Farah.ID
Farah.ID

Pemimpin Skotlandia Nicola Sturgeon Kutuk Tindakan Brutal Israel Di Masjid Al Aqsa

LAPORAN: RENI ERINA
  • Senin, 10 Mei 2021, 12:43 WIB
Pemimpin Skotlandia Nicola Sturgeon Kutuk Tindakan Brutal Israel Di Masjid Al Aqsa
Menteri Utama Skotlandia Nicola Sturgeon/Net
Menteri Utama Skotlandia Nicola Sturgeon ikut mengutuk tindakan brutal dan kekerasan yang dilakukan otoritas Israel terhadap Muslim Palestina di Masjid Al-Aqsa.

Pernyataan tersebut disampaikan Sturgeon dalam cuitannya di akun Twitter pada Minggu (9/5). Dalam pernyataannya, dia meminta pemerintah Israel untuk mendengarkan seruan komunitas internasional dan menghentikan serangannya terhadap situs tersuci ketiga Islam serta penggusuran ilegal warga Palestina di lingkungan Sheikh Jarrah.

“Menyerang tempat ibadah kapan saja itu tercela, tetapi menyerang masjid selama Ramadhan sama sekali tidak bisa dipertahankan,” kata Sturgeon, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Senin (10/5).

“Itu juga merupakan pelanggaran hukum internasional. Israel harus memperhatikan seruan untuk segera menghentikan kekerasan," tambah Sturgeon yang menggunakan tagar #SheikhJarrah dalam cuitnya.

Bulan ini, Pengadilan Distrik Yerusalem Israel memerintahkan keluarga Palestina yang tinggal di lingkungan Yerusalem Timur yang diduduki harus mengosongkan rumah mereka. Hingga 60 orang, termasuk 17 anak-anak akan dipindahkan secara paksa oleh pihak berwenang untuk memberi jalan bagi pembongkaran dan pembangunan rumah pemukim Israel.

Sebagai hasil dari putusan dan solidaritas dengan Sheikh Jarrah, warga Palestina telah berdemonstrasi menentang keputusan pengadilan di sejumlah wilayah, tetapi juga di sekitar Masjid Al-Aqsa dan Kubah Batu.  

Menanggapi demonstrasi ini, polisi Israel yang dipersenjatai dengan granat asap dan setrum dengan keras membubarkan pengunjuk rasa.

Pihak berwenang juga berusaha untuk secara paksa mencegah pertemuan Ramadhan di dalam dan sekitar masjid dan pada Jumat malam, yang menandai Hari Yerusalem Internasional, daerah sekitarnya adalah tempat pertempuran ketika pasukan Israel dengan keras menekan pengunjuk rasa dan jemaah.

Masjid Al-Aqsa serta Kubah Batu yang berdekatan membentuk bagian dari Haram al-Sharif dan merupakan situs tersuci ketiga Islam. Daerah sekitarnya dikelola oleh Yordania, namun, pemerintah Israel telah mengklaim daerah tersebut, mensponsori serangan kekerasan oleh ekstremis sayap kanan dan bahkan menyerang daerah tersebut.

Lebih dari 200 warga Palestina pada Jumat malam terluka selama serangan Israel di Al-Aqsa dan daerah pendudukan lainnya di Yerusalem Timur.

Tanggapan brutal Tel Aviv tersebut telah memicu kecaman internasional di seluruh dunia dengan banyak negara menyerukan Israel untuk menghentikan kegiatan jahatnya dan menghormati hukum internasional.
EDITOR: RENI ERINA

ARTIKEL LAINNYA