Kelompok Yahudi-Arab Rusuh, Israel Perpanjang Keadaan Darurat Di Lod

Polisi Israel berjaga di pusat kota Lod pada 12 Mei 2021/Net

Pemerintah Israel telah memperpanjang keadaan darurat di Lod seiring dengan masih terjadinya kerusuhan antara warga Yahudi dan Arab Israel.

Kementerian Pertahanan pada Selasa pagi (18/5) mengumumkan keadaan darurat diperpanjang selama 48 jam. Keputusan itu diambil atas rekomendasi Menteri Pertahanan Benny Gantz, polisi Israel, dan Kementerian Dalam Negeri.

Dengan perpanjangan tersebut, maka pemerintah dapat mengalokasikan pasukan penyelamat, mendistribusikan peralatan yang dibutuhkan, dan mengatur perbatasan, seperti dikutip The Jerusalem Post.

Di bawah jam malam, penduduk kota dilarang meninggalkan rumah mereka, kecuali menuju ke kawasan lindung di tengah tembakan roket atau untuk menerima perawatan medis darurat. Polisi memperingatkan bahwa pelanggaran larangan ini dapat dihukum hingga tiga tahun penjara.

Hampir setiap malam, situasi di Lod, Ramla, dan kota-kota lain dipenuhi kerusuhan dan pertikaian antara Yahudi dan Arab Israel sejak pekan lalu.

Banyak orang terluka, sedangkan rumah, kendaraan, hingga bisnis dirusak dan dibakar. Satu orang dilaporkan menjadi korban jiwa.

Kamis lalu (13/5), Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengunjungi Lod. Netanyahu mengatakan selama kunjungannya bahwa tidak ada ancaman yang lebih besar daripada gangguan internal yang terjadi di seluruh negeri.

Selain kerusuhan di dalam negeri, Israel juga tengah disibukkan dengan serangan ke wilayah pendudukan Palestina. Sejak 10 Mei, Israel melancarkan serangan udara ke Jalur Gaza yang membuat ratusan orang meninggal dunia.

Kolom Komentar


Video

RMOL WORLD VIEW • Palestina Tidak Pernah Sendiri

Rabu, 02 Juni 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Membaca Anggaran Alutsista Rp 1,7 Kuadriliun

Kamis, 03 Juni 2021
Video

Tak Berizin dan Undang Ratusan Orang, Hajatan Khitan di Semarang Dibubarkan

Senin, 07 Juni 2021

Artikel Lainnya

Presiden Tsai Ing-wen: Vaksinasi Covid-19 Untuk Masyarakat Umum Taiwan Dimulai Juli 2021
Dunia

Presiden Tsai Ing-wen: Vaksi..

12 Juni 2021 16:47
Tidak Masalah Disebut Pembunuh, Vladimir Putin: Joe Biden Lebih Mudah Diprediksi Dibanding Donald Trump Yang Penuh Warna
Dunia

Tidak Masalah Disebut Pembun..

12 Juni 2021 16:24
Wabah Baru Covid-19 Guangdong China Kebanyakan Menyerang Lansia Dan Anak, 80 Persen Alami Demam
Dunia

Wabah Baru Covid-19 Guangdon..

12 Juni 2021 15:36
Mali Umumkan Pemerintahan Baru, Peran Kunci Masih Dipegang Tokoh Militer
Dunia

Mali Umumkan Pemerintahan Ba..

12 Juni 2021 15:22
China Dan Langkahnya Yang Salah Di Eropa Tengah Dan Timur
Dunia

China Dan Langkahnya Yang Sa..

12 Juni 2021 15:09
Untuk Yang Ketiga Kali Keluarga Pilot Rusia Mengirimkan Surat Permohonan Ampunan Kepada Gedung Putih
Dunia

Untuk Yang Ketiga Kali Kelua..

12 Juni 2021 13:39
Diprotes China Karena Sebut Taiwan Sebagai Negara, Tokyo Pastikan Hubungan Jepang-Taiwan Bersifat Tidak Resmi
Dunia

Diprotes China Karena Sebut ..

12 Juni 2021 12:55
Mantan Pendeta Katolik AS Richard Daschbach Diadili Di Timor Leste, Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara
Dunia

Mantan Pendeta Katolik AS Ri..

12 Juni 2021 12:14