Wanita Keturunan India Jadi Target Kekerasan, Singapura Nyalakan Alarm Bahaya Rasisme

Menteri Hukum dan Dalam Negeri Singapura, K Shanmugam/Net

Dalam beberapa hari terakhir, perhatian publik dan pemerintah Singapura disedot dengan insiden kekerasan berlandaskan ras terhadap seorang wanita keturunan India.

Seorang wanita keturunan India dilaporkan telah ditendang di dada dan menjadi sasaran menghinaan ras karena tidak memakai masker saat berjalan pada Jumat (7/5).

Wanita berusia 55 tahun itu diketahui sudah menjadi warga negara Singapura selama 25 tahun.

Insiden tersebut sontak memicu kecaman dari Perdana Menteri Lee Hsien Loong dan para pejabat tinggi lainnya. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan atas insiden tersebut.

Menteri Hukum dan Dalam Negeri K Shanmugam pada Selasa (11/5) menyalakan alarm bahayanya rasisme. Ia mengatakan, Singapura akan gagal jika membiarkan rasisme dan xenofobia menjadi hal yang lazim. Lantaran itu sangat bertentangan dengan masyarakat Singapura yang multiras.

Di Parlemen, Shanmugam menjelaskan, insiden yang terjadi pada Jumat merupakan situasi yang muncul terkait dengan pandemi. Pihak berwenang sendiri akan mengambil langkah setelah penyelidikan dilakukan.

"Tekanan ekonomi di seluruh dunia telah menyebabkan populisme dan populis telah mencari keuntungan politik dengan mengeksploitasi ketakutan masyarakat atas pekerjaan dan ketidakamanan ekonomi, menyalahkan orang asing, menyalahkan imigran, atas semua masalah negara mereka," jelasnya.

Menurutnya, situasi tersebut mendorong rasisme dan xenofobia yang sangat berbahaya bagi Singapura.

“Karena yang pertama, itu adalah ekspatriat India. Nanti baru orang India Singapura," tambahnya, mengingat tidak semua bisa membedakan antara orang India yang lahir di Singapura dan yang lahir di luar negeri.

Ia juga menyoroti berbagai komentar yang mengobarkan anti-rasisme di dunia maya, yang menyebut orang India sebagai "kecoak" dan "pemerkosa".

"Kita harus malu atas kebebasan berbicara mengizinkan komentar seperti itu. Perilaku buruk dan ekspresi rasisme terbuka, saya mengundang semua orang di sini untuk mengutuk," tegasnya.

Kolom Komentar


Video

RMOL WORLD VIEW • Palestina Tidak Pernah Sendiri

Rabu, 02 Juni 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Membaca Anggaran Alutsista Rp 1,7 Kuadriliun

Kamis, 03 Juni 2021
Video

Tak Berizin dan Undang Ratusan Orang, Hajatan Khitan di Semarang Dibubarkan

Senin, 07 Juni 2021

Artikel Lainnya

Jelang KTT NATO, Menhan Turki, Inggris Dan Italia Bertemu Di Kapal HMS Queen Elizabeth
Dunia

Jelang KTT NATO, Menhan Turk..

12 Juni 2021 18:57
Resmi: Haji Tahun Ini Hanya Untuk Umat Muslim Yang Berada Di Arab Saudi Dan Jumlahnya Tidak Lebih Dari 60.000 Jemaah
Dunia

Resmi: Haji Tahun Ini Hanya ..

12 Juni 2021 18:35
Presiden Tsai Ing-wen: Vaksinasi Covid-19 Untuk Masyarakat Umum Taiwan Dimulai Juli 2021
Dunia

Presiden Tsai Ing-wen: Vaksi..

12 Juni 2021 16:47
Tidak Masalah Disebut Pembunuh, Vladimir Putin: Joe Biden Lebih Mudah Diprediksi Dibanding Donald Trump Yang Penuh Warna
Dunia

Tidak Masalah Disebut Pembun..

12 Juni 2021 16:24
Wabah Baru Covid-19 Guangdong China Kebanyakan Menyerang Lansia Dan Anak, 80 Persen Alami Demam
Dunia

Wabah Baru Covid-19 Guangdon..

12 Juni 2021 15:36
Mali Umumkan Pemerintahan Baru, Peran Kunci Masih Dipegang Tokoh Militer
Dunia

Mali Umumkan Pemerintahan Ba..

12 Juni 2021 15:22
China Dan Langkahnya Yang Salah Di Eropa Tengah Dan Timur
Dunia

China Dan Langkahnya Yang Sa..

12 Juni 2021 15:09
Untuk Yang Ketiga Kali Keluarga Pilot Rusia Mengirimkan Surat Permohonan Ampunan Kepada Gedung Putih
Dunia

Untuk Yang Ketiga Kali Kelua..

12 Juni 2021 13:39