Maroko Kepada Spanyol: Pertimbangan Kemanusiaan Bukan Alasan Menerima Pelaku Pelanggar HAM

Pemimpin Polisario, Brahim Ghali/Net

Maroko menyampaikan rasa kekecewaannya atas tindakan Spanyol yang tidak melakukan komunikasi dengan Rabat perihal kedatangan pemimpin kelompok separatis Polisario, Brahim Ghali bulan lalu.

Kementerian Luar Negeri Maroko mengatakan, keputusan Spanyol untuk tidak memberitahu Rabat merupakan tindakan yang direncanakan, pilihan sukarela, dan keputusan kedaulatan yang diambil oleh Madrid.

Dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari MAP, kementerian mengatakan keputusan Spanyol itu bukanlah "kelalaian sederhana", dan akan menimbulkan konsekuensi.

"Sejak Spanyol menerima pemimpin milisi Polisario, yang dituduh melakukan kejahatan perang dan pelanggaran hak asasi manusia yang serius, pejabat Spanyol telah membuat banyak pernyataan dalam upaya untuk membenarkan tindakan serius dan bertentangan ini dengan semangat kemitraan dan keramahtamahan yang baik," kata kementerian.

Meski begitu, kementerian mencatat pertimbangan kemanusiaan tidak membenarkan manuver "di belakang punggung mitra dan tetangga".
Pertimbangan kemanusiaan, tidak bisa menjadi "obat mujarab" bagi ribuan orang yang hidup dalam kondisi tidak manusiawi di kamp-kamp Tindouf.

"Penegakan hukum dan pelestarian hak-hak korban tidak bisa menjadi kasus standar ganda," lanjut kementerian.

Selain itu, kementerian menegaskan, pertimbangan kemanusiaan juga tidak dapat dihalalkan bagi seseorang untuk terlibat dalam pencurian identitas dan pemalsuan paspor, yang dimaksudkan untuk secara sukarela menghindari hukum.

"Akhirnya, pertimbangan kemanusiaan tidak dapat meniadakan klaim sah dari korban pemerkosaan, penyiksaan dan pelanggaran HAM besar-besaran yang dilakukan oleh pemimpin milisi Polisario," tekan kementerian.

Ghali sendiri melakukan perjalanan ke Spanyol menggunakan identitas palsu dan paspor palsu dari Aljazair pada akhir bulan lalu untuk mendapatkan perawatan kesehatan.

Kolom Komentar


Video

RMOL WORLD VIEW • Palestina Tidak Pernah Sendiri

Rabu, 02 Juni 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Membaca Anggaran Alutsista Rp 1,7 Kuadriliun

Kamis, 03 Juni 2021
Video

Tak Berizin dan Undang Ratusan Orang, Hajatan Khitan di Semarang Dibubarkan

Senin, 07 Juni 2021

Artikel Lainnya

Presiden Tsai Ing-wen: Vaksinasi Covid-19 Untuk Masyarakat Umum Taiwan Dimulai Juli 2021
Dunia

Presiden Tsai Ing-wen: Vaksi..

12 Juni 2021 16:47
Tidak Masalah Disebut Pembunuh, Vladimir Putin: Joe Biden Lebih Mudah Diprediksi Dibanding Donald Trump Yang Penuh Warna
Dunia

Tidak Masalah Disebut Pembun..

12 Juni 2021 16:24
Wabah Baru Covid-19 Guangdong China Kebanyakan Menyerang Lansia Dan Anak, 80 Persen Alami Demam
Dunia

Wabah Baru Covid-19 Guangdon..

12 Juni 2021 15:36
Mali Umumkan Pemerintahan Baru, Peran Kunci Masih Dipegang Tokoh Militer
Dunia

Mali Umumkan Pemerintahan Ba..

12 Juni 2021 15:22
China Dan Langkahnya Yang Salah Di Eropa Tengah Dan Timur
Dunia

China Dan Langkahnya Yang Sa..

12 Juni 2021 15:09
Untuk Yang Ketiga Kali Keluarga Pilot Rusia Mengirimkan Surat Permohonan Ampunan Kepada Gedung Putih
Dunia

Untuk Yang Ketiga Kali Kelua..

12 Juni 2021 13:39
Diprotes China Karena Sebut Taiwan Sebagai Negara, Tokyo Pastikan Hubungan Jepang-Taiwan Bersifat Tidak Resmi
Dunia

Diprotes China Karena Sebut ..

12 Juni 2021 12:55
Mantan Pendeta Katolik AS Richard Daschbach Diadili Di Timor Leste, Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara
Dunia

Mantan Pendeta Katolik AS Ri..

12 Juni 2021 12:14