Pemain E-sport Thailand Meninggal Karena Covid-19, Pihak Keluarga Gugat PM Prayut Chan-o-cha Sebesar Rp 2 Miliar

Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha/Net

Keluarga seorang pemain e-sports Thailand yang meninggal karena Covid-19 menggugat Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha dan pejabat lainnya sebesar 4,5 juta baht (sekitar 2 miliar rupiah).

Pihak keluarga almarhum meyalahkan ketidakmampuan pemerintah melakukan penanganan tepat waktu sehingga meyebabkan nyawa anggota keluarga mereka tak tertolong.

Kakak korban, Kulachet Wattanaphon mengajukan gugatan tersebut ke Pengadilan Administratif pada Jumat (14/5). Dia menyebut Jenderal Prayut dan Pusat Administrasi Situasi Covid-19 telah gagal menanggapi permintaan bantuan dari adik laki-lakinya, Kunlasub, yang meninggal akibat Covid-19 di rumah sakit pada 23 April lalu.

Sebelum meninggal, Kunlasub, pionir dan pesaing e-sports lokal yang terkenal, memposting pesan di halaman Facebook-nya pada 17 April yang mengatakan bahwa dia melakukan karantina sendiri karena dia takut tertular virus corona setelah jatuh sakit pada 14 April. Dia mencoba mengatur tes tapi semua nomor hotline yang dia hubungi sibuk, tulisnya saat itu, seperti dikutip dari Bangkok Post, Sabtu (15/4).

Kemudian pada 20 April, dia memutuskan untuk menyiarkan langsung kisah penderitaannya yang semakin putus asa di Facebook.

“Saya benar-benar ingin didiagnosis dan saya pikir saya mungkin tidak akan selamat,” katanya dalam pesan emosional.

Dia mengatakan gejalanya parah dan dia tidak bisa mengemudi ke rumah sakit. Dia tidak ingin naik taksi karena dia tidak ingin mengambil risiko menyebarkan penyakit.

Setelah videonya menarik perhatian publik, dia kemudian dirawat di rumah sakit pada 21 April, tetapi virus telah menyerang paru-parunya dan dia dinyatakan meninggal pada 23 April.

"Seandainya saudara saya menerima perawatan segera, dia tidak akan meninggal," kata Kulachet di pengadilan pada hari Jumat.

Dia mengatakan semua nomor hotline yang dipanggil adik laki-lakinya tidak dapat dihubungi atau menawarkan bantuan segera.

Banyak orang, terutama warga Bangkok, mengeluh bulan lalu tentang sulitnya mengatur tes Covid. Permintaan untuk uji coba melonjak saat gelombang baru yang dimulai di tempat hiburan kelas atas di ibu kota menyebar dengan cepat.

Pengacara korban, Ekkarat Tapananon mengatakan kliennya mencari keadilan atas kehilangan salah satu pencari nafkah dalam keluarga.

“Ini bukan tentang kritik terhadap operasi tersebut. Itu hak keluarga untuk mencari ganti rugi atas kerusakan," katanya.

Pengadilan akan memutuskan dalam 30 hari setelah kasus diajuian, apakah akan menerima kasus tersebut atau tidak.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

RMOL WORLD VIEW • Palestina Tidak Pernah Sendiri

Rabu, 02 Juni 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Membaca Anggaran Alutsista Rp 1,7 Kuadriliun

Kamis, 03 Juni 2021
Video

Tak Berizin dan Undang Ratusan Orang, Hajatan Khitan di Semarang Dibubarkan

Senin, 07 Juni 2021

Artikel Lainnya

Presiden Tsai Ing-wen: Vaksinasi Covid-19 Untuk Masyarakat Umum Taiwan Dimulai Juli 2021
Dunia

Presiden Tsai Ing-wen: Vaksi..

12 Juni 2021 16:47
Tidak Masalah Disebut Pembunuh, Vladimir Putin: Joe Biden Lebih Mudah Diprediksi Dibanding Donald Trump Yang Penuh Warna
Dunia

Tidak Masalah Disebut Pembun..

12 Juni 2021 16:24
Wabah Baru Covid-19 Guangdong China Kebanyakan Menyerang Lansia Dan Anak, 80 Persen Alami Demam
Dunia

Wabah Baru Covid-19 Guangdon..

12 Juni 2021 15:36
Mali Umumkan Pemerintahan Baru, Peran Kunci Masih Dipegang Tokoh Militer
Dunia

Mali Umumkan Pemerintahan Ba..

12 Juni 2021 15:22
China Dan Langkahnya Yang Salah Di Eropa Tengah Dan Timur
Dunia

China Dan Langkahnya Yang Sa..

12 Juni 2021 15:09
Untuk Yang Ketiga Kali Keluarga Pilot Rusia Mengirimkan Surat Permohonan Ampunan Kepada Gedung Putih
Dunia

Untuk Yang Ketiga Kali Kelua..

12 Juni 2021 13:39
Diprotes China Karena Sebut Taiwan Sebagai Negara, Tokyo Pastikan Hubungan Jepang-Taiwan Bersifat Tidak Resmi
Dunia

Diprotes China Karena Sebut ..

12 Juni 2021 12:55
Mantan Pendeta Katolik AS Richard Daschbach Diadili Di Timor Leste, Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara
Dunia

Mantan Pendeta Katolik AS Ri..

12 Juni 2021 12:14