Iran Benarkan Adanya Komunikasi Dengan Arab Saudi Demi Perbaiki Hubungan

Jurubicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh/Net

Iran secara terbuka membenarkan adanya komunikasi dengan Arab Saudi untuk menyelesaikan berbagai persoalan di antara kedua negara.

Jurubicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh pada Senin (10/5) mengatakan pihaknya akan melakukan apa yang bisa dilakukan demi menurunkan ketegangan dua negara di kawasan tersebut.

"Menurunnya ketegangan antara dua negara Muslim di kawasan Teluk Persia adalah kepentingan kedua negara dan kawasan itu," ujar Khatibzadeh, seperti dikutip Reuters.

"Kami menyambut baik penyelesaian masalah yang telah ada antara kedua negara. Kami akan menggunakan upaya terbaik kami dalam hal ini," tambahnya.

Pekan lalu, kepala perencanaan kebijakan di Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, Dutabesar Rayed Krimly mengatakan, pembicaraan kedua belah pihak bertujuan untuk mengurangi ketegangan di kawasan. Namun ia juga menyebut masih telalu dini untuk menilai hasilnya.

Iran dan Arab Saudi telah lama bersaing dalam konflik proksi di seluruh wilayah, dari Yaman hingga Suriah dan Irak. Keduanya juga memutuskan hubungan diplomatik pada 2016.

Namun kehadiran Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengubah situasi di Timur Tengah.

Saat ini, Washington bertujuan untuk memulai kembali kesepakatan nuklir Iran yang telah ditinggalkan oleh pendahulunya, Donald Trump. Biden juga menyerukan agar Arab Saudi mengakhiri perang melawan Houthi yang pro Iran di Yaman.

Kolom Komentar


Video

RMOL WORLD VIEW • Palestina Tidak Pernah Sendiri

Rabu, 02 Juni 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Membaca Anggaran Alutsista Rp 1,7 Kuadriliun

Kamis, 03 Juni 2021
Video

Tak Berizin dan Undang Ratusan Orang, Hajatan Khitan di Semarang Dibubarkan

Senin, 07 Juni 2021

Artikel Lainnya

Presiden Tsai Ing-wen: Vaksinasi Covid-19 Untuk Masyarakat Umum Taiwan Dimulai Juli 2021
Dunia

Presiden Tsai Ing-wen: Vaksi..

12 Juni 2021 16:47
Tidak Masalah Disebut Pembunuh, Vladimir Putin: Joe Biden Lebih Mudah Diprediksi Dibanding Donald Trump Yang Penuh Warna
Dunia

Tidak Masalah Disebut Pembun..

12 Juni 2021 16:24
Wabah Baru Covid-19 Guangdong China Kebanyakan Menyerang Lansia Dan Anak, 80 Persen Alami Demam
Dunia

Wabah Baru Covid-19 Guangdon..

12 Juni 2021 15:36
Mali Umumkan Pemerintahan Baru, Peran Kunci Masih Dipegang Tokoh Militer
Dunia

Mali Umumkan Pemerintahan Ba..

12 Juni 2021 15:22
China Dan Langkahnya Yang Salah Di Eropa Tengah Dan Timur
Dunia

China Dan Langkahnya Yang Sa..

12 Juni 2021 15:09
Untuk Yang Ketiga Kali Keluarga Pilot Rusia Mengirimkan Surat Permohonan Ampunan Kepada Gedung Putih
Dunia

Untuk Yang Ketiga Kali Kelua..

12 Juni 2021 13:39
Diprotes China Karena Sebut Taiwan Sebagai Negara, Tokyo Pastikan Hubungan Jepang-Taiwan Bersifat Tidak Resmi
Dunia

Diprotes China Karena Sebut ..

12 Juni 2021 12:55
Mantan Pendeta Katolik AS Richard Daschbach Diadili Di Timor Leste, Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara
Dunia

Mantan Pendeta Katolik AS Ri..

12 Juni 2021 12:14