Agresi Israel Bertujuan Gagalkan Pemilu Palestina

Bentrokan antara warga sipil Palestina dan aparat keamanan Israel di kompleks Masjid Al Aqsa/Net

Agresi yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina baru-baru ini dimulai dengan penggusuran sejumlah keluarga Palestina di Sheikh Jarrah, Yerusalem. Menyusul aksi bentrokan di Masjid Al Aqsa.

Menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim, peristiwa-peristiwa tersebut tidak terjadi begitu saja.

Dalam pandangannya, Israel sengaja melakukan manuver untuk menggagalkan pemilu Palestina yang dijadwalkan pada 22 Mei untuk legislatif dan 31 Juli untuk presiden. Itu merupakan pemilu Palestina pertama dalam 15 tahun terakhir.

"Geopolitik di sana itu memberikan sinyal yang sangat kuat, bahwa peristiwa Jumat malam (7/5), sebelum Idulfitri, itu adalah tindakan-tindakan yang berkaitan soal pemilu," kata Sudarnoto dalam diskusi virtual Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) pada Minggu (16/5).

"Kelompok-kelompok Yahudi ekstrem, didukung oleh militer, itu melakukan aksi untuk menggagalkan pemilu dan benar-benar gagal," tambahnya.

Pemerintahan Palestina yang dipimpin oleh Presiden Mahmoud Abbas dari Fatah telah mengumumkan penundaan pemilu. Keputusan tersebut dikecam oleh Hamas yang sebelumnya telah menyatakan bahwa pemilu harus digelar dalam keadaan apapun.

Di tengah bulan Ramadhan, Israel berupaya mengusir sejumlah keluarga Palestina di wilayah Sheikh Jarrah. Warga Palestina melakukan aksi protes ketika Pangadilan Israel mengizinkan upaya pengusiran tersebut.

Aksi protes kemudian dilanjutkan pada Jumat (7/5), ketika jemaah selesai melakukan shalat Jumat di Masjid Al Aqsa. Israel sendiri merespons dengan mengirim sejumlah besar aparat yang menggunakan peluru karet, gas air mata, hingga bom kejut untuk membubarkan massa.

Bentrokan di kompleks masjid suci umat Islam itu tak terhindarkan selama beberapa hari. Hingga akhirnya Hamas mengeluarkan ultimatum kepada Israel untuk menarik pasukannya dari Masjid Al Aqsa, sebelum roket menghantam wilayahnya.

Pada Senin (10/5), serangan udara Hamas dimulai yang dicegat oleh sistem pertahanan udara Iron Dome oleh Israel. Tetapi Israel membalas Hamas dengan serangan bertubi-tubi ke Jalur Gaza hingga hari ini, yang memakan banyak korban jiwa.

Kolom Komentar


Video

RMOL WORLD VIEW • Palestina Tidak Pernah Sendiri

Rabu, 02 Juni 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Membaca Anggaran Alutsista Rp 1,7 Kuadriliun

Kamis, 03 Juni 2021
Video

Tak Berizin dan Undang Ratusan Orang, Hajatan Khitan di Semarang Dibubarkan

Senin, 07 Juni 2021

Artikel Lainnya

Presiden Tsai Ing-wen: Vaksinasi Covid-19 Untuk Masyarakat Umum Taiwan Dimulai Juli 2021
Dunia

Presiden Tsai Ing-wen: Vaksi..

12 Juni 2021 16:47
Tidak Masalah Disebut Pembunuh, Vladimir Putin: Joe Biden Lebih Mudah Diprediksi Dibanding Donald Trump Yang Penuh Warna
Dunia

Tidak Masalah Disebut Pembun..

12 Juni 2021 16:24
Wabah Baru Covid-19 Guangdong China Kebanyakan Menyerang Lansia Dan Anak, 80 Persen Alami Demam
Dunia

Wabah Baru Covid-19 Guangdon..

12 Juni 2021 15:36
Mali Umumkan Pemerintahan Baru, Peran Kunci Masih Dipegang Tokoh Militer
Dunia

Mali Umumkan Pemerintahan Ba..

12 Juni 2021 15:22
China Dan Langkahnya Yang Salah Di Eropa Tengah Dan Timur
Dunia

China Dan Langkahnya Yang Sa..

12 Juni 2021 15:09
Untuk Yang Ketiga Kali Keluarga Pilot Rusia Mengirimkan Surat Permohonan Ampunan Kepada Gedung Putih
Dunia

Untuk Yang Ketiga Kali Kelua..

12 Juni 2021 13:39
Diprotes China Karena Sebut Taiwan Sebagai Negara, Tokyo Pastikan Hubungan Jepang-Taiwan Bersifat Tidak Resmi
Dunia

Diprotes China Karena Sebut ..

12 Juni 2021 12:55
Mantan Pendeta Katolik AS Richard Daschbach Diadili Di Timor Leste, Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara
Dunia

Mantan Pendeta Katolik AS Ri..

12 Juni 2021 12:14