Asean Korea Coopertion Onwards
ASEAN-KOREA Cooperation Upgrade
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

AS Angkat Kaki, Al Qaeda Siap Bangkit Kembali Di Afghanistan?

LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Jumat, 30 April 2021, 20:46 WIB
AS Angkat Kaki, Al Qaeda Siap Bangkit Kembali Di  Afghanistan?
Al Qaeda/Net
Keputusan Amerika Serikat (AS) untuk menarik pasukannya dari Afghanistan tidak akan berjalan mulus.

Meski AS mengaku "perang melawan teror" di Afghanistan telah berhasil, namun tidak halnya dengan Al Qaeda.

Sebuah wawancara eksklusif yang dilakukan oleh CNN dengan pejabat Al Qaeda menyebut kelompok teroris itu masih akan terus berperang melawan AS hingga Washington angkat kaki dari seluruh dunia Islam.

Al Qaeda juga mengatakan berencana untuk kembali setelah pasukan AS meninggalkan Afghanistan. Mereka pun akan bekerja sama dengan Taliban lagi.

"Terima kasih kepada warga Afghanistan atas perlindungan rekan seperjuangan, banyak front jihad seperti itu telah berhasil beroperasi di berbagai belahan dunia Islam untuk waktu yang lama," ujar jurubicara Al Qaeda kepada CNN.

Menurut jubir tersebut, persatuan antara Al Qaeda dan Taliban semakin maju.

"Amerika Serikat bukanlah masalah bagi saudara-saudara Afghanistan kita, tetapi karena pengorbanan dalam perang Afghanistan, Amerika sekarang dikalahkan. Baik Partai Republik atau Demokrat, keduanya telah membuat keputusan akhir untuk mundur dari perang Afghanistan," jelasnya.

Pemimpin Al Qaeda saat ini, Ayman al-Zawahiri tidak banyak terdengar. Mereka hanya muncul dalam beberapa rilis propaganda.

Keputusan penarikan pasukan oleh AS didasarkan pada kesepakatan dengan Taliban pada tahun lalu, di bawah kepemimpinan Donald Trump.

Taliban telah berjanji untuk memutuskan hubungan dengan Al Qaeda yang menjadi sumber persoalan AS menginvasi Afghanistan setelah insiden 9/11.

Dengan jawaban dari Al Qaeda, ahli terorisme Peter Bergen mengatakan, Taliban kemungkinan melakukan tipuan terhadap AS.

"Ini menegaskan apa yang dikatakan PBB bahwa 'Taliban secara teratur berkonsultasi' dengan Al Qaeda selama negosiasi dengan AS sambil menjamin merea akan menghormati hubungan sejarah mereka," ujar Bergen.

ARTIKEL LAINNYA