Konflik Israel-Hamas Merembet Ke Belanda, Monumen Pembantaian Warga Yahudi Jadi Korban Vandalisme

Monumen Yahudi di Cuijk yang dirusak/Net

Sebuah monumen Yahudi yang terletak di Cuijk di Brabant, Belanda, jadi sasaran aksi vandalisme yang diduga dilakukan oleh pendukung Palestina.

Monumen tersebut dirusak dengan mencoretkan cat putih bertuliskan 'Free Palestine' pada Minggu (16/5) waktu setempat.

Monumen tersebut didirikan untuk memberikan penghormatan kepada orang-orang Yahudi yang berasal dari Cuijk, yang dideportasi dan dibunuh selama Perang Dunia II.

Pada tugu peringatannya, ada dinding yang bertuliskan nama-nama korban penculikkan dan pembantaian dengan kalimat; 'antara 1940 dan 1945 mereka diambil dari tengah-tengah kita karena mereka Yahudi'.
Monumen ini diresmikan pada tahun 1985. Dibangun di dinding luar bekas sinagoga di Brabant.

Pengrusakan monumen itu diduga terkait dengan konflik Israel-Hamas di Gaza yang meningkat.  

Warga yang melintasi situs itu mengaku terkejut dengan aksi pengrusakan.  

"Ini benar-benar membuat saya merinding", kata seorang wanita yang berjalan di dekat monumen pada Minggu pagi kepada Brabants Dagblad, seperti dikutip dari NL Times, Senin (17/5).

“Tentu saja mengerikan apa yang terjadi di Gaza dan Isreal saat ini. Tapi ini adalah peringatan, bisa jadi ini merupakan tand-tanda adanya pertikaian (di sini)," lanjutnya.

Polisi sedang menyelidiki siapa yang bertanggung jawab atas vandalisme tersebut.

Hanna Luden, Direktur Pusat Informasi dan Dokumentasi Israel (CIDI) belum menerima adanya laporan lain tentang monumen yang dirusak atau disalahgunakan sejak ketegangan antara Israel dan Palestina.

Namun,  orang-orang dalam komunitas Yahudi prihatin tentang kemungkinan terjadinya insiden menyusul pengrusakan monumen itu.

“Kami terus-menerus harus menjelaskan: Yahudi di Belanda adalah Yahudi Belanda. Mereka tidak bertanggung jawab atas kejadian di tempat lain,” katanya.

“Memasukkan konflik yangterjadi di luar (ke dalam negara Belanda) dan melibatkan orang dengan cara (pengrusakan) ini adalah perkembangan yang berbahaya dan mengkhawatirkan," tambahnya. Menekankan perlu adanya kebutuhan untuk mengamankan institusi Yahudi di wilayah itu. Suatu hal yang belum pernah terjadi sebelumnya. 
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

RMOL WORLD VIEW • Palestina Tidak Pernah Sendiri

Rabu, 02 Juni 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Membaca Anggaran Alutsista Rp 1,7 Kuadriliun

Kamis, 03 Juni 2021
Video

Tak Berizin dan Undang Ratusan Orang, Hajatan Khitan di Semarang Dibubarkan

Senin, 07 Juni 2021

Artikel Lainnya

Presiden Tsai Ing-wen: Vaksinasi Covid-19 Untuk Masyarakat Umum Taiwan Dimulai Juli 2021
Dunia

Presiden Tsai Ing-wen: Vaksi..

12 Juni 2021 16:47
Tidak Masalah Disebut Pembunuh, Vladimir Putin: Joe Biden Lebih Mudah Diprediksi Dibanding Donald Trump Yang Penuh Warna
Dunia

Tidak Masalah Disebut Pembun..

12 Juni 2021 16:24
Wabah Baru Covid-19 Guangdong China Kebanyakan Menyerang Lansia Dan Anak, 80 Persen Alami Demam
Dunia

Wabah Baru Covid-19 Guangdon..

12 Juni 2021 15:36
Mali Umumkan Pemerintahan Baru, Peran Kunci Masih Dipegang Tokoh Militer
Dunia

Mali Umumkan Pemerintahan Ba..

12 Juni 2021 15:22
China Dan Langkahnya Yang Salah Di Eropa Tengah Dan Timur
Dunia

China Dan Langkahnya Yang Sa..

12 Juni 2021 15:09
Untuk Yang Ketiga Kali Keluarga Pilot Rusia Mengirimkan Surat Permohonan Ampunan Kepada Gedung Putih
Dunia

Untuk Yang Ketiga Kali Kelua..

12 Juni 2021 13:39
Diprotes China Karena Sebut Taiwan Sebagai Negara, Tokyo Pastikan Hubungan Jepang-Taiwan Bersifat Tidak Resmi
Dunia

Diprotes China Karena Sebut ..

12 Juni 2021 12:55
Mantan Pendeta Katolik AS Richard Daschbach Diadili Di Timor Leste, Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara
Dunia

Mantan Pendeta Katolik AS Ri..

12 Juni 2021 12:14