India Bersiap Hadapi Bencana Angin Topan Besar Di Tengah Derita Tsunami Covid-19

Badai Siklon merusak perahu-perahu nelayan di India/Net

Warga India yang sudah sangat menderita akibat bencana pandemi Covid-19 yang telah menelan ribuan korban jiwa, harus menghadapi bencana lainnya, terjangan topan.

Topan besar yang membawa angin ganas dan mengancam gelombang badai yang merusak, tiba pada Senin (17/5) waktu setempat, yang sudah pasti mengganggu tanggapan mendesak negara itu terhadap wabah Covid-19 yang menghancurkan.

"Badai Siklon yang Sangat Hebat akan mendarat pada hari Senin antara pukul 8-11 malam, dengan kecepatan angin 155-165 kilometer per jam (95-100 mil per jam) berkecepatan hingga 185 km / jam," kata Departemen Meteorologi India, seperti dikutip dari AFP, Senin (17/5).

Mereka juga memperingatkan akan adanya gelombang badai setinggi tiga meter (10 kaki) di beberapa distrik pesisir Gujarat.

Di Mumbai, pihak berwenang pada Senin menutup bandara selama beberapa jam dan mendesak orang untuk tetap di dalam rumah. Mereka juga memindahkan 580 pasien Covid 'ke lokasi yang lebih aman' dari tiga rumah sakit lapangan sehari sebelumnya.

Sementara di Gujarat, lebih dari 100.000 orang dari 17 distrik dievakuasi pada Minggu (16/5), sementara semua pasien Covid-19 di rumah sakit dengan jarak lima kilometer dari pantai juga telah dievakuasi.

Pihak berwenang di sana berjuang untuk memastikan tidak akan ada pemadaman listrik di hampir 400 rumah sakit yang ditunjuk dan 41 pabrik oksigen di 12 distrik pesisir di mana topan diperkirakan akan melanda paling keras.

"Untuk memastikan bahwa rumah sakit Covid tidak menghadapi pemadaman listrik, 1.383 cadangan listrik telah dipasang," kata pejabat senior lokal Pankaj Kumar.

"Tiga puluh lima 'koridor hijau' juga telah dibuat untuk suplai oksigen ke rumah sakit Covid," katanya.

Protokol keamanan virus seperti memakai masker, jarak sosial dan penggunaan pembersih akan diamati di tempat penampungan pengungsi, tambah pejabat.

Negara bagian, yang secara resmi telah menyaksikan 9.000 kematian akibat virus itu juga menangguhkan vaksinasi selama dua hari. Mumbai melakukan hal yang sama selama satu hari.

"Ribuan personel tanggap bencana telah dikerahkan, sementara unit-unit dari penjaga pantai, angkatan laut, angkatan darat dan udara telah disiagakan," kata Menteri Dalam Negeri Amit Shah dalam sebuah pernyataan.

Empat orang tewas pada Sabtu ketika hujan dan angin menghantam negara bagian Karnataka dengan beberapa kota dan desa kebanjiran, kata pihak berwenang.

Dua orang kuga dilaporkan tewas di negara bagian resor Goa - yang dilanda pandemi paling parah dalam beberapa pekan terakhir menghantam pasokan listrik dan menumbangkan pohon.

Dua lainnya dilaporkan tewas dan 23 nelayan dikhawatirkan hilang di Kerala, kata media setempat.

Negara dengan 1,3 miliar penduduk itu telah melaporkan 4.100 kematian dan 280.000 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir, menjadikan totalnya hampir 25 juta - dua kali lipat sejak 1 April lalu.

Mei lalu, lebih dari 110 orang tewas setelah 'topan super' Amphan melanda India timur dan Bangladesh, meratakan desa, menghancurkan pertanian dan menyebabkan jutaan orang tanpa listrik.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

RMOL WORLD VIEW • Palestina Tidak Pernah Sendiri

Rabu, 02 Juni 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Membaca Anggaran Alutsista Rp 1,7 Kuadriliun

Kamis, 03 Juni 2021
Video

Tak Berizin dan Undang Ratusan Orang, Hajatan Khitan di Semarang Dibubarkan

Senin, 07 Juni 2021

Artikel Lainnya

Presiden Tsai Ing-wen: Vaksinasi Covid-19 Untuk Masyarakat Umum Taiwan Dimulai Juli 2021
Dunia

Presiden Tsai Ing-wen: Vaksi..

12 Juni 2021 16:47
Tidak Masalah Disebut Pembunuh, Vladimir Putin: Joe Biden Lebih Mudah Diprediksi Dibanding Donald Trump Yang Penuh Warna
Dunia

Tidak Masalah Disebut Pembun..

12 Juni 2021 16:24
Wabah Baru Covid-19 Guangdong China Kebanyakan Menyerang Lansia Dan Anak, 80 Persen Alami Demam
Dunia

Wabah Baru Covid-19 Guangdon..

12 Juni 2021 15:36
Mali Umumkan Pemerintahan Baru, Peran Kunci Masih Dipegang Tokoh Militer
Dunia

Mali Umumkan Pemerintahan Ba..

12 Juni 2021 15:22
China Dan Langkahnya Yang Salah Di Eropa Tengah Dan Timur
Dunia

China Dan Langkahnya Yang Sa..

12 Juni 2021 15:09
Untuk Yang Ketiga Kali Keluarga Pilot Rusia Mengirimkan Surat Permohonan Ampunan Kepada Gedung Putih
Dunia

Untuk Yang Ketiga Kali Kelua..

12 Juni 2021 13:39
Diprotes China Karena Sebut Taiwan Sebagai Negara, Tokyo Pastikan Hubungan Jepang-Taiwan Bersifat Tidak Resmi
Dunia

Diprotes China Karena Sebut ..

12 Juni 2021 12:55
Mantan Pendeta Katolik AS Richard Daschbach Diadili Di Timor Leste, Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara
Dunia

Mantan Pendeta Katolik AS Ri..

12 Juni 2021 12:14