Khawatir Jatuh Di Wilayah Yang Dihuni, AS Awasi Pergerakan Roket China Long March 5B

Roket Long March 5B milik China ketika diluncurkan/Net

Amerika Serikat (AS) mengaku terus mengawasi pergerakan dari puing-puing roket milik China, Long March 5B, yang kemungkinan akan jatuh tanpa kendali ke Bumi dalam beberapa hari mendatang.

Akhir April lalu, China berhasil meluncurkan modul utama Tianhe atau Harmoni Langit untuk membangun stasiun luar angkasanya sendiri Tiangong, yang berarti Istana Surgawi.

Modul Tianhe sendiri dibawa ke orbit oleh roket Long March 5B seberat 21 ton, dan berhasil dilepaskan.

Namun roket sendiri diperkirakan akan jatuh ke Bumi tanpa kendali. Sebelumnya radar militer AS melacak roket sepanjang 30 meter itu melaju dengan kecepatan 7 km per detik, mengelilingi Bumi setiap 90 menit.

Dimuat SpaceNews, puing-puing tersebut dapat jatuh di mana saja, termasuk wilayah yang dihuni di New York ataupun Wellington, Selandia Baru. Meski kemungkinan besar mendarat di laut.

Angkatan Udara AS sendiri memperkirakan inti roket akan jatuh di Samudra Pasifik pada akhir pekan ini.

Kemudian pada Rabu (5/5), Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan, Komando Luar Angkasa AS terus melacak roket tersebut.

"Komando Luar Angkasa AS mengetahui dan melacak lokasi Long March 5B China di luar angkasa," kata Psaki, seperti dikutip Sputnik.

Psaki menekankan AS berkomitmen untuk mengatasi risiko kemacetan akibat puing-puing luar angkasa dan meningkatnya aktivitas di luar angkasa.

"Kami ingin bekerja dengan komunitas internasional untuk mempromosikan kepemimpinan dan perilaku ruang yang bertanggung jawab", katanya.

"Ini adalah kepentingan bersama dari semua negara untuk bertindak secara bertanggung jawab di luar angkasa untuk memastikan keselamatan, stabilitas, keamanan, dan keberlanjutan jangka panjang tentang aktivitas luar," tambahnya.

Kolom Komentar


Video

RMOL WORLD VIEW • Palestina Tidak Pernah Sendiri

Rabu, 02 Juni 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Membaca Anggaran Alutsista Rp 1,7 Kuadriliun

Kamis, 03 Juni 2021
Video

Tak Berizin dan Undang Ratusan Orang, Hajatan Khitan di Semarang Dibubarkan

Senin, 07 Juni 2021

Artikel Lainnya

Jelang KTT NATO, Menhan Turki, Inggris Dan Italia Bertemu Di Kapal HMS Queen Elizabeth
Dunia

Jelang KTT NATO, Menhan Turk..

12 Juni 2021 18:57
Resmi: Haji Tahun Ini Hanya Untuk Umat Muslim Yang Berada Di Arab Saudi Dan Jumlahnya Tidak Lebih Dari 60.000 Jemaah
Dunia

Resmi: Haji Tahun Ini Hanya ..

12 Juni 2021 18:35
Presiden Tsai Ing-wen: Vaksinasi Covid-19 Untuk Masyarakat Umum Taiwan Dimulai Juli 2021
Dunia

Presiden Tsai Ing-wen: Vaksi..

12 Juni 2021 16:47
Tidak Masalah Disebut Pembunuh, Vladimir Putin: Joe Biden Lebih Mudah Diprediksi Dibanding Donald Trump Yang Penuh Warna
Dunia

Tidak Masalah Disebut Pembun..

12 Juni 2021 16:24
Wabah Baru Covid-19 Guangdong China Kebanyakan Menyerang Lansia Dan Anak, 80 Persen Alami Demam
Dunia

Wabah Baru Covid-19 Guangdon..

12 Juni 2021 15:36
Mali Umumkan Pemerintahan Baru, Peran Kunci Masih Dipegang Tokoh Militer
Dunia

Mali Umumkan Pemerintahan Ba..

12 Juni 2021 15:22
China Dan Langkahnya Yang Salah Di Eropa Tengah Dan Timur
Dunia

China Dan Langkahnya Yang Sa..

12 Juni 2021 15:09
Untuk Yang Ketiga Kali Keluarga Pilot Rusia Mengirimkan Surat Permohonan Ampunan Kepada Gedung Putih
Dunia

Untuk Yang Ketiga Kali Kelua..

12 Juni 2021 13:39