Farah.ID
Farah.ID

Serangan Israel Ke Gaza Targetkan Sektor Ekonomi, 500 Perusahaan Babak Belur

LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Jumat, 11 Juni 2021, 08:37 WIB
Serangan Israel Ke Gaza Targetkan Sektor Ekonomi, 500 Perusahaan Babak Belur
Serangan Israel ke Gaza pada bulan lalu/Net
Serangan Israel ke Jalur Gaza selama 11 hari pada bulan lalu bukan hanya memakan banyak korban jiwa, tetapi juga menghancurkan perekonomian di wilayah kantong Palestina itu.

Sebuah laporan yang diterbitkan Electronic Intifada pada Rabu (9/6) mengungkap Israel telah menargetkan bangunan-bangunan komersial di Gaza, meliputi toko, peternakan, restoran, hingga pabrik dari 10 hingga 21 Mei lalu.

Totalnya, Israel meluncurkan lebih dari 1.500 proyektil ke Gaza yang telah menghancurkan lebih dari 2.000 rumah dan merusak 17.000 lainnya. Korban jiwa dalam serangan-serangan Israel tersebut mencapai lebih 250 warga Palestina, termasuk 67 anak-anak.

Sementara itu, serangan Israel juga berhasil membombardir lebih dari 500 perusahaan, termasuk 50 pabrik di Gaza.

Ekonom di Gaza, Muhammad Abu Jayyab memperkirakan kerugian ekonomi dari serangan Israel mencapai 350 juta dolar AS arau sekitar Rp 5 triliun.

Akibat dari serangan tersebut, pengangguran di Gaza meningkat dan sudah mencapai lebih dari 50 persen. Kemungkinan bisa lebih buruk hingga mencapai 80 persen.

Salah satu target yang diserang Israel adalah kawasan industri yang didirikan oleh Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) dan Uni Eropa pada 1996. Kawasan tersebut diketahui mempekerjakan 1.500 orang.

Bajess Jaoudat dari Otoritas Kawasan Industri dan Zona Bebas Palestina memperkirakan kerugian di kawasan industri saja sudah mencapai 20 hingga 25 juta dolar AS.

"Begitu kami mengetahui bahwa kawasan industri sedang dibom, kami memanggil pertahanan sipil untuk memadamkan api. Ketika mereka tiba, mereka juga menjadi sasaran. Bom jatuh tepat di tempat mereka bekerja, yang menyebabkan lebih banyak kebakaran dan bahkan lebih banyak kerusakan," ungkapnya.

Beberapa lembaga lain yang terkena bom termasuk lebih dari 20 kantor media. Menara Al Jalaa yang menampung beberapa kantor berita internasional, termasuk Al Jazeera dan Associated Press, juga menjadi sasaran Israel.

"Pemboman kawasan komersial bertujuan semata-mata untuk membuat orang-orang di Gaza bertekuk lutut," kata pemilik toko di distrik Al Rimal yang jadi sasaran Israel, Adib Zineldeen.

Setelah serangan Israel, AS menawarkan bantuan sebesar 75 juta dolar AS untuk pembangunan kembali Palestina.

Pada Januari, Qatar telah menjanjikan 360 juta dolar AS bantuan ke Gaza. Namun setelah serangan, Doha menjanjikan tambahan 500 juta dolar AS untuk membangun kembali wilayah tersebut.

Sejauh ini, Israel belum mengizinkan bantuan masuk ke Gaza.

ARTIKEL LAINNYA