Tak Ada Rasisme, Ancaman Penjara Untuk Larangan Masuk Dari India Sesuai UU Australia

Australia larang masuk pelancong dari India karena Covid-19/Getty Images

Keputusan pemerintah untuk melarang kedatangan dari India, termasuk memberlakukan ancaman penjara bagi mereka yang melanggar, ditujukan untuk kepentingan kesehatan warga Australia.

Begitu alasan yang diberikan oleh Perdana Menteri Scott Morrison ketika kebijakannya banyak dikecam oleh Komisi Hak Asasi Manusia Australia (AHRC).

"Kami semua hanya bekerja untuk melakukan apa yang benar untuk kepentingan kesehatan warga Australia. Larangan tersebut telah diterapkan atas dasar nasihat dari pejabat kesehatan," kata Morrison dalam sebuah wawancara pada Senin (3/5), seperti dikutip Sputnik.

Morrison menegaskan, kebijakan itu juga sesuai dengan Biosecurity Act 2015. Ia juga menolak keputusan dilatarbelakangi oleh rasisme.

"Tidak ada politik atau ideologi dalam pandemi, dan saya terus-menerus terkejut oleh mereka yang berusaha memasukkannya ke dalamnya," tegasnya.  

"Kami sangat, sangat prihatin tentang krisis kemanusiaan di India," imbuhnya.

Akhir pekan lalu, Menteri Kesehatan Greg Hunt mengumumkan Australia akan melarang masuk para pelancong dari India hingga 15 Mei karena situasi Covid-19.

Mereka yang melanggar terancam hukuman penjara 5 tahu dan denda sebesar 50 ribu dolar AS.

Keputusan tersebut memicu kritik langsung dari AHRC, dengan menyebutnya sebagai masalah hak asasi manusia yang serius.

"Perlunya pembatasan seperti itu harus dibenarkan secara publik. Pemerintah harus menunjukkan bahwa tindakan ini tidak diskriminatif dan satu-satunya cara yang sesuai untuk menangani ancaman terhadap kesehatan masyarakat," kata pengawas hak asasi manusia pemerintah itu.

Sementara itu, Australia pada 27 April telah mengumumkan paket bantuan kepada India untuk memerangi Covid-19.

Paket bantuan itu meliputi 500 ventilator non-invasif, satu juta masker bedah, 500 ribu masker P2/N95, 100 ribu baju hazmat, 100 ribu kacamata, 100 ribu pasang sarung tangan, dan 20 ribu pelindung wajah.

Kolom Komentar


Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Tragedi Nanggala, Lalu Apa?

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Farah Zoomtalk Spesial Ramadhan • Bincang Buku Rahasia Kesehatan Rasulullah

Minggu, 09 Mei 2021
Video

RMOL WORLD VIEW • Mengenal Tradisi Ramadhan Di Uzbekistan

Senin, 10 Mei 2021

Artikel Lainnya

Pantau Terus Perkembangan Situasi Yerusalem,  Rusia Lakukan Kontak Dengan Palestina Setiap Hari
Dunia

Pantau Terus Perkembangan Si..

11 Mei 2021 05:58
Tertahan Di Tepi Amu Darya, Ini Cerita Teguh Santosa
Dunia

Tertahan Di Tepi Amu Darya, ..

11 Mei 2021 01:02
Thailand Catat Kasus Pertama Varian B1617, Menginfeksi Seorang Wanita Hamil
Dunia

Thailand Catat Kasus Pertama..

10 Mei 2021 21:57
Aung San Suu Kyi Akan Hadiri Persidangan Secara Langsung Untuk Pertama Kalinya
Dunia

Aung San Suu Kyi Akan Hadiri..

10 Mei 2021 21:03
Malaysia Kembali Berlakukan Perintah Kontrol Gerakan Jelang Lebaran
Dunia

Malaysia Kembali Berlakukan ..

10 Mei 2021 20:46
Bentrokan Di Hari Yerusalem, Ratusan Warga Palestina Terluka
Dunia

Bentrokan Di Hari Yerusalem,..

10 Mei 2021 17:20
Iran Benarkan Adanya Komunikasi Dengan Arab Saudi Demi Perbaiki Hubungan
Dunia

Iran Benarkan Adanya Komunik..

10 Mei 2021 16:43
Terkendala Pembatasan, Kunjungan  Ketua Komite Olimpiade Internasional Thomas Bach Ke Jepang Ditunda
Dunia

Terkendala Pembatasan, Kunju..

10 Mei 2021 16:40