Penelitian Belanda: Penerima Vaksin AstraZeneca Banyak Yang Menderita Efek Samping

Ilustrasi/Net

Sebuah penelitian yang dilakukan pusat penelitian Belanda menemukan bahwa penerima suntikan vaksin AstraZeneca lebih banyak mengalami efek samping, seperti kasus pembekuan darah, daripada vaksin jenis lainnya.

Mereka juga mengatakan studi itu harus dikaji lagi dan perlu penelitian lebih lanjut.

"Peningkatan tak terduga dalam jumlah orang yang menunjukkan berbagai jenis pembekuan darah setelah diberi dosis pertama vaksin AstraZeneca Covid-19 memerlukan lebih banyak penelitian," kata Pharmacovigilance Center Lareb dalam rilisnya, seperti dikutip dari NL Times, Senin (3/5).

Selain munculnya keluhan gumpalan darah, Lareb  telah menerima banyak laporan kasus di luar dugaan untuk pembekuan lainnya, seperti trombosis vena dalam dan emboli paru.

Data yang dikumpulkan menunjukkan, dari empat juta vaksinasi, jumlah laporan efek samping di antara orang yang divaksinasi dengan AstraZeneca satu setengah kali lebih tinggi dari yang diperkirakan.  

Namun, ini saja tidak cukup untuk menyimpulkan adanya hubungan antara vaksin dan kasus pembekuan darah tertentu. Dalam tingkat yang lebih tinggi dari mereka yang telah divaksinasi, adalah orang-orang yang lebih mungkin berisiko lebih tinggi mengalami kejadian pembekuan darah. Itu termasuk mereka yang berusia lanjut, dan orang-orang yang mengalami obesitas.

Setelah sekitar satu juta suntikan vaksin AstraZeneca diberikan di Belanda, total 150 kejadian pembekuan darah dilaporkan, dimana 136 di antaranya dianggap serius. Empat orang dilaporkan meninggal hingga 14 April. Pasien mengalami stroke sebanyak 42 kali, 38 kasus emboli paru, dan 24 kasus trombosis vena dalam.

Selain itu, terdapat 63 peristiwa trombo-emboli lainnya. Kasus tersebut termasuk sembilan orang yang memiliki kombinasi bekuan darah dengan jumlah trombosit yang rendah. Ini adalah efek samping langka dari vaksin.

Lareb menerima 399 laporan trombosis yang telah divaksinasi. 249 kasus lainnya teridentifikasi di antara tiga juta orang yang menerima vaksin Pfizer / BioNTech atau Moderna. Pada kedua kelompok tersebut, jumlah kasus pembekuan darah yang dilaporkan tidak sebanyak efek yang ditimbulkan AstraZeneca.

"Banyak ketidakpastian, seperti seberapa sering bentuk trombosis ini terjadi pada populasi umum," kata mereka.

Dikatakan juga bahwa jumlah laporan meningkat setelah berita pertama keluar terkait kekhawatiran terhadap vaksin AstraZeneca.

Reaksi terhadap vaksin ini ditemukan pada total dua belas orang di Belanda, semuanya berjenis kelamin wanita berusia antara 23 dan 65 tahun. Satu dari 12 orang tersebut dilaporkan telah meninggal dunia.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

RMOL WORLD VIEW • Palestina Tidak Pernah Sendiri

Rabu, 02 Juni 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Membaca Anggaran Alutsista Rp 1,7 Kuadriliun

Kamis, 03 Juni 2021
Video

Tak Berizin dan Undang Ratusan Orang, Hajatan Khitan di Semarang Dibubarkan

Senin, 07 Juni 2021

Artikel Lainnya

Jelang KTT NATO, Menhan Turki, Inggris Dan Italia Bertemu Di Kapal HMS Queen Elizabeth
Dunia

Jelang KTT NATO, Menhan Turk..

12 Juni 2021 18:57
Resmi: Haji Tahun Ini Hanya Untuk Umat Muslim Yang Berada Di Arab Saudi Dan Jumlahnya Tidak Lebih Dari 60.000 Jemaah
Dunia

Resmi: Haji Tahun Ini Hanya ..

12 Juni 2021 18:35
Presiden Tsai Ing-wen: Vaksinasi Covid-19 Untuk Masyarakat Umum Taiwan Dimulai Juli 2021
Dunia

Presiden Tsai Ing-wen: Vaksi..

12 Juni 2021 16:47
Tidak Masalah Disebut Pembunuh, Vladimir Putin: Joe Biden Lebih Mudah Diprediksi Dibanding Donald Trump Yang Penuh Warna
Dunia

Tidak Masalah Disebut Pembun..

12 Juni 2021 16:24
Wabah Baru Covid-19 Guangdong China Kebanyakan Menyerang Lansia Dan Anak, 80 Persen Alami Demam
Dunia

Wabah Baru Covid-19 Guangdon..

12 Juni 2021 15:36
Mali Umumkan Pemerintahan Baru, Peran Kunci Masih Dipegang Tokoh Militer
Dunia

Mali Umumkan Pemerintahan Ba..

12 Juni 2021 15:22
China Dan Langkahnya Yang Salah Di Eropa Tengah Dan Timur
Dunia

China Dan Langkahnya Yang Sa..

12 Juni 2021 15:09
Untuk Yang Ketiga Kali Keluarga Pilot Rusia Mengirimkan Surat Permohonan Ampunan Kepada Gedung Putih
Dunia

Untuk Yang Ketiga Kali Kelua..

12 Juni 2021 13:39