Liput Protes Anti-Kudeta, Jurnalis Myanmar Dijatuhi Hukuman Penjara Tiga Tahun

Protes anti-kudeta militer di Myanmar/Net

Seorang jurnalis kantor berita online Suara Demokratik Burma (DVB) telah divonis hukuman penjaga tiga tahun karena membuat laporan terkait aksi unjuk rasa anti-kudeta di Myanmar.

Ia adalah Min Nyo, berusia 51 tahun. Ia menjadi jurnalis pertama yang dihukum sejak militer merebut kekuasaan pada 1 Februari lalu.

Min Nyo dinyatakan bersalah dengan tuduhan mengalangi, menganggu, merusak motivasi, disiplin, kesehatan dan perilaku tentara serta PNS yang menyebabkan kebencian atau ketidaksetiaan mereka terhadap militer dan pemerintah.

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh DVB pada Kamis (13/5), Min Nyo telah meliput protes anti-junta pada 3 Maret di kota Pyay, 260 km barat laut Yangon ketika dia ditangkap dan dipukuli habis-habisan oleh polisi.

Selama ditahan, ia diizinkan menemui pengacara, namuan tidak untuk istri dan dua anaknya, seperti dikutip AP.

Min Nyo telah menjalani tujuh tahun penjara di bawah pemerintahan militer sebelumnya setelah penangkapannya pada tahun 1996 karena diduga memiliki hubungan dengan kelompok oposisi mahasiswa militan.

Kelompok hak asasi manusia, Amnesty International, mengatakan kasus Min Nyo menunjukkan kekejaman junta dan risiko yang dihadapi jurnalis jika mengungkap pelanggaran junta.

"Dia harus segera dibebaskan, bersama dengan semua jurnalis, aktivis dan pembela hak asasi manusia lainnya yang dipenjara dan ditahan semata-mata karena oposisi damai mereka terhadap kudeta militer," kata wakil direktur regional Amnesty International, Emerlynne Gil.

Pekan ini, tiga jurnalis DVB yang melarikan diri dari Myanmar ditangkap di Thailand utara karena masuk secara ilegal.

Kelompok hak asasi manusia dan asosiasi jurnalis mendesak pihak berwenang Thailand untuk tidak mengirim mereka kembali ke Myanmar, di mana dikhawatirkan keselamatan mereka akan terancam oleh pihak berwenang.

Junta Myanmar telah mencoba membekap semua media berita independen.

Pada 8 Maret, junta mencabut lisensi TV DVB dan melarangnya menyiarkan di platform apa pun. Tetapi seperti banyak outlet media terlarang lainnya, DVB terus beroperasi.

Sekitar 80 jurnalis telah ditangkap sejak tentara merebut kekuasaan pada 1 Februari.. Kira-kira setengahnya masih ditahan dan kebanyakan dari mereka ditahan di bawah tuduhan yang sama dengan yang dijatuhkan pada Min Nyo.

Kolom Komentar


Video

RMOL WORLD VIEW • Palestina Tidak Pernah Sendiri

Rabu, 02 Juni 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Membaca Anggaran Alutsista Rp 1,7 Kuadriliun

Kamis, 03 Juni 2021
Video

Tak Berizin dan Undang Ratusan Orang, Hajatan Khitan di Semarang Dibubarkan

Senin, 07 Juni 2021

Artikel Lainnya

Presiden Tsai Ing-wen: Vaksinasi Covid-19 Untuk Masyarakat Umum Taiwan Dimulai Juli 2021
Dunia

Presiden Tsai Ing-wen: Vaksi..

12 Juni 2021 16:47
Tidak Masalah Disebut Pembunuh, Vladimir Putin: Joe Biden Lebih Mudah Diprediksi Dibanding Donald Trump Yang Penuh Warna
Dunia

Tidak Masalah Disebut Pembun..

12 Juni 2021 16:24
Wabah Baru Covid-19 Guangdong China Kebanyakan Menyerang Lansia Dan Anak, 80 Persen Alami Demam
Dunia

Wabah Baru Covid-19 Guangdon..

12 Juni 2021 15:36
Mali Umumkan Pemerintahan Baru, Peran Kunci Masih Dipegang Tokoh Militer
Dunia

Mali Umumkan Pemerintahan Ba..

12 Juni 2021 15:22
China Dan Langkahnya Yang Salah Di Eropa Tengah Dan Timur
Dunia

China Dan Langkahnya Yang Sa..

12 Juni 2021 15:09
Untuk Yang Ketiga Kali Keluarga Pilot Rusia Mengirimkan Surat Permohonan Ampunan Kepada Gedung Putih
Dunia

Untuk Yang Ketiga Kali Kelua..

12 Juni 2021 13:39
Diprotes China Karena Sebut Taiwan Sebagai Negara, Tokyo Pastikan Hubungan Jepang-Taiwan Bersifat Tidak Resmi
Dunia

Diprotes China Karena Sebut ..

12 Juni 2021 12:55
Mantan Pendeta Katolik AS Richard Daschbach Diadili Di Timor Leste, Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara
Dunia

Mantan Pendeta Katolik AS Ri..

12 Juni 2021 12:14