Hillary Clinton: Facebook Punya Rekam Jejak Terburuk Soal Disinformasi, Ekstremisme, Dan Konspirasi

Hillary Clinton/Net

Berita bohong dan kesalahan informasi yang berkembang pesat di dunia maya bisa membahayakan demokrasi sebuah negara. Pers, yang selama ini menjadi rujukan, tidak dapat diharapkan untuk memulihkan dasar kebenaran seiring dengan banyaknya platform teknologi.

Mantan Ibu Negara dan pengacara Hillary Clinton mengatakan platform teknologi jauh lebih kuat daripada organ mana pun dari apa yang disebut pers arus utama. Ia menyerukan adanya 'perhitungan global' terhadap berbagai informasi yang salah.  

"Saya pikir harus ada -bukan hanya perhitungan Amerika-, tetapi juga perhitungan global terhadap  disinformasi, terhadap kekuatan dan kontrol monopoli, dan juga terhadap kurangnya akuntabilitas yang dinikmati platform saat ini,” kata Hillary, saat wawancara virtual dengan The Guardian dari rumahnya di Chappaqua, New York, menyambut  peringatan dua abad media tersebut, seperti dikutip dari The Guardian, Kamis (6/5).

"Saya pikir The Guardian telah menjadi teladan besar kebebasan pers selama 200 tahun," kata Hillary.

Hillary kemudian merujuk pada platform media sosial Facebook yang menurutnya banyak menyebarkan disinformasi.

“Facebook memiliki rekam jejak terburuk untuk memungkinkan ketidakbenaran, informasi yang salah, ekstremisme, konspirasi, demi kebaikan, bahkan genosida di Myanmar terhadap Rohingya. Jadi, pemerintah harus memutuskan sekarang juga bahwa platform harus dipegang dengan semacam standar," kata Hillary, tetapi ia menyadari bahwa hal itu bukan perkara mudah.

Sebuah laporan yang ditugaskan oleh Facebook menemukan pada tahun 2018 bahwa perusahaan tersebut gagal menghentikan penggunaan platformnya untuk 'memicu perpecahan dan menghasut kekerasan offline' di Myanmar.

Guardian melaporkan hasil investigasinya, bahwa Facebook sangat lambat dalam memperhatikan peringatan tentang para pemimpin politik yang menggunakan platformnya untuk menipu publik atau melecehkan lawan.

Facebook memiliki hampir 2,8 miliar pengguna aktif bulanan global.

Joe Biden, Kongres AS dan Komisi Perdagangan Federal pernah bermaksud mengambil garis yang lebih keras tentang teknologi besar, tetapi tentu bukan hal yang mudah dilakukan.

Seperti yang dikatakan Hillary bahwa platform media sosial sangat kuat. Dia sendiri belum melihat alternatif lain untuk menangani bahaya yang sangat nyata dari disinformasi dan perpecahan yang ditimbulkannya terhadap demokrasi.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

RMOL WORLD VIEW • Palestina Tidak Pernah Sendiri

Rabu, 02 Juni 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Membaca Anggaran Alutsista Rp 1,7 Kuadriliun

Kamis, 03 Juni 2021
Video

Tak Berizin dan Undang Ratusan Orang, Hajatan Khitan di Semarang Dibubarkan

Senin, 07 Juni 2021

Artikel Lainnya

Presiden Tsai Ing-wen: Vaksinasi Covid-19 Untuk Masyarakat Umum Taiwan Dimulai Juli 2021
Dunia

Presiden Tsai Ing-wen: Vaksi..

12 Juni 2021 16:47
Tidak Masalah Disebut Pembunuh, Vladimir Putin: Joe Biden Lebih Mudah Diprediksi Dibanding Donald Trump Yang Penuh Warna
Dunia

Tidak Masalah Disebut Pembun..

12 Juni 2021 16:24
Wabah Baru Covid-19 Guangdong China Kebanyakan Menyerang Lansia Dan Anak, 80 Persen Alami Demam
Dunia

Wabah Baru Covid-19 Guangdon..

12 Juni 2021 15:36
Mali Umumkan Pemerintahan Baru, Peran Kunci Masih Dipegang Tokoh Militer
Dunia

Mali Umumkan Pemerintahan Ba..

12 Juni 2021 15:22
China Dan Langkahnya Yang Salah Di Eropa Tengah Dan Timur
Dunia

China Dan Langkahnya Yang Sa..

12 Juni 2021 15:09
Untuk Yang Ketiga Kali Keluarga Pilot Rusia Mengirimkan Surat Permohonan Ampunan Kepada Gedung Putih
Dunia

Untuk Yang Ketiga Kali Kelua..

12 Juni 2021 13:39
Diprotes China Karena Sebut Taiwan Sebagai Negara, Tokyo Pastikan Hubungan Jepang-Taiwan Bersifat Tidak Resmi
Dunia

Diprotes China Karena Sebut ..

12 Juni 2021 12:55
Mantan Pendeta Katolik AS Richard Daschbach Diadili Di Timor Leste, Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara
Dunia

Mantan Pendeta Katolik AS Ri..

12 Juni 2021 12:14