Pemimpin Skotlandia Nicola Sturgeon Kutuk Tindakan Brutal Israel Di Masjid Al Aqsa

Menteri Utama Skotlandia Nicola Sturgeon/Net

Menteri Utama Skotlandia Nicola Sturgeon ikut mengutuk tindakan brutal dan kekerasan yang dilakukan otoritas Israel terhadap Muslim Palestina di Masjid Al-Aqsa.

Pernyataan tersebut disampaikan Sturgeon dalam cuitannya di akun Twitter pada Minggu (9/5). Dalam pernyataannya, dia meminta pemerintah Israel untuk mendengarkan seruan komunitas internasional dan menghentikan serangannya terhadap situs tersuci ketiga Islam serta penggusuran ilegal warga Palestina di lingkungan Sheikh Jarrah.

“Menyerang tempat ibadah kapan saja itu tercela, tetapi menyerang masjid selama Ramadhan sama sekali tidak bisa dipertahankan,” kata Sturgeon, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Senin (10/5).

“Itu juga merupakan pelanggaran hukum internasional. Israel harus memperhatikan seruan untuk segera menghentikan kekerasan," tambah Sturgeon yang menggunakan tagar #SheikhJarrah dalam cuitnya.

Bulan ini, Pengadilan Distrik Yerusalem Israel memerintahkan keluarga Palestina yang tinggal di lingkungan Yerusalem Timur yang diduduki harus mengosongkan rumah mereka. Hingga 60 orang, termasuk 17 anak-anak akan dipindahkan secara paksa oleh pihak berwenang untuk memberi jalan bagi pembongkaran dan pembangunan rumah pemukim Israel.

Sebagai hasil dari putusan dan solidaritas dengan Sheikh Jarrah, warga Palestina telah berdemonstrasi menentang keputusan pengadilan di sejumlah wilayah, tetapi juga di sekitar Masjid Al-Aqsa dan Kubah Batu.  

Menanggapi demonstrasi ini, polisi Israel yang dipersenjatai dengan granat asap dan setrum dengan keras membubarkan pengunjuk rasa.

Pihak berwenang juga berusaha untuk secara paksa mencegah pertemuan Ramadhan di dalam dan sekitar masjid dan pada Jumat malam, yang menandai Hari Yerusalem Internasional, daerah sekitarnya adalah tempat pertempuran ketika pasukan Israel dengan keras menekan pengunjuk rasa dan jemaah.

Masjid Al-Aqsa serta Kubah Batu yang berdekatan membentuk bagian dari Haram al-Sharif dan merupakan situs tersuci ketiga Islam. Daerah sekitarnya dikelola oleh Yordania, namun, pemerintah Israel telah mengklaim daerah tersebut, mensponsori serangan kekerasan oleh ekstremis sayap kanan dan bahkan menyerang daerah tersebut.

Lebih dari 200 warga Palestina pada Jumat malam terluka selama serangan Israel di Al-Aqsa dan daerah pendudukan lainnya di Yerusalem Timur.

Tanggapan brutal Tel Aviv tersebut telah memicu kecaman internasional di seluruh dunia dengan banyak negara menyerukan Israel untuk menghentikan kegiatan jahatnya dan menghormati hukum internasional.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

RMOL WORLD VIEW • Palestina Tidak Pernah Sendiri

Rabu, 02 Juni 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Membaca Anggaran Alutsista Rp 1,7 Kuadriliun

Kamis, 03 Juni 2021
Video

Tak Berizin dan Undang Ratusan Orang, Hajatan Khitan di Semarang Dibubarkan

Senin, 07 Juni 2021

Artikel Lainnya

Presiden Tsai Ing-wen: Vaksinasi Covid-19 Untuk Masyarakat Umum Taiwan Dimulai Juli 2021
Dunia

Presiden Tsai Ing-wen: Vaksi..

12 Juni 2021 16:47
Tidak Masalah Disebut Pembunuh, Vladimir Putin: Joe Biden Lebih Mudah Diprediksi Dibanding Donald Trump Yang Penuh Warna
Dunia

Tidak Masalah Disebut Pembun..

12 Juni 2021 16:24
Wabah Baru Covid-19 Guangdong China Kebanyakan Menyerang Lansia Dan Anak, 80 Persen Alami Demam
Dunia

Wabah Baru Covid-19 Guangdon..

12 Juni 2021 15:36
Mali Umumkan Pemerintahan Baru, Peran Kunci Masih Dipegang Tokoh Militer
Dunia

Mali Umumkan Pemerintahan Ba..

12 Juni 2021 15:22
China Dan Langkahnya Yang Salah Di Eropa Tengah Dan Timur
Dunia

China Dan Langkahnya Yang Sa..

12 Juni 2021 15:09
Untuk Yang Ketiga Kali Keluarga Pilot Rusia Mengirimkan Surat Permohonan Ampunan Kepada Gedung Putih
Dunia

Untuk Yang Ketiga Kali Kelua..

12 Juni 2021 13:39
Diprotes China Karena Sebut Taiwan Sebagai Negara, Tokyo Pastikan Hubungan Jepang-Taiwan Bersifat Tidak Resmi
Dunia

Diprotes China Karena Sebut ..

12 Juni 2021 12:55
Mantan Pendeta Katolik AS Richard Daschbach Diadili Di Timor Leste, Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara
Dunia

Mantan Pendeta Katolik AS Ri..

12 Juni 2021 12:14