Menlu Rusia: Perdamaian Nagorno-Karabakh Membuka Gerbang Ekonomi Di Kawasan

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov/Net

  Penyelesaian konflik Nagorno-Karabakh berpotensi dapat membuka gerbang perekonomian di kawasan yang selama ini tertutup akibat konflik antara Armenia dan Azerbaijan.

Begitu yang dikatakan oleh Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dalam konfrensi pers di Baku pada Selasa (11/5), setelah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Azerbaijan Jeyhun Bayramov.

Lavrov mengatakan, Rusia akan melakukan langkah-langkah lebih lanjut dan komprehensif yang bertujuan untuk mendukung gencatan senjata di kawasan.

"Kami berbicara secara rinci tentang kemajuan dalam penyelesaian Nagorno-Karabakh. Kami memiliki pendapat yang sama bahwa kunci normalisasi lebih lanjut di kawasan ini adalah kepatuhan penuh pada kesepakatan yang dicapai oleh para pemimpin Rusia, Azerbaijan dan Armenia pada 9 November tahun lalu dan 11 Januari tahun ini," ujar Lavrov, seperti dikutip Anadolu Agency.

“Perjanjian ini menyediakan semua mekanisme yang diperlukan untuk mendukung penghentian semua permusuhan dan ditujukan untuk membuka blokir transportasi dan hubungan lainnya. Situasi ini telah menghambat tingginya transit dan potensi ekonomi kawasan yang penting secara geopolitik ini selama bertahun-tahun," jelasnya.

Dalam kesempatan serupa, Bayramov mengecam keengganan Armenia untuk membagikan peta ranjau. Ia menyebut 22 orang Azerbaijan terbunuh oleh bahan peledak yang ditanam di wilayah Nagorno-Karabakh.

"Kami melihat kecenderungan ini berbahaya dan kami mengamatinya dengan hati-hati. Kami siap membalik halaman ini. Sejak situasi pendudukan selesai, kami dapat berbicara tentang normalisasi hubungan dengan Armenia. Azerbaijan sedang mengambil langkah ke arah ini," ujar dia.

Hubungan antara Armenia dan Azerbaijan telah tegang sejak 1991, ketika militer Armenia menduduki Nagorno-Karabakh.

Pada 27 September tahun lalu, bentrokan baru pecah di Nagorno-Karabakh. Selama konflik enam minggu, kedua negara saling menyalahkan.

Hingga pada 10 November, keduanya mengakhiri pertempuran dengan gencatan senjata yang ditengahi oleh Rusia. Di mana Baku berhasil merebut kembali hampir 300 pemukiman di Nagorno-Karabakh.

Kolom Komentar


Video

RMOL WORLD VIEW • Palestina Tidak Pernah Sendiri

Rabu, 02 Juni 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Membaca Anggaran Alutsista Rp 1,7 Kuadriliun

Kamis, 03 Juni 2021
Video

Tak Berizin dan Undang Ratusan Orang, Hajatan Khitan di Semarang Dibubarkan

Senin, 07 Juni 2021

Artikel Lainnya

Presiden Tsai Ing-wen: Vaksinasi Covid-19 Untuk Masyarakat Umum Taiwan Dimulai Juli 2021
Dunia

Presiden Tsai Ing-wen: Vaksi..

12 Juni 2021 16:47
Tidak Masalah Disebut Pembunuh, Vladimir Putin: Joe Biden Lebih Mudah Diprediksi Dibanding Donald Trump Yang Penuh Warna
Dunia

Tidak Masalah Disebut Pembun..

12 Juni 2021 16:24
Wabah Baru Covid-19 Guangdong China Kebanyakan Menyerang Lansia Dan Anak, 80 Persen Alami Demam
Dunia

Wabah Baru Covid-19 Guangdon..

12 Juni 2021 15:36
Mali Umumkan Pemerintahan Baru, Peran Kunci Masih Dipegang Tokoh Militer
Dunia

Mali Umumkan Pemerintahan Ba..

12 Juni 2021 15:22
China Dan Langkahnya Yang Salah Di Eropa Tengah Dan Timur
Dunia

China Dan Langkahnya Yang Sa..

12 Juni 2021 15:09
Untuk Yang Ketiga Kali Keluarga Pilot Rusia Mengirimkan Surat Permohonan Ampunan Kepada Gedung Putih
Dunia

Untuk Yang Ketiga Kali Kelua..

12 Juni 2021 13:39
Diprotes China Karena Sebut Taiwan Sebagai Negara, Tokyo Pastikan Hubungan Jepang-Taiwan Bersifat Tidak Resmi
Dunia

Diprotes China Karena Sebut ..

12 Juni 2021 12:55
Mantan Pendeta Katolik AS Richard Daschbach Diadili Di Timor Leste, Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara
Dunia

Mantan Pendeta Katolik AS Ri..

12 Juni 2021 12:14