Geram Oleh RUU Masyarakat Adat Ala Ukraina, Putin: Ini Lucu Sekaligus Bodoh!

Presiden Vladimir Putin/Net

Menyebut orang keturunan Rusia sebagai orang non-pribumi di Ukraina adalah hal yang sangat lucu sekaligus bodoh. Presiden Rusia Vladimir Putin menanggapi apa yang dikatakan parlemen Kiev terkait RUU masyarakat adat.

Dalam wawancaranya yang disiarkan pada Rabu (9/5) waktu setempat, Putin mengatakan semua orang harus tahu sejarah.

“Ini adalah fakta yang jelas, orang-orang yang ada di Rusia dan juga di wilayah-wilayah Rusia dan sekitarnya itu,  tentunya adalah orang (asli) Rusia. Oleh karena itu, berbicara tentang orang keturunan Rusia sebagai orang non-pribumi tidak hanya salah, tetapi juga lucu dan bodoh,” kata Putin. "Ini sama sekali tidak sesuai dengan sejarah."

Putin kemudian mengingatkan tentang sejarah Ukraina. Orang-orang yang tinggal di Ukraina modern pada abad ke-17, telah menganggap dan menyebut diri mereka sebagai orang Rusia dan dan Kristen Ortodoks.

Putin menyayangkan bahwa tidak mungkin membicarakan soal masyarakat adat nya secara detail dalam format wawancara TV, tetapi dia akan memikirkannya untuk menyediakan waktu membahas hal ini dalam sebuah format yang lain.

"Omong-omong, Anda telah menyarankan ide yang bagus untuk membicarakannya dengan lebih substansi dan detail. Mungkin, saya harus menyiapkan artikel khusus, seperti yang saya lakukan sehubungan dengan awal Perang Dunia I. Saya akan memikirkannya itu," tambahnya, seeprti dikutip dari Tass, Kamis (10/6).

Putin kemudian menyarankan agar orang mengingat bagaimana Ukraina dibentuk sebagai sebuah negara.

“Ini adalah induk dari periode Soviet. Bolshevik menciptakan republik serikat, termasuk Ukraina, ketika membentuk Uni Soviet,” katanya.

Gagasan Kiev untuk menyatakan orang keturunan Rusia sebagai non-pribumi di Ukraina, merupakan pukulan kuat dan serius bagi bangsa Rusia, kata Putin.

"Implementasi inisiatif legislatif tersebut akan memaksa ratusan ribu dan bahkan mungkin jutaan orang untuk meninggalkan (Ukraina) karena mereka tidak ingin menjadi orang kelas dua atau menulis ulang (informasi tentang kewarganegaraan mereka secara resmi)," kata Putin.

Ia meyakini upaya Kiev untuk membagi etnis; penduduk asli dengan non-pribumi tampaknya akan menggemakan lagi gagasan Nazi Jerman. Inisiatif ini secara khusus menyatakan bahwa orang keturunan Rusia tidak dapat dianggap sebagai penduduk asli di Ukraina.

"Dan apa yang harus dilakukan orang dengan darah campuran?" Dia bertanya.

"Presiden Ukraina Zelensky sendiri berkebangsaan Yahudi. Saya tidak tahu, mungkin dia memiliki darah yang lebih berbeda (lagi) dalam dirinya," tambah Putin.
Putin juga mengaku gemas saat membaca RUU itu. Menurut salah satu ketentuannya, masyarakat adat Ukraina 'tidak bisa didiskriminasi'.

"Jadi, masyarakat adat tidak dapat menghadapi diskriminasi, dan non-pribumi dapat didiskriminasi?" tanyanya.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

RMOL WORLD VIEW • Palestina Tidak Pernah Sendiri

Rabu, 02 Juni 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Membaca Anggaran Alutsista Rp 1,7 Kuadriliun

Kamis, 03 Juni 2021
Video

Tak Berizin dan Undang Ratusan Orang, Hajatan Khitan di Semarang Dibubarkan

Senin, 07 Juni 2021

Artikel Lainnya

Presiden Tsai Ing-wen: Vaksinasi Covid-19 Untuk Masyarakat Umum Taiwan Dimulai Juli 2021
Dunia

Presiden Tsai Ing-wen: Vaksi..

12 Juni 2021 16:47
Tidak Masalah Disebut Pembunuh, Vladimir Putin: Joe Biden Lebih Mudah Diprediksi Dibanding Donald Trump Yang Penuh Warna
Dunia

Tidak Masalah Disebut Pembun..

12 Juni 2021 16:24
Wabah Baru Covid-19 Guangdong China Kebanyakan Menyerang Lansia Dan Anak, 80 Persen Alami Demam
Dunia

Wabah Baru Covid-19 Guangdon..

12 Juni 2021 15:36
Mali Umumkan Pemerintahan Baru, Peran Kunci Masih Dipegang Tokoh Militer
Dunia

Mali Umumkan Pemerintahan Ba..

12 Juni 2021 15:22
China Dan Langkahnya Yang Salah Di Eropa Tengah Dan Timur
Dunia

China Dan Langkahnya Yang Sa..

12 Juni 2021 15:09
Untuk Yang Ketiga Kali Keluarga Pilot Rusia Mengirimkan Surat Permohonan Ampunan Kepada Gedung Putih
Dunia

Untuk Yang Ketiga Kali Kelua..

12 Juni 2021 13:39
Diprotes China Karena Sebut Taiwan Sebagai Negara, Tokyo Pastikan Hubungan Jepang-Taiwan Bersifat Tidak Resmi
Dunia

Diprotes China Karena Sebut ..

12 Juni 2021 12:55
Mantan Pendeta Katolik AS Richard Daschbach Diadili Di Timor Leste, Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara
Dunia

Mantan Pendeta Katolik AS Ri..

12 Juni 2021 12:14