Bernie Sanders Salahkan Netanyahu, Ketegangan Israel-Palestina Bisa Berujung Perang

Senator AS Bernie Sanders/Net

  Senator Amerika Serikat (AS) Bernie Sanders menyalahkan pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu atas ketegangan antara Israel dan Palestina saat ini.

Sanders mengatakan, tindakan ekstremis pemerintahan sayap kanan Israel tersebut memicu konflik yang dapat berujung pada perang yang menghancurkan.

"Sekali lagi, kami melihat bagaimana tindakan tidak bertanggung jawab dari ekstremis sayap kanan sekutu pemerintah di Yerusalem dapat meningkat dengan cepat menjadi perang yang menghancurkan," kata Sanders di Twitter pada Rabu (12/5).

Pernyataan Sanders sendiri merujuk pada penggusuran paksa sejumlah keluarga Palestina dari lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur oleh otoritas Israel.

Insiden tersebut disusul dengan serangkaian bentrokan berdarah antara warga Palestina dan aparat keamanan Israel di kompleks Masjid Al Aqsa sejak Jumat (7/5) hingga saat ini.

Ketegangan juga meningkat ketika Hamas memberikan ultimatum kepada Israel untuk menarik pasukan dari Yerusalem pada Senin (10/5). Hamas kemudian mengirim serangan udara yang dibalas oleh Israel bertubi-tubi.

"Anak-anak Israel seharusnya tidak menghabiskan malam dengan ketakutan di tempat perlindungan bom, seperti yang dilakukan banyak orang malam ini. Anak-anak Palestina seharusnya tidak tumbuh di bawah kekerasan dan penindasan yang terus-menerus dari pendudukan, seperti yang dilakukan banyak orang, dan telah dilakukan," ujar politikus 79 tahun itu.

Lebih lanjut, Sanders mendorong pemerintahan Presiden AS Joe Biden untuk menyerukan gencatan senjata segera dan mengakhiri aktivitas pemukiman yang provokatif serta ilegal.

"Dan kita juga harus berkomitmen kembali untuk bekerja dengan Israel dan Palestina untuk mengakhiri konflik ini," tambahnya.

Hingga Selasa malam, serangan Israel ke Gaza telah menewaskan 30 warga Palestina, termasuk 10 anak-anak dan seorang wanita, serta melukai lebih dari 200 lainnya.

Sementara itu, di pihak Israel, tiga orang meninggal dunia dan 31 lainnya terluka.

Kolom Komentar


Video

RMOL WORLD VIEW • Palestina Tidak Pernah Sendiri

Rabu, 02 Juni 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Membaca Anggaran Alutsista Rp 1,7 Kuadriliun

Kamis, 03 Juni 2021
Video

Tak Berizin dan Undang Ratusan Orang, Hajatan Khitan di Semarang Dibubarkan

Senin, 07 Juni 2021

Artikel Lainnya

Presiden Tsai Ing-wen: Vaksinasi Covid-19 Untuk Masyarakat Umum Taiwan Dimulai Juli 2021
Dunia

Presiden Tsai Ing-wen: Vaksi..

12 Juni 2021 16:47
Tidak Masalah Disebut Pembunuh, Vladimir Putin: Joe Biden Lebih Mudah Diprediksi Dibanding Donald Trump Yang Penuh Warna
Dunia

Tidak Masalah Disebut Pembun..

12 Juni 2021 16:24
Wabah Baru Covid-19 Guangdong China Kebanyakan Menyerang Lansia Dan Anak, 80 Persen Alami Demam
Dunia

Wabah Baru Covid-19 Guangdon..

12 Juni 2021 15:36
Mali Umumkan Pemerintahan Baru, Peran Kunci Masih Dipegang Tokoh Militer
Dunia

Mali Umumkan Pemerintahan Ba..

12 Juni 2021 15:22
China Dan Langkahnya Yang Salah Di Eropa Tengah Dan Timur
Dunia

China Dan Langkahnya Yang Sa..

12 Juni 2021 15:09
Untuk Yang Ketiga Kali Keluarga Pilot Rusia Mengirimkan Surat Permohonan Ampunan Kepada Gedung Putih
Dunia

Untuk Yang Ketiga Kali Kelua..

12 Juni 2021 13:39
Diprotes China Karena Sebut Taiwan Sebagai Negara, Tokyo Pastikan Hubungan Jepang-Taiwan Bersifat Tidak Resmi
Dunia

Diprotes China Karena Sebut ..

12 Juni 2021 12:55
Mantan Pendeta Katolik AS Richard Daschbach Diadili Di Timor Leste, Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara
Dunia

Mantan Pendeta Katolik AS Ri..

12 Juni 2021 12:14