya, tetapi juga orang Amerika di kawasan itu.

"Tidak ada yang membantah bahwa Houthi adalah teroris," katanya, seperti dikutip dari Al-Arabiya, Kamis (29/4).

"Pemerintah tidak mengatakan kami mencabut sanksi hari ini karena mereka bukan lagi teroris. Mereka mencabutnya karena mereka ingin menenangkan 'Ayatollah', dan mereka ingin menenangkan para mullah di Iran. Itu berbahaya," lanjut Pompeo.

"Iran akan menganggap ini sebagai tanda kelemahan yang kemudian akan menghadirkan risiko nyata bagi mitra Arab kami, mitra dan teman Israel kami, dan bagi orang Amerika yang bepergian ke seluruh dunia," ungkapnya.

Houthi, yang didukung Iran di Yaman, terus menyerang Arab Saudi dengan menembakkan rudal balistik dan menggunakan drone bermuatan bahan peledak untuk menargetkan warga sipil di Kerajaan.

Namun, sebagian besar serangan telah digagalkan, menurut Koalisi Arab.

"Saya tidak tahu bagaimana Anda meyakinkan Houthi untuk tidak membawa persenjataan itu dan menembakkan rudal ke Arab Saudi selatan untuk membuat orang Amerika yang sedang bepergian ke Arab Saudi dalam bahaya. Saya tidak mengerti," kata mantan orang kepercayaan Donald Trump itu.

"Saya tidak tahu bagaimana pemerintahan Biden berpikir mereka akan mengakhiri perang itu tanpa benar-benar menenangkan Iran, sehubungan dengan Yaman," demikian Pompeo.
EDITOR: RENI ERINA

ARTIKEL LAINNYA