Presiden Meksiko Meminta Maaf Atas Tragedi Pembantaian Etnis Tionghoa 1911

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador /Net

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador pada Senin (17/5) menyampaikan permintaan maafnya atas peristiwa pembantaian yang dilakukan negaranya terhadap orang-orang China pada 110 tahun lalu.

Ini adalah permintaan maafnya yang berulang ia sampaikan pada serangkaian upacara peringatan untuk mengenang para korban penganiayaan. Obrador berusaha menebus rasa bersalah negaranya dan memastikan hak tersebut tidak akan pernah terulang lagi.

"Seperti halnya di seluruh dunia, sejarah bangsa mencatat saat-saat kemegahan dan kebesaran, serta saat-saat kegelapan dan rasa malu," kata presiden di awal sebuah acara di kota Torreon, seperti dikutip dari SCMP, Selasa (18/5).

Obrador didampingi oleh Duta Besar Tiongkok Zhu Qingqiao.
Peristiwa pembantaian yang dikenal dengan 'Pembantaian Torreon' atau dalam bahasa Spanyol: Matanza de chinos de Torreon itu terjadi selama Revolusi Meksiko, yang dimulai pada November 1910.

Pada pagi hari, 15 Mei 1911, sekitar 2.000 tentara yang setia kepada Francisco I Madero, pendiri Revolusi Meksiko, tiba di Torreon.

Mereka membunuh lebih dari 300 orang China, termasuk wanita dan anak-anak. Mereka digantung dan dimulitasi.

Saat itu ada puluhan keluarga Tionghoa menetap di Torreon, sebuah kota berkembang di Meksiko utara. Keluarga Tionghoa itu telah beremigrasi ke Meksiko pada tahun 1800-an, dalam beberapa kasus untuk bekerja pada perluasan jaringan kereta api nasional.

Sebagian besar dari mereka lolos dari kondisi berbahaya dari komunitas mereka atau penganiayaan rasial dari Amerika Serikat.

Sejumlah besar rumah dan bangunan Tionghoa dijarah dan dihancurkan.

Saat itu, Meksiko memiliki agenda anti-China yang jelas. Dalam satu contoh, di negara bagian timur laut Sonora, kongres lokal melarang pernikahan antara orang Meksiko dan Tionghoa. Partai politik dengan agenda xenofobia semacam itu didanai dan didukung oleh Pemerintah Federal.

"Rasisme yang diderita penduduk China selama berabad-abad sama atau lebih buruk daripada yang diderita oleh penduduk asli Meksiko atau Afrika," kata Obrador.

“Cukup mengingat bahwa hingga tahun 1968 seseorang yang berbudaya oriental, terutama yang berasal dari China, tidak dapat menikah di California dengan wanita kulit putih,” lanjut  Obrador.

Sejarawan Monica Cinco Basurto mengatakan pembantaian itu bukanlah satu-satunya tindakan anti-China di Meksiko. Penjarahan bisnis milik orang Tionghoa dan pengusiran atau kepergian paksa orang Tionghoa - seringkali tanpa mengakui kewarganegaraan Meksiko atau anak atau istri mereka - meluas ke seluruh Meksiko utara hingga tahun 1930-an.

"Kami tidak akan pernah melupakan persaudaraan orang China selama bulan-bulan pandemi yang pahit dan menyedihkan," ujar Obrador. 
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

RMOL WORLD VIEW • Palestina Tidak Pernah Sendiri

Rabu, 02 Juni 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Membaca Anggaran Alutsista Rp 1,7 Kuadriliun

Kamis, 03 Juni 2021
Video

Tak Berizin dan Undang Ratusan Orang, Hajatan Khitan di Semarang Dibubarkan

Senin, 07 Juni 2021

Artikel Lainnya

Presiden Tsai Ing-wen: Vaksinasi Covid-19 Untuk Masyarakat Umum Taiwan Dimulai Juli 2021
Dunia

Presiden Tsai Ing-wen: Vaksi..

12 Juni 2021 16:47
Tidak Masalah Disebut Pembunuh, Vladimir Putin: Joe Biden Lebih Mudah Diprediksi Dibanding Donald Trump Yang Penuh Warna
Dunia

Tidak Masalah Disebut Pembun..

12 Juni 2021 16:24
Wabah Baru Covid-19 Guangdong China Kebanyakan Menyerang Lansia Dan Anak, 80 Persen Alami Demam
Dunia

Wabah Baru Covid-19 Guangdon..

12 Juni 2021 15:36
Mali Umumkan Pemerintahan Baru, Peran Kunci Masih Dipegang Tokoh Militer
Dunia

Mali Umumkan Pemerintahan Ba..

12 Juni 2021 15:22
China Dan Langkahnya Yang Salah Di Eropa Tengah Dan Timur
Dunia

China Dan Langkahnya Yang Sa..

12 Juni 2021 15:09
Untuk Yang Ketiga Kali Keluarga Pilot Rusia Mengirimkan Surat Permohonan Ampunan Kepada Gedung Putih
Dunia

Untuk Yang Ketiga Kali Kelua..

12 Juni 2021 13:39
Diprotes China Karena Sebut Taiwan Sebagai Negara, Tokyo Pastikan Hubungan Jepang-Taiwan Bersifat Tidak Resmi
Dunia

Diprotes China Karena Sebut ..

12 Juni 2021 12:55
Mantan Pendeta Katolik AS Richard Daschbach Diadili Di Timor Leste, Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara
Dunia

Mantan Pendeta Katolik AS Ri..

12 Juni 2021 12:14