Malaysia Kembali Berlakukan Perintah Kontrol Gerakan Jelang Lebaran

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin/Net

Perdana Menteri Muhyiddin Yassin memberlakukan kembali perintah kontrol gerakan (MCO) untuk seluruh wilayah di Malaysia selama Hari Raya Idul Fitri.

Dalam keterangannya pada Senin (10/5), Muhyiddin mengatakan pemerintah memutuskan untuk mengambil langkah-langkah yang lebih keras agar bisa mengekang penyebaran Covid-19 di masyarakat yang tengah meningkat tajam.

“Rantai infeksi Covid-19 hanya bisa diputuskan dengan mendorong masyarakat untuk tinggal di rumah melalui kontrol pergerakan yang ketat,” ujarnya, seperti dikutip CNA.

Untuk itu, Muhyiddin mengumumkan, seluruh wilayah secara nasional di Malaysia akan berada di bawah MCO mulai 12 Mei hingga 7 Juni.

Di bawah MCO, semua perjalanna antarnegara bagian dan antardistrik dilarang, kecuali untuk tujuan bekerja, masalah ekonomi, kesehatan, keadaan darurat, hingga janji vaksinasi.

Satu mobil hanya bisa memuat tiga orang, termasuk pengemudi.

Semua institusi pendidikan ditutup. Pusat penitipan anak diizinkan beroperasi berdasarkan protokol kesehatan. Makan di restoran tidak akan diizinkan.

Pertemuan massal, seperti pesta penikahan, tahlil, jamuan makan akan dilarang. Dengan begitu, kunjungan saat perayaan lebaran juga tidak diizinkan.

"Perayaan Hari Raya sama sekali dilarang, termasuk mengunjungi teman dan kerabat, serta ziarah," jelas Muhyiddin.

Shalat Idul Fitri nantinya dibatasi hanya 50 orang di dalam masjid atau surau yang dapat menampung lebih dari 1.000 orang. Sedangkan yang menampung kurang dari 1.000 orang hanya akan diisi 20 orang.

"Batasan ini akan diberlakukan untuk shalat biasa dan Shalat Jumat juga," lanjut Muhyiddin.

Muhyiddin mengatakan,  semua sektor ekonomi akan tetap berjalan selama periode MCO. Pengusaha diwajibkan menerapkan kebijakan bekerja dari rumah, dengan tidak lebih dari 30 persen staf manajemen yang hadir di kantor pada satu waktu.

Saat ini Malaysia menghadapi lonjakan infeksi Covid-19, dengan 3.807 kasus Covid-19 tercatat pada Senin. Totalnya, Malaysia sudah mengonfirmasi 444.484 kasus Covid-19 dengan 1.700 kematian.

Kolom Komentar


Video

RMOL WORLD VIEW • Palestina Tidak Pernah Sendiri

Rabu, 02 Juni 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Membaca Anggaran Alutsista Rp 1,7 Kuadriliun

Kamis, 03 Juni 2021
Video

Tak Berizin dan Undang Ratusan Orang, Hajatan Khitan di Semarang Dibubarkan

Senin, 07 Juni 2021

Artikel Lainnya

Presiden Tsai Ing-wen: Vaksinasi Covid-19 Untuk Masyarakat Umum Taiwan Dimulai Juli 2021
Dunia

Presiden Tsai Ing-wen: Vaksi..

12 Juni 2021 16:47
Tidak Masalah Disebut Pembunuh, Vladimir Putin: Joe Biden Lebih Mudah Diprediksi Dibanding Donald Trump Yang Penuh Warna
Dunia

Tidak Masalah Disebut Pembun..

12 Juni 2021 16:24
Wabah Baru Covid-19 Guangdong China Kebanyakan Menyerang Lansia Dan Anak, 80 Persen Alami Demam
Dunia

Wabah Baru Covid-19 Guangdon..

12 Juni 2021 15:36
Mali Umumkan Pemerintahan Baru, Peran Kunci Masih Dipegang Tokoh Militer
Dunia

Mali Umumkan Pemerintahan Ba..

12 Juni 2021 15:22
China Dan Langkahnya Yang Salah Di Eropa Tengah Dan Timur
Dunia

China Dan Langkahnya Yang Sa..

12 Juni 2021 15:09
Untuk Yang Ketiga Kali Keluarga Pilot Rusia Mengirimkan Surat Permohonan Ampunan Kepada Gedung Putih
Dunia

Untuk Yang Ketiga Kali Kelua..

12 Juni 2021 13:39
Diprotes China Karena Sebut Taiwan Sebagai Negara, Tokyo Pastikan Hubungan Jepang-Taiwan Bersifat Tidak Resmi
Dunia

Diprotes China Karena Sebut ..

12 Juni 2021 12:55
Mantan Pendeta Katolik AS Richard Daschbach Diadili Di Timor Leste, Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara
Dunia

Mantan Pendeta Katolik AS Ri..

12 Juni 2021 12:14