Temui Dubes Palestina, PBNU Keluarkan Lima Sikap Terkait Agresi Militer Israel

Jumpa pers Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Sirodj, usai melakukan pertemuan dengan Duta Besar (Dubes) Palestina untuk Indonesia Zuhair Al Shun, di Jakarta Pusat, Senin, 17 April/Repro

Agresi Militer Israel terhadap Palestina dan warganya juga diikuti dan menuntut Pengurus Besar Nahdlatul Ulama untuk bersikap.

Ada lima poin pernyataan sikap PBNU yang dibacakan Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Sirodj, usai melakukan pertemuan dengan Duta Besar (Dubes) Palestina untuk Indonesia Zuhair Al Shun, di Jakarta Pusat, Senin (17/5).

"Pertama, mengutuk keras dan mengecam keras agresi Militer Israel yang telah memporak-porandakan Palestina, merenggut nyawa-nyawa warga sipil yang tidak berdosa," ujar Said Aqil dalam keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (18/5).

"Hentikan segera agresi Militer Israel terhadap Palestina. Ini merupakan tragedi kemanusian yang tidak bisa dibiarkan dan ditolerir," sambungnya.

Kemudian sikap yang kedua, Said Aqil menyampaikan bahwa PBNU mendorong upaya gencatan senjata dari kedua belah pihak, agar bantuan kemanusian bisa masuk dan kondisi Palestina pulih seperti sedia kala.

Sikap ketiga, PBNU mendesak Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) dan komunitas internasional untuk segera melakukan langkah cepat menyepakati gencatan senjata.

"Ini sebagai bagian dari tanggung jawab komunitas internasional dalam menyikapi konflik yang menciderai kemanusian," imbuh Said Aqil.

Adapun dalam sikap yang keempat, PBNU mendorong pemerintah Indonesia untuk menggalang dan mengambil upaya pening dalam mewujudkan Pancasila, sekaligus mengakhiri konflik kemanusian yang terjadi, sehingga menciptakan perdamaian dan keamanan dunia.

Untuk sikap yang kelima, PBNU mendukung kemerdekaan Palestina, sebagaimana yang dinyatakan dalam Muktamar ke-13 NU di Menes, Banten tahun 1938.

"Bagi kami, Palestina adalah bangsa berdaulat, Kami juga mendorong seluruh pihak untuk melakukan dialog agara kkerasan tidak terjadi lagi dalam upaya penegakan kedaulatan Palestina," tutur Said Aqil.

"Mari berbuat semaksimal yang bisa kita lakukan, demi menjaga solidaritas sesama Muslim, demi terhapusnya penjajahan di muka bumi dan demi tegaknya hak-hak asasi kemanusian yang menjunjung tinggi prinsip kemerdekaan dan kedaulatan," tandasnya.
EDITOR: AHMAD SATRYO

Kolom Komentar


Video

RMOL WORLD VIEW • Palestina Tidak Pernah Sendiri

Rabu, 02 Juni 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Membaca Anggaran Alutsista Rp 1,7 Kuadriliun

Kamis, 03 Juni 2021
Video

Tak Berizin dan Undang Ratusan Orang, Hajatan Khitan di Semarang Dibubarkan

Senin, 07 Juni 2021

Artikel Lainnya

Presiden Tsai Ing-wen: Vaksinasi Covid-19 Untuk Masyarakat Umum Taiwan Dimulai Juli 2021
Dunia

Presiden Tsai Ing-wen: Vaksi..

12 Juni 2021 16:47
Tidak Masalah Disebut Pembunuh, Vladimir Putin: Joe Biden Lebih Mudah Diprediksi Dibanding Donald Trump Yang Penuh Warna
Dunia

Tidak Masalah Disebut Pembun..

12 Juni 2021 16:24
Wabah Baru Covid-19 Guangdong China Kebanyakan Menyerang Lansia Dan Anak, 80 Persen Alami Demam
Dunia

Wabah Baru Covid-19 Guangdon..

12 Juni 2021 15:36
Mali Umumkan Pemerintahan Baru, Peran Kunci Masih Dipegang Tokoh Militer
Dunia

Mali Umumkan Pemerintahan Ba..

12 Juni 2021 15:22
China Dan Langkahnya Yang Salah Di Eropa Tengah Dan Timur
Dunia

China Dan Langkahnya Yang Sa..

12 Juni 2021 15:09
Untuk Yang Ketiga Kali Keluarga Pilot Rusia Mengirimkan Surat Permohonan Ampunan Kepada Gedung Putih
Dunia

Untuk Yang Ketiga Kali Kelua..

12 Juni 2021 13:39
Diprotes China Karena Sebut Taiwan Sebagai Negara, Tokyo Pastikan Hubungan Jepang-Taiwan Bersifat Tidak Resmi
Dunia

Diprotes China Karena Sebut ..

12 Juni 2021 12:55
Mantan Pendeta Katolik AS Richard Daschbach Diadili Di Timor Leste, Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara
Dunia

Mantan Pendeta Katolik AS Ri..

12 Juni 2021 12:14