Gara-gara Bandingkan Wakilnya Dengan Hakim Nazi, Presiden Asosiasi Sepak Bola Jerman Diminta Mundur

Presiden Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) Fritz Keller/Net

Di tengah persiapan Jerman yang akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Eropa pada 2024, dunia sepak bola negara itu justru tengah ricuh.

Presiden Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) Fritz Keller menghadapi desakan dari banyak pihak untuk segera mundur akibat klaim 'Nazi' terhadap wakilnya.
Keller telah memicu kemarahan dengan membandingkan wakilnya, Rainer Koch, dengan hakim Nazi, Roland Freisler. Atas komentar Keler itu, asosiasi mengatakan bahwa Keller telah kehilangan kepercayaan dan telah diminta untuk mundur dari posisinya.

"Pernyataan itu mengejutkan, sama sekali tidak dapat diterima oleh kami," kata asosiasi pada pernyataan yang diterbitkan oleh federasi, Minggu (2/5) seperti dikutip dari AP.

"Kami mengutuk pernyataan itu, dengan sangat tegas! Asosiasi regional dan negara bagian DFB sejauh ini mewakili masyarakat yang demokratis, toleran, dan beragam. Sehingga, pernyataan presiden DFB Keller tidak sesuai dengan prinsip dan nilai asosiasi," lanjut pernyataan asosiasi.

Para pemimpin dari lima asosiasi regional dan 21 negara bagian DFB menyebut rujukan Nazi yang dilontarkan Keller sama sekali tidak dapat diterima.

Kekacauan terjadi setelah Keller dalam pertemuan federasi pada 23 April, menyamakan wakil presiden DFB Rainer Koch dengan Roland Freisler, kepala pengadilan partai Nazi yang terkenal di tahun 1940-an.

Freisler, adalah salah satu Nazi yang bertanggung jawab atas organisasi Holocaust. Dia menjadi presiden Pengadilan Rakyat, di mana dia menjatuhkan sekitar 2.600 hukuman mati kepada penentang rezim Nazi.

Koch  juga bekerja sebagai hakim di pengadilan regional yang lebih tinggi di Munich.

Sejak saat itu, Keller menghadapi kritik keras di seluruh dunia olahraga Jerman. Keller sendiri sudah meminta maaf kepada Koch dan seluruh asosiasi. Namun Keller menolak permintaan mundur.

Koch sendiri belum terdengar kabarnya, apakah dia telah menerima permohonan maaf dari Keller. Namun beberapa pihak menduga Koch tidak akan semudah itu memaafkan.

"Saya menyesal, dan minta maaf. Pernyataan itu sama sekali tidak pantas, terutama terhadap para korban Nazisme," kata Keller.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

RMOL WORLD VIEW • Palestina Tidak Pernah Sendiri

Rabu, 02 Juni 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Membaca Anggaran Alutsista Rp 1,7 Kuadriliun

Kamis, 03 Juni 2021
Video

Tak Berizin dan Undang Ratusan Orang, Hajatan Khitan di Semarang Dibubarkan

Senin, 07 Juni 2021

Artikel Lainnya

Presiden Tsai Ing-wen: Vaksinasi Covid-19 Untuk Masyarakat Umum Taiwan Dimulai Juli 2021
Dunia

Presiden Tsai Ing-wen: Vaksi..

12 Juni 2021 16:47
Tidak Masalah Disebut Pembunuh, Vladimir Putin: Joe Biden Lebih Mudah Diprediksi Dibanding Donald Trump Yang Penuh Warna
Dunia

Tidak Masalah Disebut Pembun..

12 Juni 2021 16:24
Wabah Baru Covid-19 Guangdong China Kebanyakan Menyerang Lansia Dan Anak, 80 Persen Alami Demam
Dunia

Wabah Baru Covid-19 Guangdon..

12 Juni 2021 15:36
Mali Umumkan Pemerintahan Baru, Peran Kunci Masih Dipegang Tokoh Militer
Dunia

Mali Umumkan Pemerintahan Ba..

12 Juni 2021 15:22
China Dan Langkahnya Yang Salah Di Eropa Tengah Dan Timur
Dunia

China Dan Langkahnya Yang Sa..

12 Juni 2021 15:09
Untuk Yang Ketiga Kali Keluarga Pilot Rusia Mengirimkan Surat Permohonan Ampunan Kepada Gedung Putih
Dunia

Untuk Yang Ketiga Kali Kelua..

12 Juni 2021 13:39
Diprotes China Karena Sebut Taiwan Sebagai Negara, Tokyo Pastikan Hubungan Jepang-Taiwan Bersifat Tidak Resmi
Dunia

Diprotes China Karena Sebut ..

12 Juni 2021 12:55
Mantan Pendeta Katolik AS Richard Daschbach Diadili Di Timor Leste, Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara
Dunia

Mantan Pendeta Katolik AS Ri..

12 Juni 2021 12:14