Pukul Perempuan Hamil Hingga Tewas, Petinju Profesional Puerto Rico Terancam Hukuman Mati

Gubernur Puerto Rico Pedro Pierluisi/Net

Atlet tinju profesional asal Puerto Rico, Felix Verdejo, didakwa di pengadilan federal AS dalam kasus penculikan disertai pembunuhan seorang perempuan hamil bernama Keishla Rodriguez Ortiz.

Atas kasusnya, Verdejo yang pernah mewakili Puerto Rico di Olimpiade 2012 itu, di tahan pada hari Minggu (2/4) waktu setempat.

"Dia didakwa dengan penculikan dan pembajakan mobil yang mengakibatkan kematian dan dengan sengaja membunuh seorang anak yang belum lahir," kata Kantor Kejaksaan AS di Puerto Rico dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (4/5).

Jika terbukti bersalah, petinju berusia 27 tahun itu bisa menghadapi hukuman mati.

Seorang agen FBI menulis dalam pernyataan tertulis pengadilan federal bahwa Rodriguez (27) dibunuh pada hari Kamis pekan lalu, setelah dia bertemu Verdejo untuk meminta bantuannya untuk menggugurkan kandungannya.

"Verdejo meninju wajah Rodriguez dan menyuntiknya dengan zat sebelum melemparkan tubuhnya ke Jembatan Teodoro Moscoso San Juan dan ke San Jose Lagoon," tulis agen itu.

Pihak berwenang mengeluarkan surat perintah penangkapan Verdejo setelah Rodriguez dilaporkan hilang dan penyelidik mewawancarai seorang saksi dan meninjau rekaman kamera pengintai dan catatan ponsel.

Pada hari Minggu, ratusan orang berkumpul di Jembatan Teodoro Moscoso dekat tempat mayat Rodriguez diyakini dibuang ke laguna. Mereka menyerukan keadilan bagi Rodriguez dan lebih banyak lagi yang harus dilakukan untuk mengatasi lonjakan kekerasan gender di wilayah pulau AS, lapor Washington Post.

Gubernur Puerto Rico Pedro Pierluisi menyatakan keprihatinannya pada kasu ini,

"Rasa sakit, amarah dan kemarahan yang kita rasakan setiap kali kita menyaksikan kejahatan kekerasan gender harus tetap hidup dalam diri kita sehingga kita tidak beristirahat dalam tanggung jawab kita untuk melindungi, mencegah dan menghapus kejahatan ini," kata Pierluisi, dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu.

Tiga bulan lalu, Pierluisi menyatakan keadaan darurat untuk mengatasi masalah kekerasan gender.
Verdejo bertarung di divisi ringan di Olimpiade London 2012. Dia memiliki rekor 27 kemenangan dan dua kekalahan di atas ring.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Indonesia Bangkit Pembangunan Ekonomi

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Tragedi Nanggala, Lalu Apa?

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Farah Zoomtalk Spesial Ramadhan • Bincang Buku Rahasia Kesehatan Rasulullah

Minggu, 09 Mei 2021

Artikel Lainnya

Kecam Bentrokan Di Masjid Al Aqsa, Erdogan: Israel Negara Teroris Yang Kejam
Dunia

Kecam Bentrokan Di Masjid Al..

09 Mei 2021 06:12
Bantu Kamboja Perangi Covid-19, Jepang Sumbang 35 Unit Ambulans
Dunia

Bantu Kamboja Perangi Covid-..

09 Mei 2021 00:28
Indonesia: Pengusiran Paksa Warga Palestina Dan Kekerasan Di Masjid Al Aqsa Melukai Perasaan Umat Muslim
Dunia

Indonesia: Pengusiran Paksa ..

09 Mei 2021 00:21
Jelang Mothers Day, Lembaga Advokasi AST Suarakan Aspirasi Kaum Perempuan Turki
Dunia

Jelang Mothers Day, Lembaga ..

08 Mei 2021 19:09
Khamenei: Israel Bukan Negara, Tapi Basis Teroris!
Dunia

Khamenei: Israel Bukan Negar..

08 Mei 2021 17:12
Penuh Percaya Diri, Xi Jinping Yakin China Berhasil Selenggarakan Olimpiade Beijing 2022 Sesuai Jadwal
Dunia

Penuh Percaya Diri, Xi Jinpi..

08 Mei 2021 16:58
Tambang Kapur Meledak Di India, Sedikitnya 10 Pekerja Tewas Dan Puluhan Lainnya Dinyatakan Hilang
Dunia

Tambang Kapur Meledak Di Ind..

08 Mei 2021 15:54
Bentrokan Sheikh Jarrah:  Politisi AS Kecam Israel Yang Gusur Paksa Warga Palestina
Dunia

Bentrokan Sheikh Jarrah: Po..

08 Mei 2021 15:20