Meski Hadir Di Pertemuan G7, Korsel Tidak Akan Jadi Bagian Dari Pernyataan Bersama Yang Akan Targetkan China

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in/Net

Para pemimpin negara-negara anggota G7 kembali menggelar pertemuan tahunan yang kali ini digelar di Inggris.

Selain tujuh negara anggota G7, negara tuan rumah Inggris juga mengundang Korea Selatan, India, Australia, dan Afrika Selatan, untuk menghadiri pertemuan tahun ini.

Korea Selatan telah diundang selama dua tahun berturut-turut, tetapi itu akan menjadi KTT G7 pertama Presiden Moon Jae-in karena acara tahun lalu dibatalkan karena pandemi.

Dalam sebuah pernyataan, pihak Korea Selatan mengatakan bahwa sebagai negara yang diundang, mereka tidak akan menjadi bagian dari pernyataan bersama G7, yang diasumsikan mencakup penargetan konten dan menekan China, seperti dilaporkan Global Times, Kamis (10/6).

Juru Bicara Gedung Biru Korea Selatan mengatakan dalam sebuah jumpa pers pada Rabu (9/6), bahwa pernyataan bersama G7 akan menjadi dokumen resmi yang disahkan oleh negara-negara anggota G7, dan negara-negara yang diundang tidak akan berpartisipasi di dalamnya, demikian dilaporkan media Korea Selatan Kyunghyang Shinmun.

Di hari yang sama, Menteri Luar Negeri Korea Selatan Chung Eui-yong mengatakan dalam panggilan telepon bersama Penasihat Negara China dan Menteri Luar Negeri Wang Yi, bahwa sebagai tetangga dekat, Korea Selatan sangat mementingkan pengembangan kemitraan strategis Korea Selatan-China, mematuhi dengan prinsip satu-China, dan sepenuhnya mengakui sensitivitas hubungan lintas Selat Taiwan.

Wang mengingatkan Chung bahwa 'strategi Indo-Pasifik' AS adalah hasil dari mentalitas Perang Dingin dan bertujuan untuk memprovokasi konfrontasi kelompok, menambahkan bahwa sebagai tetangga yang bersahabat dan mitra strategis, China dan Korea Selatan harus mematuhi konsensus politik mereka.

Dalam percakapan itu, Menteri Chung juga menyuarakan harapan untuk perkembangan hubungan yang stabil antara AS dan China.

Sementara ada laporan media yang mengatakan Presiden AS Joe Biden berusaha untuk menggalang solidaritas untuk menekan China pada pertemuan itu, para ahli percaya sangat penting bagi Presiden Korea Selatan untuk mencapai keseimbangan antara AS dan China.

Sebelumnya China telah menyatakan kekecewaannya atas pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh para pemimpin dari AS dan Korea Selatan bulan lalu yang menyatakan apa yang disebut keprihatinan atas situasi di Laut China Selatan dan Selat Taiwan.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

RMOL WORLD VIEW • Palestina Tidak Pernah Sendiri

Rabu, 02 Juni 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Membaca Anggaran Alutsista Rp 1,7 Kuadriliun

Kamis, 03 Juni 2021
Video

Tak Berizin dan Undang Ratusan Orang, Hajatan Khitan di Semarang Dibubarkan

Senin, 07 Juni 2021

Artikel Lainnya

Presiden Tsai Ing-wen: Vaksinasi Covid-19 Untuk Masyarakat Umum Taiwan Dimulai Juli 2021
Dunia

Presiden Tsai Ing-wen: Vaksi..

12 Juni 2021 16:47
Tidak Masalah Disebut Pembunuh, Vladimir Putin: Joe Biden Lebih Mudah Diprediksi Dibanding Donald Trump Yang Penuh Warna
Dunia

Tidak Masalah Disebut Pembun..

12 Juni 2021 16:24
Wabah Baru Covid-19 Guangdong China Kebanyakan Menyerang Lansia Dan Anak, 80 Persen Alami Demam
Dunia

Wabah Baru Covid-19 Guangdon..

12 Juni 2021 15:36
Mali Umumkan Pemerintahan Baru, Peran Kunci Masih Dipegang Tokoh Militer
Dunia

Mali Umumkan Pemerintahan Ba..

12 Juni 2021 15:22
China Dan Langkahnya Yang Salah Di Eropa Tengah Dan Timur
Dunia

China Dan Langkahnya Yang Sa..

12 Juni 2021 15:09
Untuk Yang Ketiga Kali Keluarga Pilot Rusia Mengirimkan Surat Permohonan Ampunan Kepada Gedung Putih
Dunia

Untuk Yang Ketiga Kali Kelua..

12 Juni 2021 13:39
Diprotes China Karena Sebut Taiwan Sebagai Negara, Tokyo Pastikan Hubungan Jepang-Taiwan Bersifat Tidak Resmi
Dunia

Diprotes China Karena Sebut ..

12 Juni 2021 12:55
Mantan Pendeta Katolik AS Richard Daschbach Diadili Di Timor Leste, Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara
Dunia

Mantan Pendeta Katolik AS Ri..

12 Juni 2021 12:14