Seorang Wanita Berlutut Mengadu Kepada Morrison, Minta Bantu Keluarganya Yang Alami Kekerasan di Kamerun

Wanita memohon kepada PM Morrison untuk bantu keluarganya/Net

Ada pemandangan mengharukan di Queensland tengah seusai konferensi pers bersama Perdana Menteri Australia Scott Morrison. Seorang wanita tiba-tiba maju dan berlutut di hadapan Morrison sambil memohon dengan suara bergetar menahan kesedihan.

Wanita itu, Lilian, memohon kepada sang perdana meneteri untuk membantu keluarganya di Kamerun. Menurutnya, orang-orang di Afrika tengah menghadapi pelanggaran berat hak asasi manusia. Menyiksa, merampas, bahkan membunuh, di tengah konflik separatis di negara itu.

Wanita itu berlutut di tanah, menangis tersedu. Mengatakan telah terjadi genosida di negara itu.

Kameran telah lama mengalami konflik yang berakar sejak lama, yang telah membuat 2 juta penduduknya mengungsi, menurut data PBB, seeprti dikutip dari SBS, Selasa (4/5).

"Tolong aku. Tolong aku. Setiap hari orang-orang saya dibunuh. Saya mengalami trauma setiap hari," Lilian tersedu di hadapan Morrison.
 
Lilian lalu mengatakan, Pemrintah Kamerun membunuh orang-orang yang melakukan protes. Delapan anggota keluarganya telah menjadi korban kekerasan di sana.

Morrison mencoba menghiburnya, mengatakan bahwa anggota lokal Michelle Landry, yang juga hadir, akan meneruskan pengaduannya.

“Kami membawa banyak orang melalui program pengungsi kami dari Afrika, kami akan melakukan itu,” kata Morrison kepada Lillian.

Menambahkan bahwa setiap warga di Australa berhak mendapat perlindungan dan jika ada anggota keluarga atau orang lain yang menjadi bagian dari proses itu, maka aparatnya akan siap membantu dan membahasnya  dengan menteri imigrasi.

“Orang-orang di Australia tidak tahu seberapa buruk situasi di Kamerun,” kata Lilian.

Ia senang dengan tanggapan dari Morrison. Berharap suaranya benar-benar didengar.

Laporan Dunia 2021 menyatakan bahwa pemerintah Kamerun terus membatasi kebebasan berekspresi dan menjadi semakin tidak toleran terhadap perbedaan pendapat politik. Kekerasan terjadi di negara itu yang membuat kehidupan masyarakat Kamerun tersiksa.

Pemantau hak asasi manusia memperingatkan bahwa ratusan warga sipil telah tewas sejak Januari 2020 di wilayah barat laut dan barat daya negara itu di tengah konflik dengan kelompok separatis. []
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Indonesia Bangkit Pembangunan Ekonomi

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Tragedi Nanggala, Lalu Apa?

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Farah Zoomtalk Spesial Ramadhan • Bincang Buku Rahasia Kesehatan Rasulullah

Minggu, 09 Mei 2021

Artikel Lainnya

Kecam Bentrokan Di Masjid Al Aqsa, Erdogan: Israel Negara Teroris Yang Kejam
Dunia

Kecam Bentrokan Di Masjid Al..

09 Mei 2021 06:12
Bantu Kamboja Perangi Covid-19, Jepang Sumbang 35 Unit Ambulans
Dunia

Bantu Kamboja Perangi Covid-..

09 Mei 2021 00:28
Indonesia: Pengusiran Paksa Warga Palestina Dan Kekerasan Di Masjid Al Aqsa Melukai Perasaan Umat Muslim
Dunia

Indonesia: Pengusiran Paksa ..

09 Mei 2021 00:21
Jelang Mothers Day, Lembaga Advokasi AST Suarakan Aspirasi Kaum Perempuan Turki
Dunia

Jelang Mothers Day, Lembaga ..

08 Mei 2021 19:09
Khamenei: Israel Bukan Negara, Tapi Basis Teroris!
Dunia

Khamenei: Israel Bukan Negar..

08 Mei 2021 17:12
Penuh Percaya Diri, Xi Jinping Yakin China Berhasil Selenggarakan Olimpiade Beijing 2022 Sesuai Jadwal
Dunia

Penuh Percaya Diri, Xi Jinpi..

08 Mei 2021 16:58
Tambang Kapur Meledak Di India, Sedikitnya 10 Pekerja Tewas Dan Puluhan Lainnya Dinyatakan Hilang
Dunia

Tambang Kapur Meledak Di Ind..

08 Mei 2021 15:54
Bentrokan Sheikh Jarrah:  Politisi AS Kecam Israel Yang Gusur Paksa Warga Palestina
Dunia

Bentrokan Sheikh Jarrah: Po..

08 Mei 2021 15:20